Skip to main content

Aqidah Wasithiyyah - Sesi 7

๐Ÿ”Š Materi Aqidah Wasithiyyah sesi 7 ๐Ÿ”Š

๐Ÿ’ฌ Matan ๐Ÿ’ฌ

ูˆู…ู† ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ุจุงู„ู„ู‡ : ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ุจู…ุง ูˆุตู ุจู‡ ู†ูุณู‡ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ูˆุจู…ุง ูˆุตูู‡ ุจู‡ ุฑุณูˆู„ู‡ ู…ุญู…ุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ู† ุบูŠุฑ ุชุญุฑูŠู ูˆู„ุง ุชุนุทูŠู„، ูˆู…ู† ุบูŠุฑ ุชูƒูŠูŠู ูˆู„ุง ุชู…ุซูŠู„،

๐Ÿ“š Penjelasan ๐Ÿ“š

Imam Ahmad bin Hanbal ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ berkata:

ู†َุตِูُ ุงู„ู„ู‡َ ุจِู…َุง ูˆَุตَูَ ุจِู‡ِ ู†َูْุณَู‡ُ ูˆَู„َุง ู†َุชَุนَุฏَู‰ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†َ ูˆَุงู„ْุญَุฏِูŠْุซَ

“Kita menyifati ุงู„ู„ู‡ dengan apa yang telah ุงู„ู„ู‡ sifati atas diri-Nya, tidak melewati dari yang telah disifati oleh al-Qur’an dan al-Hadits"
๐Ÿ“š Taqrib at–Tadmuriyyah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin.

▶️ Definisi Tahrif 

๐ŸŽฏ Secara bahasa adalah : Mengganti/ mengubah 

๐ŸŽฏ Adapun menurut istilah ialah merubah nash dari segi lafazh atau maknanya pada nama-nama dan sifat-sifat ุงู„ู„ู‡. 

๐ŸšซTahrif adalah perbuatan orang-orang Yahudi ๐Ÿšซ

“Di antara orang Yahudi ada yang mentahrif (menyelewengkan makna) firman ุงู„ู„ู‡ dari makna yang benar.” ( QS. An-Nisa`: 46)

⚠️ Di antara bentuk tahrif Yahudi, ketika mereka diperintah untuk mengucapkan ุญِุทَّุฉٌ (ampunilah) mereka malah mengucapkan ุญِู†ْุทَุฉٌ (gandum).

๐Ÿ”ด Tahrif ada dua bentuk yaitu :
❌ Tahrif lafazh
❌ Tahrif Ma'nawi

Pertama:
๐Ÿ”ดTahrif pada Lafazh

Sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok menyimpang terhadap firman Allah ta’ala:

ูˆَูƒَู„َّู…َ ุงู„ู„ู‡ُ ู…ُูˆุณَู‰ٰ ุชَูƒْู„ِูŠู…ًุง

“Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung” (QS. An-Nisaa`: 164)

Mereka menashabkan (fathah) [ูˆَูƒَู„َّู…َ ุงู„ู„َّู‡َ] 
sehingga dibaca: ุงู„ู„ู‡َ , sehingga maknanya Nabi Musa lah yang berbicara kepada ุงู„ู„ู‡ .

๐Ÿ”ด Tahrif Ma’nawi

Yaitu menyimpangkan sebuah lafazh dari zhahirnya tanpa disertai dalil, seperti tahrif makna istiwa' menjadi istaula. Makna Kedua tangan yang disandarkan kepada Allah ta’ala menjadi kekuatan, nikmat dan sejenisnya.

๐Ÿ“› Kelompok yang menyimpang dalam Tahrif ma'nawi adalah kelompok Mu’athilah seperti jahmiyah , mu'tazilah, Maturidiyah, Kullabiyah dan Asy ‘Ariyah.

Mu’aththilah, artinya kaum yang menolak atau mengingkari sifat-sifat Allah, baik menolak sifat secara total ataupun menolak sebagian sifat.

Ahli bid’ah dari kalangan Mu’aththilah tidak mau menetapkan sifat Allah karena takut dianggap telah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya

๐Ÿ“› Sekilas tentang Firqoh Asy 'Ariyah

Asy’ariyah memiliki kebid’ahan dengan menetapkan sifat ma’ani tujuh sifat saja.

Tujuh sifat yang ditetapkan mereka adalah sifat: 
๐ŸŒนQudrah (berkemampuan)
๐ŸŒนIradah (kehendak)
๐ŸŒน Ilmu (mengetahui)
๐ŸŒนSama’ (mendengar)
๐ŸŒนBashar (melihat)
๐ŸŒนKalam (berbicara)
๐ŸŒนHayat (hidup)

adapun sifat-sifat lainnya mereka ingkari dengan cara memalingkan dari maknanya yang zhahir kepada makna yang lain dengan cara yang batil, seperti sifat al-yad (tangan) diartikan nikmat atau kekuasaan, istiwa’ diartikan istaula (menguasai).

Kemudian orang belakangan dari firqoh ini menambah menjadi dua puluh sifat . Mereka mengingkari sifat-sifat lainnya yang terdapat dalam al-Qur’an dan as-Sunnah. Mereka tidak menetapkan satu pun sifat fi’liyah bagi ุงู„ู„ู‡. 

Jahmiyyah, kelompok yang dinisbatkan kepada Abu Muhriz Jahm bin Shafwan as-Samarqandi.

Mu’tazilah, kaum yang mengikuti pemahaman sesat Washil bin ‘Atha’ al-Ghazaldan Abu Utsman ‘Amr bin ‘Ubaid.

Asy’ariyyah, dinisbatkan kepada Imam Abul Hasan al-Asy’ari ebelum taubatnya dari akidah tahrif sifat kepada akidah salaf, penetapan sifat tanpa tahrif, ta’thil, takyif dan tamtsil.

Maturidiyyah, dinisbatkan kepada Abu Manshur Muhammad bin Muhamad al-Maturidi.

Kulabiyyah, nisbat kepada Abu Muhammad Abdullah bin Sa’id bin Kulab al-Bashri .

Ada beberapa alasan kenapa menggunakan istilah Tahrif, bukan Takwil. Diantaranya adalah :

1. Penafian Tahrif, inilah yang ada didalam al quran 

2. Dari sisi diterimanya jiwa, maka Tahrif ditolak oleh jiwa dan tidak perlu perincian.

3. Takwil banyak maknanya. Takwil tidak semuanya tercela. Kalau Tahrif semuanya tercela.
⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔

▶️ Ta'thil

๐ŸŽฏ Ta’thil menurut arti bahasa ialah mengosongkan.

๐ŸŽฏ Adapun menurut istilah ialah mengingkari apa yang wajib ditetapkan untuk Allah dari asma’ dan sifat-Nya atau mengingkari sebagiannya saja.

๐Ÿ”ด Ta’thil ada dua macam ๐Ÿ”ด

1. Pengingkaran/ta’thil yang bersifat kulli/global, yaitu pengingkaran terhadap Asma’ dan Sifat ุงู„ู„ู‡ secara menyeluruh, kelompok yang melakukan ta’thil ini semisal Jahmiyah.

2. Pengingkaran/ta’thil yang bersifat juz’i/sebagian, yaitu pengingkaran dan pemalingan makna terhadap Asma’ dan Sifat ุงู„ู„ู‡ dalam sebagiannya saja dan menetapkan sebagian yang lain, ta’thil semisal inilah yang dilakukan oleh kelompok Asy ‘Ariyah.

๐Ÿ—ฃ Menurut Ibnul Qoyyim, Ta’thil ada 3 macam.

a. Penolakan terhadap Allah atas kesempurnaan sifat-Nya yang suci, dengan cara meniadakan Asma’ dan Sifat-sifat-Nya, atau sebagian dari-nya.

b. Meninggalkan hak muamalah dengan-Nya, yaitu dengan cara meninggalkan ibadah kepada-Nya, baik secara total maupun sebagian, atau dengan cara beribadah kepada selain-Nya di samping beribadah kepada-Nya.

c. Meniadakan pencipta bagi makhluk. 

Contohnya adalah pendapat orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya, alamlah yang menciptakan segala sesuatu dan yang mengatur dengan sendirinya.

Jadi, setiap orang yang melakukan tahrif pasti juga melakukan ta’thil, akan tetapi tidak semua orang yang melakukan ta’thil melakukan tahrif.

⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔

▶️Takyif 

Takyif artinya bertanya dengan kaifa (bagaimana). 

Adapun yang dimaksud takyif di sini adalah menentukan dan memastikan hakekat suatu sifat, dengan menetapkan bentuk/keadaan tertentu untuknya.

⚠️ Kaedah penting ⚠️

Imam Malik berkata:

ุงู„ุงุณุชูˆุงุก ู…ุนู„ูˆู… ูˆุงู„ูƒูŠู ู…ุฌู‡ูˆู„ ูˆุงู„ุฅูŠู…ุงู† ุจู‡ ูˆุงุฌุจ ูˆุงู„ุณุคุงู„ ุนู†ู‡ ุจุฏุนุฉ.

“Istiwรข’ sudah diketahui, kaif (cara/bentuk) tidak diketahui, beriman kepadanya adalah wajib dan bertanya tentangnya adalah bid’ah.”

⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔⛔

▶️Tamtsil 

yaitu menyamakan atau menyerupakan nama atau sifat ุงู„ู„ู‡ dengan nama atau sifat makhluk-Nya.

Disini digunakan kata tamtsil, bukan tasybih karena beberapa hal :

1. Karena tamtsil tidak mirip dengan tasybih 
2. Yang dinafikan dalam Al quran adalah tamstsil 

ู„ูŠุณ ูƒู…ุซู„ู‡ ุดูŠุฆ

3. Tasybih ada yang benar dan ada yang bathil

๐Ÿ”ด Jenis-jenis Tamtsil ๐Ÿ”ด

1. Menyerupakan makhluk dengan Khaliq (Pencipta)

Maksudnya ialah menetapkan bagi makhluk sesuatu yang khusus dimiliki Allah berupa perbuatan, hak, dan shifat.

Pertama:
Seperti perbuatan orang yang melakukan kesyirikan dalam tauhid Rububiyah yang menyangka ada pencipta lain bersama Allah.

Kedua:
Seperti perbuatan kaum musyrikin terhadap berhala-berhala mereka, yang mana mereka menganggap berhala-berhala itu memiliki hak untuk diibadahi sehingga mereka menyembahnya seperti menyembah Allah ta’ala.

2. Menyerupakan Khaliq (Pencipta) dengan makhluk

Maksudnya ialah menetapkan bagi Allah dalam dzat-Nya atau Shifat-Nya berupa kekhususan-kekhususan seperti yang dimiliki makhluk. Seperti perkataan seseorang bahwa tangan Allah seperti tangan para makhluk 

๐Ÿ’ป Sumber:
Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ 

✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Mohon dikoreksi jika ada salah.

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

๐Ÿ“š BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah ๐Ÿ“š ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) ๐Ÿ—ฃ Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ูˆุฏู„ูŠู„ ุงู„ุฑุฌุงุก ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ : ูَู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ูŠَุฑْุฌُูˆุง ู„ِู‚َุงุกَ ุฑَุจِّู‡ِ ูَู„ْูŠَุนْู…َู„ْ ุนَู…َู„ุงً ุตَุงู„ِุญุงً ูˆَู„ุง ูŠُุดْุฑِูƒْ ุจِุนِุจَุงุฏَุฉِ ุฑَุจِّู‡ِ ุฃَุญَุฏุงً [ุณูˆุฑุฉ ุงู„ูƒู‡ู، ุงู„ุขูŠุฉ: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ ๐Ÿ“šPENJELASAN๐Ÿ“š Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

๐Ÿ“š BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah ๐Ÿ“š ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ูˆุฏู„ูŠู„ ุงู„ุฑุบุจุฉ ูˆุงู„ุฑู‡ุจุฉ ูˆุงู„ุฎุดูˆุน، ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: {ุฅِู†َّู‡ُู…ْ ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠُุณَุงุฑِุนُูˆู†َ ูِูŠ ุงู„ْุฎَูŠْุฑَุงุชِ ูˆَูŠَุฏْุนُูˆู†َู†َุง ุฑَุบَุจًุง ูˆَุฑَู‡َุจًุง ูˆَูƒَุงู†ُูˆุง ู„َู†َุง ุฎَุงุดِุนِูŠู†َ} ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุฃู†ุจูŠุงุก، ุงู„ุขูŠุฉ: ูฉู  Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ ๐Ÿ“šPENJELASAN๐Ÿ“š Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. ๐Ÿ‘ค Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ ๐Ÿ”ด  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah ๐Ÿ”ด ๐Ÿ”Š   Syaikh rahimahullah berkata : ุงู„ู‚ุงุนุฏุฉ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ุฃู† ุชุนู„ู… ุฃู†ّ ุงู„ูƒูّุงุฑ ุงู„ุฐูŠู† ู‚ุงุชู„ู‡ู… ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูŠُู‚ِุฑُّูˆู† ุจุฃู†ّ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ู‡ูˆ ุงู„ุฎุงู„ِู‚ ุงู„ู…ุฏุจِّุฑ، ูˆุฃู†ّ ุฐู„ูƒ ู„ู… ูŠُุฏْุฎِู„ْู‡ู… ููŠ ุงู„ุฅุณู„ุงู…، ูˆุงู„ุฏู„ูŠู„: ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: {ู‚ُู„ْ ู…َู†ْ ูŠَุฑْุฒُู‚ُูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุฃَู…َّู†ْ ูŠَู…ْู„ِูƒُ ุงู„ุณَّู…ْุนَ ูˆَุงู„ْุฃَุจْุตَุงุฑَ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุฎْุฑِุฌُ ุงู„ْุญَูŠَّ ู…ِู†ْ ุงู„ْู…َูŠِّุชِ ูˆَูŠُุฎْุฑِุฌُ ุงู„ْู…َูŠِّุชَ ู…ِู†ْ ุงู„ْุญَูŠِّ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุฏَุจِّุฑُ ุงู„ْุฃَู…ْุฑَ ูَุณَูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ุงู„ู„َّู‡ُ ูَู‚ُู„ْ ุฃَูَู„َุง ุชَุชَّู‚ُูˆู†َ}   (ูŠูˆู†ุณ:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: ู‚ُู„ْ ู…َู†ْ ูŠَุฑْุฒُู‚ُูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ...