๐ Materi Aqidah Wasithiyyah sesi 5-6 ๐
๐ฌ Matan ๐ฌ
ูู ู ุงูุฅูู ุงู ุจุงููู : ุงูุฅูู ุงู ุจู ุง ูุตู ุจู ููุณู ูู ูุชุงุจู ูุจู ุง ูุตูู ุจู ุฑุณููู ู ุญู ุฏ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ู ู ุบูุฑ ุชุญุฑูู ููุง ุชุนุทูู، ูู ู ุบูุฑ ุชูููู ููุง ุชู ุซูู،
๐ Penjelasan ๐
๐ Kaedah-kaedah dalam memahami Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู ๐
1. *Menetapkan seluruh nama-nama & sifat-sifat ุงููู*
2. *Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู bersifat tauqifiyah (Baku, Hanya dari Nash).*
3. *Pembahasan Sifat-sifat ุงููู cakupannya lebih luas daripada pembahasan Nama-nama-Nya*
๐ Syarah : Hal ini karena setiap nama ุงููู selalu menunjukkan sifat. Juga karena diantara sifat-sifat ุงููู ada yang berhubungan dengan perbuatan-Nya. Dan perbuatan ุงููู tidak ada habisnya.
Contoh: diantara sifat ุงููู adalah Al-Maji' (datang), akan tetapi kita tidak mengatakan diantara nama-nama ุงููู adalah Al-Ja'i (Yang datang)
4. *Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู tidak terbatas dengan jumlah tertentu.*
๐ Syarah: Adapun hadits tentang ุงููู memiliki 99 nama, 100 kurang satu. Maka ini tidak menunjukkan terbatasnya nama ุงููู dengan bilangan/jumlah 99.
Adapun makna hadits barangsiapa yang menghitungnya (al-ihsha') maka ia akan masuk syurga, memiliki tiga makna :
▶️ menghitung lafadz-lafadz dan jumlahnya
▶️ memahami maknanya dan apa yang ditunjukkan olehnya.
▶️ berdoa kepada ุงููู dengan nama-nama tersebut.
5. *Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู semuanya haqiqi.*
๐ Syarah: karena semua Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู maknanya jelas , tidak ada yang majazi.
6. *Seluruh Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู berasal muhkamat. Bukan dari mutasyabihat.*
๐ Syarah : Mutasyabihat disini adalah menanyakan kaifiat Nama-nama dan Sifat-sifatุงููู
7. *Tidak ada dalam Nama-nama dan Sifat-sifat Allah yang merupakan penafian murni.*
8. *Mengglobalkan dalam penafian dan merinci dalam penetapan.*
9. *Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู jika ditinjau dari Dzat-Nya maka tergolong dalam hal yang sama.*
*Akan tetapi jika dilihat pada sifat-sifat, maka hal tersebut berbeda.*
10. *Diantara Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู , ada yang bersifat khusus untuk ุงููู dan ada yang boleh digunakan untuk makhluk.*
๐ Syarah: yang khusus untuk ุงููู adalah nama ALLAH dan AR-ROHMAN.
11. *Adanya kesamaan dalam penamaan, tidak menunjukkan kesamaan apa yang dinamakan.*
12. *Nama ุงููู adalah 'Alam dan washf*
๐ Syarah:
1. Nama Allah dikatakan sebagai 'Alam (nama), bila ditinjau dari penunjukan nama tersebut terhadap dzat Allah.
2. Adapun dikatakn washf (sifat), bila ditinjau dari makna-makna tersebut.
Berdasarkan tinjauan pertama, maka nama-nama Allah seluruhnya sama, karena hanya menunjukkan atas satu Dzat yang dinamai, yaitu Allah.
Namun jika ditinjau atas maknanya, maka nama-nama Allah berbeda-beda karena masing-masing nama menunjukkan atas makna yang khusus.
Contoh : Al Hayyu, As Samii', Al Bashir semuanya adalah nama untuk satu Dzat yang dinamai, yaitu Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi.
Akan tetapi makna Al Hayyu berbeda dengan makna As Samii', dan makna As Samii' berbeda dengan makna Al Bashir.
๐ซ Dari kaedah ini pula, jelaslah bahwa Ad Dahr (Masa) bukanlah termasuk nama Allah karena :
Ad dahr adalah isim jamid yang tidak mengandung makna sifat.
13. *Nama Allah menunjukkan Dzat dan sifat-sifat-Nya mengandung 3 hal*
▶️ Menunjukkan kepada kesesuaian (Muthabaqah)
▶️ Hal yang terkandung ( Tadhammun)
▶️ Konsekuensi dari nama (Iltizam)
Contoh : Salah satu nama Allah adalah Al Khaaliq.
Al khaaliq adalah muthabaqah.
Sifat mencipta (Al Khalq) adalah tadhammun.
Konsekuensi dari makna Al Khalq menunjukkan atas sifat Ilmu dan qudrah (kemampuan) yang dimiliki Allah, maka hal ini disebut iltizam.
๐ก Contoh lain , bila dikatakan *Saya mempunyai rumah* maka pada kata rumah terdapat 3 kandungan yaitu :
A. Kata rumah menunjukkan atas seluruh bagian rumah, ditinjau dari penunjukkan ini disebut *Muthabaqah*
B. Didalam rumah terdapat kursi, meja , kamar mandi dan ruangan lainnya. Bagian-bagian rumah yang disebutkan dinamakan *Tadhammun*
C. Kata rumah menunjukkan bahwa ada seorang pembuat rumah yang membangunnya. Hal ini disebut *ILTIZAM*
14. *Sifat-sifat yang terkandung dalam asmaul husna*
๐ต 1. Muta'addiy (membutuhkan objek), maka terdapat tiga kandungan :
▶️ Tetapnya nama tersebut bagi Allah.
▶️ tetapnya sifat yang dikandung nama tersebut bagi Allah.
▶️ tetapnya hukum dan konsekuensi nama tersebut.
Sebagai contoh dari kaidah ini , As Samii' (Maha Mendengar) menunjukkan :
1. Tetapnya as samii' sebagai sebuah nama bagi Allah.
2. Tetapnya As sam'u (mendengar) sebagai salah satu sifat-Nya.
3. Tetapnya hukum dan konsekuensinya diantaranya bahwa Allah mendengar rahasia-rahasia dan bisikan-bisikan.
Contoh lain : gugurnya hukum had bagi para begal yang bertaubat sebelum kasusnya diangkat ke hakim dalam surah Al Maidah ayat 34.
Karena konsekuensi dari dua nama ini ( Al Ghafuur dan Ar rohim) adalah bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosa mereka dan merahmati mereka dengan menggugurkan had atas mereka.
๐ต 2. Ghoiru muta'addiy
Nama-nama tersebut menunjukkan sifat yang tidak membutuhkan objek, maka nama-nama tersebut mengandung dua perkara:
▶️ Tetapnya nama tersebut bagi Allah.
▶️ tetapnya sifat yang dikandung nama tersebut bagi Allah.
15. *Sifat-sifat terbagi dua yaitu sifat tsubutiyah dan sifat salbiyah.*
๐ต Sifat tsubutiyah adalah sifat yang Allah tetapkan bagi diri-Nya atau melalui lisan Rosulullah . Seperti sifat Hayat, ilmu, qudrah dan istiwa' di atas 'arsy.
๐ต sifat salbiyah adalah sifat-sifat yang Allah nafikan dari diri-Nya atau melalui lisan Rosulullah . Seperti sifat tidur dan lupa.
16. *Sifat Tsubutiyah adalah sifat pujian dan kesempurnaan.*
*Terbagi atas dua*
๐ด *dzatiyyah*, yaitu sifat yang Allah senantiasa dan seterusnya bersifat dengannya seperti sifat Al Ilmu, Al 'uluw.
๐ด *fi'liyyah* , yaitu semua sifat yang terkait dengan kehendak Allah seperti ber istiwa' diatas 'Arsy.
๐ terkadang sebuah sifat merupakan sifat dzatiyyah sekaligus fi'liyyah, seperti sifat Kalam.
✔ Dari tinjauan asalnya, sifat kalam adalah sifat dzatiyyah karena Allah selalu dan senantiasa berbicara.
✔ dari tinjauan pembicaraan, sifat ini adalah sifar fi'liyyah karena sifat kalam berhubungan dengan kehendak-Nya.
17. *Sifat salbiyyah terbagi dua*
๐ต *Mu'tashil (bersambung)* yaitu penafian apa yg Allah dan Rosul-Nya nafikan dari hal-hal yang melekat kepada Allah.
๐ต *Munfasil (terpisah)*, seperti Allah dinafikan darinya anak & istri.
18. *Berbicara tentang sifat , sama halnya berbicara tentang dzat Allah.*
19. *Ucapan pada sebagian sifat, sama dengan pada ucapan sifat yang lainnya*
20. *Asmaul husna menunjukkan puncak keindahan.*
Sedangkan *sifat-sifat Allah menunjukkan puncak kesempurnaan.*
๐ป Sumber:
Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain ุญูุธู ุงููู
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Mohon dikoreksi jika ada salah.
๐ฌ Matan ๐ฌ
ูู ู ุงูุฅูู ุงู ุจุงููู : ุงูุฅูู ุงู ุจู ุง ูุตู ุจู ููุณู ูู ูุชุงุจู ูุจู ุง ูุตูู ุจู ุฑุณููู ู ุญู ุฏ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ู ู ุบูุฑ ุชุญุฑูู ููุง ุชุนุทูู، ูู ู ุบูุฑ ุชูููู ููุง ุชู ุซูู،
๐ Penjelasan ๐
๐ Kaedah-kaedah dalam memahami Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู ๐
1. *Menetapkan seluruh nama-nama & sifat-sifat ุงููู*
2. *Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู bersifat tauqifiyah (Baku, Hanya dari Nash).*
3. *Pembahasan Sifat-sifat ุงููู cakupannya lebih luas daripada pembahasan Nama-nama-Nya*
๐ Syarah : Hal ini karena setiap nama ุงููู selalu menunjukkan sifat. Juga karena diantara sifat-sifat ุงููู ada yang berhubungan dengan perbuatan-Nya. Dan perbuatan ุงููู tidak ada habisnya.
Contoh: diantara sifat ุงููู adalah Al-Maji' (datang), akan tetapi kita tidak mengatakan diantara nama-nama ุงููู adalah Al-Ja'i (Yang datang)
4. *Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู tidak terbatas dengan jumlah tertentu.*
๐ Syarah: Adapun hadits tentang ุงููู memiliki 99 nama, 100 kurang satu. Maka ini tidak menunjukkan terbatasnya nama ุงููู dengan bilangan/jumlah 99.
Adapun makna hadits barangsiapa yang menghitungnya (al-ihsha') maka ia akan masuk syurga, memiliki tiga makna :
▶️ menghitung lafadz-lafadz dan jumlahnya
▶️ memahami maknanya dan apa yang ditunjukkan olehnya.
▶️ berdoa kepada ุงููู dengan nama-nama tersebut.
5. *Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู semuanya haqiqi.*
๐ Syarah: karena semua Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู maknanya jelas , tidak ada yang majazi.
6. *Seluruh Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู berasal muhkamat. Bukan dari mutasyabihat.*
๐ Syarah : Mutasyabihat disini adalah menanyakan kaifiat Nama-nama dan Sifat-sifatุงููู
7. *Tidak ada dalam Nama-nama dan Sifat-sifat Allah yang merupakan penafian murni.*
8. *Mengglobalkan dalam penafian dan merinci dalam penetapan.*
9. *Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู jika ditinjau dari Dzat-Nya maka tergolong dalam hal yang sama.*
*Akan tetapi jika dilihat pada sifat-sifat, maka hal tersebut berbeda.*
10. *Diantara Nama-nama dan Sifat-sifat ุงููู , ada yang bersifat khusus untuk ุงููู dan ada yang boleh digunakan untuk makhluk.*
๐ Syarah: yang khusus untuk ุงููู adalah nama ALLAH dan AR-ROHMAN.
11. *Adanya kesamaan dalam penamaan, tidak menunjukkan kesamaan apa yang dinamakan.*
12. *Nama ุงููู adalah 'Alam dan washf*
๐ Syarah:
1. Nama Allah dikatakan sebagai 'Alam (nama), bila ditinjau dari penunjukan nama tersebut terhadap dzat Allah.
2. Adapun dikatakn washf (sifat), bila ditinjau dari makna-makna tersebut.
Berdasarkan tinjauan pertama, maka nama-nama Allah seluruhnya sama, karena hanya menunjukkan atas satu Dzat yang dinamai, yaitu Allah.
Namun jika ditinjau atas maknanya, maka nama-nama Allah berbeda-beda karena masing-masing nama menunjukkan atas makna yang khusus.
Contoh : Al Hayyu, As Samii', Al Bashir semuanya adalah nama untuk satu Dzat yang dinamai, yaitu Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi.
Akan tetapi makna Al Hayyu berbeda dengan makna As Samii', dan makna As Samii' berbeda dengan makna Al Bashir.
๐ซ Dari kaedah ini pula, jelaslah bahwa Ad Dahr (Masa) bukanlah termasuk nama Allah karena :
Ad dahr adalah isim jamid yang tidak mengandung makna sifat.
13. *Nama Allah menunjukkan Dzat dan sifat-sifat-Nya mengandung 3 hal*
▶️ Menunjukkan kepada kesesuaian (Muthabaqah)
▶️ Hal yang terkandung ( Tadhammun)
▶️ Konsekuensi dari nama (Iltizam)
Contoh : Salah satu nama Allah adalah Al Khaaliq.
Al khaaliq adalah muthabaqah.
Sifat mencipta (Al Khalq) adalah tadhammun.
Konsekuensi dari makna Al Khalq menunjukkan atas sifat Ilmu dan qudrah (kemampuan) yang dimiliki Allah, maka hal ini disebut iltizam.
๐ก Contoh lain , bila dikatakan *Saya mempunyai rumah* maka pada kata rumah terdapat 3 kandungan yaitu :
A. Kata rumah menunjukkan atas seluruh bagian rumah, ditinjau dari penunjukkan ini disebut *Muthabaqah*
B. Didalam rumah terdapat kursi, meja , kamar mandi dan ruangan lainnya. Bagian-bagian rumah yang disebutkan dinamakan *Tadhammun*
C. Kata rumah menunjukkan bahwa ada seorang pembuat rumah yang membangunnya. Hal ini disebut *ILTIZAM*
14. *Sifat-sifat yang terkandung dalam asmaul husna*
๐ต 1. Muta'addiy (membutuhkan objek), maka terdapat tiga kandungan :
▶️ Tetapnya nama tersebut bagi Allah.
▶️ tetapnya sifat yang dikandung nama tersebut bagi Allah.
▶️ tetapnya hukum dan konsekuensi nama tersebut.
Sebagai contoh dari kaidah ini , As Samii' (Maha Mendengar) menunjukkan :
1. Tetapnya as samii' sebagai sebuah nama bagi Allah.
2. Tetapnya As sam'u (mendengar) sebagai salah satu sifat-Nya.
3. Tetapnya hukum dan konsekuensinya diantaranya bahwa Allah mendengar rahasia-rahasia dan bisikan-bisikan.
Contoh lain : gugurnya hukum had bagi para begal yang bertaubat sebelum kasusnya diangkat ke hakim dalam surah Al Maidah ayat 34.
Karena konsekuensi dari dua nama ini ( Al Ghafuur dan Ar rohim) adalah bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosa mereka dan merahmati mereka dengan menggugurkan had atas mereka.
๐ต 2. Ghoiru muta'addiy
Nama-nama tersebut menunjukkan sifat yang tidak membutuhkan objek, maka nama-nama tersebut mengandung dua perkara:
▶️ Tetapnya nama tersebut bagi Allah.
▶️ tetapnya sifat yang dikandung nama tersebut bagi Allah.
15. *Sifat-sifat terbagi dua yaitu sifat tsubutiyah dan sifat salbiyah.*
๐ต Sifat tsubutiyah adalah sifat yang Allah tetapkan bagi diri-Nya atau melalui lisan Rosulullah . Seperti sifat Hayat, ilmu, qudrah dan istiwa' di atas 'arsy.
๐ต sifat salbiyah adalah sifat-sifat yang Allah nafikan dari diri-Nya atau melalui lisan Rosulullah . Seperti sifat tidur dan lupa.
16. *Sifat Tsubutiyah adalah sifat pujian dan kesempurnaan.*
*Terbagi atas dua*
๐ด *dzatiyyah*, yaitu sifat yang Allah senantiasa dan seterusnya bersifat dengannya seperti sifat Al Ilmu, Al 'uluw.
๐ด *fi'liyyah* , yaitu semua sifat yang terkait dengan kehendak Allah seperti ber istiwa' diatas 'Arsy.
๐ terkadang sebuah sifat merupakan sifat dzatiyyah sekaligus fi'liyyah, seperti sifat Kalam.
✔ Dari tinjauan asalnya, sifat kalam adalah sifat dzatiyyah karena Allah selalu dan senantiasa berbicara.
✔ dari tinjauan pembicaraan, sifat ini adalah sifar fi'liyyah karena sifat kalam berhubungan dengan kehendak-Nya.
17. *Sifat salbiyyah terbagi dua*
๐ต *Mu'tashil (bersambung)* yaitu penafian apa yg Allah dan Rosul-Nya nafikan dari hal-hal yang melekat kepada Allah.
๐ต *Munfasil (terpisah)*, seperti Allah dinafikan darinya anak & istri.
18. *Berbicara tentang sifat , sama halnya berbicara tentang dzat Allah.*
19. *Ucapan pada sebagian sifat, sama dengan pada ucapan sifat yang lainnya*
20. *Asmaul husna menunjukkan puncak keindahan.*
Sedangkan *sifat-sifat Allah menunjukkan puncak kesempurnaan.*
๐ป Sumber:
Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain ุญูุธู ุงููู
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Mohon dikoreksi jika ada salah.
Comments
Post a Comment