♥️ Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’ ♥️
🔴 SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah🔴
🔊 Syaikh rahimahullah berkata :
القاعدة الأولى
أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}
(يونس:31)
(يونس:31)
Kaidah pertama:
Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam.
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ
“Katakanlah: ‘Siapa yang memberi rizki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapa yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapa yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati (menghidupkan) dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup (mematikan), dan siapa yang mengatur segala urusan? ‘Maka mereka (kaum musyrikin) akan menjawab:’Allah’. Maka katakanlah:’Mengapa kalian tidak bertakwa (kepada-Nya)” (QS. Yunus: 31).
📚 Syarah 📚
Beberapa point penting pada kaedah pertama
▶️ 1. Orang-orang kafir mengakui adanya Tauhid Rububiyah, tetapi pengakuan mereka tidak memasukkan dirinya kedalam islam.
Karena inti tujuan diutusnya para Nabi & Rosul adalah mengajarkan Tauhid Uluhiyah.
⭕ Beberapa dalil yang menunjukkan bahwa orang musyrik mengakui rububiyah الله tapi mereka tetap dikatakan kafir dan tidak digolongkan kedalam ummat Islam.
✔ QS. AZ-ZUMAR : 38
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaKu, Apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaKu, Apakah mereka dapat menahan rahmatNya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. kepada- Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.
✔ QS. AZ-ZUKHRUF : 9
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ
Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka akan menjawab: “Semuanya diciptakan oleh yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui“
✔ QS. AL ANKABUUT : 61-63
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ (٦١)اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (٦٢)وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْقِلُونَ (٦٣)
Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?”tentu mereka akan menjawab: “Allah“, Maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba- hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu. Dan Sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” tentu mereka akan menjawab: “Allah“, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).
✔ QS. LUQMAN : 25
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْلَمُونَ
Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” tentu mereka akan menjawab: “Allah“. Katakanlah : “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
✔ QS. Ar Ra'd : 16
قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ ۚ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا ۚ
Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah". Katakanlah: "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?".
▶️ 2. Ingatlah kaedah yang agung ini
توحيدالربوبية مستلزم لتوحيد الألوهية
Mengesakan الله dalam Rububiyyah-Nya mengharuskan mengesakan الله dalam Uluhiyyah-Nya .
Penetapan Tauhid Rububiyyah tidak cukup bagi kesahan Islam seseorang, akan tetapi haruslah bersamaan dengan penetapan Tauhid Uluhiyyah. Karena kebanyakan musyrikin mereka mengakui Tauhid Rububiyyah, namun tetap status mereka musyrikin.
▶️ 3. Jenis - Jenis Tauhid
⭕ Defenisi Tauhid Rububiyah
1. Ifrodullahi Ta'ala bil kholqi, wal mulki, wat tadbir
(Meng Esakan ALLAH dalam penciptaan, kekhususan, dan pengaturan)
2. Ifrodullahi Ta'ala bi af'aalihi
(Meng Esakan ALLAH dalam perbuatan-Nya)
⭕ Defenisi Tauhid Uluhiyah
1. Ifrodullahi Ta'ala bil ibadah
(Meng Esakan ALLAH dalam ibadah)
Inilah inti ajaran seluruh para Nabi dan rasul. Dan termasuk tujuan diciptakannya manusia.
Sebagaiman Firman الله
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
⭕ Defenisi Tauhid Asma wa sifat
1. Ifrodullahi Ta'ala biima lahu minal asma'i was sifati
(Meng Esakan ALLAH dalam hal yang merupakan nama-nama & sifat-sifat-Nya)
Ada dua kewajiban dalam Tauhid asma wa sifat :
A) Al-itsbat yakni menetapkan seluruh nama-nama dan sifat-sifat ALLAH yang terdapat dalam nash.
B.) Nafyu mumatsalah yakni menafikan segala permisalan atau penyerupaan terhadap ALLAH.
▶️ Beberapa penafsiran لا إله الا الله
⚠️(Ada penambahan dari penulis)⚠️
✔ Menurut Ahlus sunnah ☝️
Makna لا إله الا الله adalah لا معبود بحق إلا الله
Yaitu: Tidak ada sesembahan yang haq diibadahi dengan benar selain الله
❌ Menurut ahlul kalam/filsafat ❌
Makna لا إله الا الله adalah Laa Kholiqa illallah (Tidak ada pencipta selain Allah)
Kita katakan, ucapan ini betul tapi bukan Makna لا إله الا الله yang hakiki. Sebab orang musyrik di zaman nabi mengakui rububiyah Allah. Tetapi bersamaan dengan itu, mereka divonis kafir dan diperangi.
❌ Menurut Kelompok Sufi ❌
Makna لا إله الا الله adalah Laa Maujuda illallah (Tidak ada wujud kecuali Allah)
Penyimpangannya : Semua yang berwujud , menyatu sama Allah / makhluk bisa bersatu dengan Allah. Inilah yang dinamakan Aqidah Wihdatul wujud yang sesat. Pelopornya adalah Al Hallaj.
❌ Menurut Hizbiyyun ❌
Makna لا إله الا الله adalah Laa Hakima illallah (Tidak ada hukum selain hukum Allah)
Penyimpangan :
🔥 Makna ini tidak utuh untuk menafsirkan Makna لا إله الا الله karena ibadah tidak sekedar menentukan hukum saja.
🔥Tidak memperhatikan tauhid uluhiyah.
🔥 Tidak paham tentang Tauhid & kesyirikan.
🔥 Tujuan penafsiran tersebut untuk mengkafirkan ulil amri dan kaum muslimin yang tidak berhukum dengan hukum Allah.
❌ Pelopornya adalah Sayyid Quthub & Muhammad Quthb.
💻 Sumber : Audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
Comments
Post a Comment