๐ Materi Aqidah Wasithiyyah sesi 8 ๐
๐ฌ Matan ๐ฌ
ุจَْู ُูุคْู َُِููู ุจِุฃََّู ุงَููู {َْููุณَ َูู ِุซِِْูู ุดَْูุกٌ ََُููู ุงูุณَّู ِูุนُ ุงูุจَุตِูุฑُ} [ุงูุดูุฑู:11].
َููุงَ ََُْููููู ุนَُْูู ู َุง َูุตََู ุจِِู َْููุณَُู، َููุงَ ُูุญَุฑَُِّููู ุงَِْูููู َ ุนَู ู ََّูุงุถِุนِِู، َููุงَ ُْููุญِุฏَُูู ِูู ุฃَุณْู َุงุกِ ุงِููู ูุขَูุงุชِِู، َููุงَ ََُُِّูููููู َููุงَ ُูู َุซَُِّููู ุตَِูุงุชِِู ุจِุตَِูุงุชِ ุฎَِِْููู.
Akan tetapi, mereka (Ahlus sunnah wal jamaah) beriman bahwasanya ALLAH:
"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar dan Maha Melihat." (QS. Asy-Syura: 11)
Sehingga mereka tidak meniadakan dari ALLAH sifat-sifat yang Ia sifatkan untuk diri-Nya. Tidak pula menyimpangkan pembicaraan dari tempat yang semestinya.
Mereka tidak melakukan ilhad dalam nama-nama Allah dan ayat-ayat-Nya. Tidak pula membagaimanakan dan tidak pula memisalkan sifat-sifat-Nya dengan sifat-sifat makhluk-Nya.
๐ Penjelasan ๐
Ada beberapa tambahan penjelasan pada pembahasan sebelumnya diantaranya:
⭕ Jahmiyah menta'thil seluruh nama dan sifat Allah
⭕ Mu'tazilah menetapkan nama-nama Allah , tetapi menta'thil sifat-sifat Allah.
⭕ Kullabiyah menetapkan nama-nama Allah, tetapi menta'thil sifat-sifat fi'liyah dan menetapkan sifat dzatiyah.
⭕ Asy'ariyah hanya menetapkan 7 sifat-sifat Allah
⭕ Maturidiyah hanya menetapkan 8 sifat-sifat Allah
⭕ perbedaan Tahrif dan Ta'thil
๐ฅTahrif adalah meniadakan makna yang benar dan menggantinya dengan makna lain yang tidak benar.
๐ฅTa'thil adalah menghilangkan makna yang benar tanpa menggantinya dengan makna yang lain seperti perbuatan kelompok Mufawwidhah
Sekarang kita masuk pada pembahasan matan diatas
๐ Mengapa pada ayat yang disebutkan adalah sifat pendengaran dan penglihatan? Karena umumnya dua sifat ini terdapat pada manusia.
Dan Kaedah penting yang bisa kita ambil pada ayat diatas adalah Adanya kesamaan dalam penamaan , tidak menunjukkan kesamaan pada apa yang disamakan.
๐ Beberapa faedah yang bisa dipetik dari ayat diatas:
1. Bantahan untuk kelompok mumatstsilah pada ayat َْููุณَ َูู ِุซِِْูู ุดَْูุกٌ dan bantahan bagi kelompok mu'aththilah pada ayat ََُููู ุงูุณَّู ِูุนُ ุงูุจَุตِูุฑُ
2. Bantahan kepada orang yang menetapkan sebagian sifat dan mentakwil sebagian sifat.
3. Penetapan pendengaran dan penglihatan bagi Allah dan bantahan bagi orang yang menganggap pendengaran dan penglihatan Allah bermakna ilmu.
4. Kalau ada Nafyu dan itsbat maka Nafyu didahulukan kemudian itsbat sebagaimana pada rukun ูุง ุฅูู ุงูุง ุงููู
๐ Ucapan َููุงَ ُْููุญِุฏَُูู ِูู ุฃَุณْู َุงุกِ ุงِููู ูุขَูุงุชِِู، َููุงَ ََُُِّูููููู َููุงَ ُูู َุซَُِّููู ุตَِูุงุชِِู ุจِุตَِูุงุชِ ุฎَِِْููู.
๐ Penjelasan
Kata ilhad secara bahasa bermakna al mayl ( ุงูู ูู) dan al 'udul ( ุงูุนุฏูู) yaitu menyimpang dari sesuatu.
Dari kata inilah diambil kata al lahd dalam kuburan.
Sedangkan ilhad dalam nama dan ayat-ayat Allah adalah memalingkan dan membelokkan nama dan ayat-ayat-Nya dari hakikat sejatinya dan makna-maknanya yang shohih kepada makna yang bathil.
๐ Menurut Ibnul qoyyim al Jauziyah ุฑุญู ู ุงููู didalam kitab Bada'i at tafsir, beliau menyebutkan ada 5 jenis ilhad dalam nama-nama dan sifat-sifat Allah, yaitu :
1. Menamai berhala-berhala dengan nama tersebut , seperti menamai berhala dengan Latta yang diambil dari kata al ilahi, al uzza diambil dari kata al 'Aziz. Dan manat diambil dari kata al-mannan. Ini adalah ilhadnya kaum musyrikin.
2. Memberi nama-nama kepada Allah dengan nama-nama yang tidak pantas bagi-Nya seperti menamakan Allah dengan sebutan bapak yang dilakukan oleh orang Nasrani.
Kalangan ahli filsafat menamai-Nya dengan al muujib (yang mengharuskan) atau illat fa'ilah (penyebab yang pasti melakukan).
Ini adalah ilhadnya orang Nasrani dan filsafat.
3. Menyifati Allah dengan sifat-sifat kekurangan yang Allah sucikan darinya, seperti orang Yahudi mengatakan
ุฅَِّู ุงََّููู َِูููุฑٌ ََููุญُْู ุฃَุบَِْููุงุกُ
Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya (QS. Ali Imran : 181)
Ini adalah ilhadnya kaum yahudi.
4. Menolak makna dan hakikatnya seperti ucapan kelompok mu'aththilah bahwa nama-nama dan sifat itu hanya semata kata-kata yang tidak mengandung sifat dan tidak pula makna.
Ini adalah ilhadnya kaum mu'aththilah
5. Menyerupakan sifat-sifat-Nya dengan sifat makhluk seperti ucapan kaum mumatstsilah, "Tangan Allah seperti tanganku."
Ini adalah ilhadnya kaum Mumatstsilah
๐ป Sumber:
Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain ุญูุธู ุงููู
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Mohon dikoreksi jika ada salah.
๐ฌ Matan ๐ฌ
ุจَْู ُูุคْู َُِููู ุจِุฃََّู ุงَููู {َْููุณَ َูู ِุซِِْูู ุดَْูุกٌ ََُููู ุงูุณَّู ِูุนُ ุงูุจَุตِูุฑُ} [ุงูุดูุฑู:11].
َููุงَ ََُْููููู ุนَُْูู ู َุง َูุตََู ุจِِู َْููุณَُู، َููุงَ ُูุญَุฑَُِّููู ุงَِْูููู َ ุนَู ู ََّูุงุถِุนِِู، َููุงَ ُْููุญِุฏَُูู ِูู ุฃَุณْู َุงุกِ ุงِููู ูุขَูุงุชِِู، َููุงَ ََُُِّูููููู َููุงَ ُูู َุซَُِّููู ุตَِูุงุชِِู ุจِุตَِูุงุชِ ุฎَِِْููู.
Akan tetapi, mereka (Ahlus sunnah wal jamaah) beriman bahwasanya ALLAH:
"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia adalah Dzat yang Maha Mendengar dan Maha Melihat." (QS. Asy-Syura: 11)
Sehingga mereka tidak meniadakan dari ALLAH sifat-sifat yang Ia sifatkan untuk diri-Nya. Tidak pula menyimpangkan pembicaraan dari tempat yang semestinya.
Mereka tidak melakukan ilhad dalam nama-nama Allah dan ayat-ayat-Nya. Tidak pula membagaimanakan dan tidak pula memisalkan sifat-sifat-Nya dengan sifat-sifat makhluk-Nya.
๐ Penjelasan ๐
Ada beberapa tambahan penjelasan pada pembahasan sebelumnya diantaranya:
⭕ Jahmiyah menta'thil seluruh nama dan sifat Allah
⭕ Mu'tazilah menetapkan nama-nama Allah , tetapi menta'thil sifat-sifat Allah.
⭕ Kullabiyah menetapkan nama-nama Allah, tetapi menta'thil sifat-sifat fi'liyah dan menetapkan sifat dzatiyah.
⭕ Asy'ariyah hanya menetapkan 7 sifat-sifat Allah
⭕ Maturidiyah hanya menetapkan 8 sifat-sifat Allah
⭕ perbedaan Tahrif dan Ta'thil
๐ฅTahrif adalah meniadakan makna yang benar dan menggantinya dengan makna lain yang tidak benar.
๐ฅTa'thil adalah menghilangkan makna yang benar tanpa menggantinya dengan makna yang lain seperti perbuatan kelompok Mufawwidhah
Sekarang kita masuk pada pembahasan matan diatas
๐ Mengapa pada ayat yang disebutkan adalah sifat pendengaran dan penglihatan? Karena umumnya dua sifat ini terdapat pada manusia.
Dan Kaedah penting yang bisa kita ambil pada ayat diatas adalah Adanya kesamaan dalam penamaan , tidak menunjukkan kesamaan pada apa yang disamakan.
๐ Beberapa faedah yang bisa dipetik dari ayat diatas:
1. Bantahan untuk kelompok mumatstsilah pada ayat َْููุณَ َูู ِุซِِْูู ุดَْูุกٌ dan bantahan bagi kelompok mu'aththilah pada ayat ََُููู ุงูุณَّู ِูุนُ ุงูุจَุตِูุฑُ
2. Bantahan kepada orang yang menetapkan sebagian sifat dan mentakwil sebagian sifat.
3. Penetapan pendengaran dan penglihatan bagi Allah dan bantahan bagi orang yang menganggap pendengaran dan penglihatan Allah bermakna ilmu.
4. Kalau ada Nafyu dan itsbat maka Nafyu didahulukan kemudian itsbat sebagaimana pada rukun ูุง ุฅูู ุงูุง ุงููู
๐ Ucapan َููุงَ ُْููุญِุฏَُูู ِูู ุฃَุณْู َุงุกِ ุงِููู ูุขَูุงุชِِู، َููุงَ ََُُِّูููููู َููุงَ ُูู َุซَُِّููู ุตَِูุงุชِِู ุจِุตَِูุงุชِ ุฎَِِْููู.
๐ Penjelasan
Kata ilhad secara bahasa bermakna al mayl ( ุงูู ูู) dan al 'udul ( ุงูุนุฏูู) yaitu menyimpang dari sesuatu.
Dari kata inilah diambil kata al lahd dalam kuburan.
Sedangkan ilhad dalam nama dan ayat-ayat Allah adalah memalingkan dan membelokkan nama dan ayat-ayat-Nya dari hakikat sejatinya dan makna-maknanya yang shohih kepada makna yang bathil.
๐ Menurut Ibnul qoyyim al Jauziyah ุฑุญู ู ุงููู didalam kitab Bada'i at tafsir, beliau menyebutkan ada 5 jenis ilhad dalam nama-nama dan sifat-sifat Allah, yaitu :
1. Menamai berhala-berhala dengan nama tersebut , seperti menamai berhala dengan Latta yang diambil dari kata al ilahi, al uzza diambil dari kata al 'Aziz. Dan manat diambil dari kata al-mannan. Ini adalah ilhadnya kaum musyrikin.
2. Memberi nama-nama kepada Allah dengan nama-nama yang tidak pantas bagi-Nya seperti menamakan Allah dengan sebutan bapak yang dilakukan oleh orang Nasrani.
Kalangan ahli filsafat menamai-Nya dengan al muujib (yang mengharuskan) atau illat fa'ilah (penyebab yang pasti melakukan).
Ini adalah ilhadnya orang Nasrani dan filsafat.
3. Menyifati Allah dengan sifat-sifat kekurangan yang Allah sucikan darinya, seperti orang Yahudi mengatakan
ุฅَِّู ุงََّููู َِูููุฑٌ ََููุญُْู ุฃَุบَِْููุงุกُ
Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya (QS. Ali Imran : 181)
Ini adalah ilhadnya kaum yahudi.
4. Menolak makna dan hakikatnya seperti ucapan kelompok mu'aththilah bahwa nama-nama dan sifat itu hanya semata kata-kata yang tidak mengandung sifat dan tidak pula makna.
Ini adalah ilhadnya kaum mu'aththilah
5. Menyerupakan sifat-sifat-Nya dengan sifat makhluk seperti ucapan kaum mumatstsilah, "Tangan Allah seperti tanganku."
Ini adalah ilhadnya kaum Mumatstsilah
๐ป Sumber:
Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain ุญูุธู ุงููู
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Mohon dikoreksi jika ada salah.
Comments
Post a Comment