📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى:
{إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠
Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya):
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.”
[QS . Al-Anbiya : 90 ]
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📚PENJELASAN📚
Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dalam syarah Tsalaatsatil ushul menjelaskan:
“Di dalam ayat yang mulia ini Allah Ta’ala menyifati hamba-hamba-Nya yang ikhlash , bahwasanya mereka berdoa kepada Allah Ta’ala dalam keadaan penuh harap, penuh cemas, dengan diiringi rasa khusyu’. Adapun makna doa dalam ayat, mencakup doa ibadah dan doa masalah (permintaan).
Oleh sebab itu untuk memudahkan memahami persoalan ini, alangkah baiknya kita membahas secara satu persatu.
⭕ ROGHBAH ⭕
👤 Asy-Syaikh ‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan bahwa definisi roghbah adalah kecintaan untuk mencapai sesuatu yang dicintai. (Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah)
👤 Sementara Imam Ibnul Katsir rohimahullah menjelaskan, “Seseorang dikatakan memiliki roghbah jika ia bersemangat untuk mendapatkan sesuatu dalam keadaan sangat mengharapkannya.” [ An-Nihayah (2/237) ]
Dari definisi diatas tentu kita memahami adanya kemiripan makna antara roghbah dan roja’, karena roja’ adalah harapan seseorang terhadap sesuatu yang didambakan. Lantas, apa perbedaan antara keduanya? Marilah kita simak penjelasan Ibnul Qayyim berikut.
⚠️ Perbedaan Roghbah dengan Roja' ⚠️
👤 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Perbedaan antara roghbah dan roja’ ialah bahwasanya roja’ itu kerakusan dalam pengharapan, sedangkan roghbah adalah usaha mengejar pengharapan tersebut. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa roghbah merupakan buah dari roja’. Orang yang mengharapkan sesuatu akan mengejarnya.” (Madarijus Salikin)
💙 Contohnya : Seseorang sangat berharap akan masuk surga Firdaus. Dia yakin akan keberadaan surga tersebut dan segala kenikmatan tiada tara yang ada di dalamnya. Dia pun berharap bahwa Allah akan memasukkannya ke surga tersebut. Akan tetapi, dia tidak yakin apakah Allah akan mencukupi kekurangannya untuk bisa masuk ke dalamnya ataukah tidak. Dengan itu, lahirlah roghbah. Dia berjuang dengan sekuat tenaga menjalankan segala ketaatan yang sanggup dia lakukan. Tiada satu pun peluang ibadah yang sanggup dia lakukan melainkan pasti dia lakukan.
⭕ ROHBAH ⭕
Rohbah adalah rasa cemas atau takut yang disertai keinginan untuk lari dari sesuatu yang ditakuti.
Jadi, rohbah adalah rasa takut yang membuahkan amalan. (Lihat Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah, asy-Syaikh ‘Utsaimin)
⚠️ Perbedaan Rohbah dengan Khauf ⚠️
Dengan penjelasan tersebut kita ketahui perbedaan antara khauf dan rohbah, yakni bahwasanya rohbah merupakan buah dari khauf.
Kedudukan rohbah dengan khauf ini sama dengan kedudukan roghbah dengan roja’. (Lihat Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim)
💙 Contohnya : Seseorang yakin akan keberadaan neraka beserta segala macam siksa yang ada di dalamnya. Hal ini melahirkan rasa takut yang tiada tara pada dirinya terhadap neraka. Dia pun berdoa kepada Allah agar jangan sampai dimasukkan ke dalamnya. Akan tetapi, dia tidak yakin apakah Allah akan menyelamatkannya dari neraka itu ataukah tidak. Dari sini lahirlah rohbah. Dia tinggalkan segala perkara yang akan membawanya kepada dosa dan ancaman neraka.
⭕ KHUSYU' ⭕
👉 Menurut istilah bahasa Arab:
👤 Al-Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah menjelaskan:
Khusyu’ pada asal bahasa Arab berarti inkhifadh (merendah), dzull (kerendahan), Sukun (ketenangan). [ al-Madaarij (1/516)]
Jika ketiga kata itu kita rangkai menjadi kalimat sempurna, maka arti Khusyu’ : “Merendah dengan penuh kerendahan dan ketenangan.” Wallahu a’lam.
⚠️ Perbedaan Khusyu’ dengan Khudhu’ ⚠️
👤 Ibnu Katsir rohimahullah menjelaskan,
Khusyu’ terlihat pada suara dan pandangan. Sedangkan Khudhu’ terlihat pada anggota tubuh. [An-Nihayah (2/280) ]
👉 Adapun menurut istilah :
Khusyu’ adalah bangkitnya hati di hadapan Robb-nya dengan penuh ketundukan dan kerendahan. [ al-Madaarij (1/516)]
👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan: Khusyu’ adalah tunduk dan merendahkan diri karena keagungan Allah Ta’ala, dimana ia telah menerima ketetapan atau ketentuan-Nya yang bersifat kauni (kejadian di alam semesta) maupun syar’i (tuntutan syari’at). [ Syarah Tsalatsatil Ushul ]
Pada dasarnya khusyu’ adalah sifat terpuji yang semestinya ada pada kaum mukminin. Sebagaimana disebutkan dalam surat al-Mukminun yang artinya :
”Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusyu' dalam sholatnya.”
[ QS. Al-Mukminun: 1-2 ]
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى:
{إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠
Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya):
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.”
[QS . Al-Anbiya : 90 ]
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📚PENJELASAN📚
Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dalam syarah Tsalaatsatil ushul menjelaskan:
“Di dalam ayat yang mulia ini Allah Ta’ala menyifati hamba-hamba-Nya yang ikhlash , bahwasanya mereka berdoa kepada Allah Ta’ala dalam keadaan penuh harap, penuh cemas, dengan diiringi rasa khusyu’. Adapun makna doa dalam ayat, mencakup doa ibadah dan doa masalah (permintaan).
Oleh sebab itu untuk memudahkan memahami persoalan ini, alangkah baiknya kita membahas secara satu persatu.
⭕ ROGHBAH ⭕
👤 Asy-Syaikh ‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan bahwa definisi roghbah adalah kecintaan untuk mencapai sesuatu yang dicintai. (Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah)
👤 Sementara Imam Ibnul Katsir rohimahullah menjelaskan, “Seseorang dikatakan memiliki roghbah jika ia bersemangat untuk mendapatkan sesuatu dalam keadaan sangat mengharapkannya.” [ An-Nihayah (2/237) ]
Dari definisi diatas tentu kita memahami adanya kemiripan makna antara roghbah dan roja’, karena roja’ adalah harapan seseorang terhadap sesuatu yang didambakan. Lantas, apa perbedaan antara keduanya? Marilah kita simak penjelasan Ibnul Qayyim berikut.
⚠️ Perbedaan Roghbah dengan Roja' ⚠️
👤 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Perbedaan antara roghbah dan roja’ ialah bahwasanya roja’ itu kerakusan dalam pengharapan, sedangkan roghbah adalah usaha mengejar pengharapan tersebut. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa roghbah merupakan buah dari roja’. Orang yang mengharapkan sesuatu akan mengejarnya.” (Madarijus Salikin)
💙 Contohnya : Seseorang sangat berharap akan masuk surga Firdaus. Dia yakin akan keberadaan surga tersebut dan segala kenikmatan tiada tara yang ada di dalamnya. Dia pun berharap bahwa Allah akan memasukkannya ke surga tersebut. Akan tetapi, dia tidak yakin apakah Allah akan mencukupi kekurangannya untuk bisa masuk ke dalamnya ataukah tidak. Dengan itu, lahirlah roghbah. Dia berjuang dengan sekuat tenaga menjalankan segala ketaatan yang sanggup dia lakukan. Tiada satu pun peluang ibadah yang sanggup dia lakukan melainkan pasti dia lakukan.
⭕ ROHBAH ⭕
Rohbah adalah rasa cemas atau takut yang disertai keinginan untuk lari dari sesuatu yang ditakuti.
Jadi, rohbah adalah rasa takut yang membuahkan amalan. (Lihat Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah, asy-Syaikh ‘Utsaimin)
⚠️ Perbedaan Rohbah dengan Khauf ⚠️
Dengan penjelasan tersebut kita ketahui perbedaan antara khauf dan rohbah, yakni bahwasanya rohbah merupakan buah dari khauf.
Kedudukan rohbah dengan khauf ini sama dengan kedudukan roghbah dengan roja’. (Lihat Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim)
💙 Contohnya : Seseorang yakin akan keberadaan neraka beserta segala macam siksa yang ada di dalamnya. Hal ini melahirkan rasa takut yang tiada tara pada dirinya terhadap neraka. Dia pun berdoa kepada Allah agar jangan sampai dimasukkan ke dalamnya. Akan tetapi, dia tidak yakin apakah Allah akan menyelamatkannya dari neraka itu ataukah tidak. Dari sini lahirlah rohbah. Dia tinggalkan segala perkara yang akan membawanya kepada dosa dan ancaman neraka.
⭕ KHUSYU' ⭕
👉 Menurut istilah bahasa Arab:
👤 Al-Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah menjelaskan:
Khusyu’ pada asal bahasa Arab berarti inkhifadh (merendah), dzull (kerendahan), Sukun (ketenangan). [ al-Madaarij (1/516)]
Jika ketiga kata itu kita rangkai menjadi kalimat sempurna, maka arti Khusyu’ : “Merendah dengan penuh kerendahan dan ketenangan.” Wallahu a’lam.
⚠️ Perbedaan Khusyu’ dengan Khudhu’ ⚠️
👤 Ibnu Katsir rohimahullah menjelaskan,
Khusyu’ terlihat pada suara dan pandangan. Sedangkan Khudhu’ terlihat pada anggota tubuh. [An-Nihayah (2/280) ]
👉 Adapun menurut istilah :
Khusyu’ adalah bangkitnya hati di hadapan Robb-nya dengan penuh ketundukan dan kerendahan. [ al-Madaarij (1/516)]
👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan: Khusyu’ adalah tunduk dan merendahkan diri karena keagungan Allah Ta’ala, dimana ia telah menerima ketetapan atau ketentuan-Nya yang bersifat kauni (kejadian di alam semesta) maupun syar’i (tuntutan syari’at). [ Syarah Tsalatsatil Ushul ]
Pada dasarnya khusyu’ adalah sifat terpuji yang semestinya ada pada kaum mukminin. Sebagaimana disebutkan dalam surat al-Mukminun yang artinya :
”Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusyu' dalam sholatnya.”
[ QS. Al-Mukminun: 1-2 ]
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Comments
Post a Comment