Skip to main content

BAGIAN 03 - Mempelajari Ilmu

📚 BAGIAN 03 - Mempelajari Ilmu 📚

#Lanjutan_materi

♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️

Penulis berkata,

الأولي: العلم.
وهو معرفة الله، ومعرفة نبيه، ومعرفة دين الإسلام بالأدلة..

(4 Permasalahan yang wajib dipelajari adalah:)

☝️Pertama: Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, dan mengenal agama Islam dengan dalilnya.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📚 PENJELASAN 📚

Kewajiban mempelajari empat permasalahan ini ada yang bersifat wajib 'ain dan ada juga yang wajib kifayah.

Adapun permasalahan pertama, yaitu berilmu :
✔ Mengenal Allah
✔ Mengenal Nabi-Nya
✔ dan Mengenal Agama Islam dengan Dalilnya

⚠️⚠️ adalah wajib 'ain, yakni wajib bagi setiap muslim untuk mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, dan mengenal agama Islam dengan dalil-dalilnya.

1 ▶️ Mengenal Allah adalah beriman kepada-Nya, kepada rububiyah-Nya, Uluhiyah-Nya, dan Nama juga sifat-sifat-Nya yang mulia.

❤ Ma'rifatullah (mengenal Allah)  عزوجل dengan hati.

Yakni sebuah pengenalan yang berkonsekwensi :

1. Menerima apa yang telah disyariatkan oleh Allah
2. Tunduk dan patuh kepada-Nya
3. Berhukum kepada syariat-Nya yang dibawa oleh Rasul-Nya Muhammad صلى الله عليه وسلم.

💡 Seorang hamba bisa mengenal Rabbnya dengan cara:

● Mengamati ayat-ayat syar'iyyah yang terdapat dalam kitabullah dan sunnah Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم,

● dan mengamati ayat-ayat kauniyah (tanda-tanda kekuasaan Allah pada alam semesta) yakni berupa para makhluk.

2 ▶️ Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam adalah beriman bahwa beliau adalah utusan Allah dan beriman dengan setiap khabar yang beliau sampaikan.

❤ Ma'rifatur rasul (mengenal rasul Allah)  Muhammad صلى الله عليه وسلم Yakni pengenalan yang mengharuskan adanya:

● Penerimaan terhadap apa yang beliau bawa berupa petunjuk dan agama yang benar.

● Membenarkan apa yang beliau kabarkan

● Menjalankan apa yang beliau perintahkan

● Menjauhi apa yang beliau larang dan beliau cela

● Berhukum dengan syariat beliau dan ridha dengan hukum beliau.

Allah عزوجل berfirman :
فلا وربك لا يؤمنمن حتى يحكموك فيما شجر بينهم ثم لا يجدوا في أنفسهم حرجا مما قضيت ويسلموا تسليما

"Maka demi Rabbmu, tidaklah mereka beriman sampai mereka menjadikanmu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya."
(QS.An-Nisa': 65)

Allah Azza wa Jalla juga berfirman :

فليحذر الذين يخالفون عن أمره أن تصيبهم فتنة أو بصببهم عذاب أليم

"Maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul merasa takut akan ditimpa fifnah atau ditimpa siksa yang pedih."
(QS.An-Nur: 63)

 🔊 Berkata Al-Imam Ahmad رحمه الله :

"Tahukah kamu apakah fitnah (pada ayat di atas)?
Fitnah yang dimaksud adalah SYIRIK, apabila seseorang menolak sebagian dari Rasul maka akan muncul di dalam hatinya sesuatu penyimpangan maka akan binasalah dia."

3 ▶️Mengenal agama Islam dengan dalil-dalilnya, yaitu bahwasanya Ibadah yang dilakukan oleh seseorang harus dibangun di atas dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan Para sahabatnya. Tidak boleh membuat tuntunan ibadah sendiri atau karena taklid terhadap tradisi orang tua.

💡💡 Disebutkan dalam sebuah kaedah, "Hukum Asal dari suatu ibadah adalah dilarang sampai ada dalil yang membolehkannya."

📣 Ungkapan penulis tentang 'mengenal agama Islam' yakni pengertian secara umum.

● Islam dengan pengertian umum yaitu:

Beribadah kepada Allah dengan apa yang telah disyariatkan, sejak Allah mengutus para rasul sampai hari kiamat.

Sebagaimana Allah Azza wa Jalla telah menyebutkan  hal itu dalam banyak ayat yang menunjukkan bahwa syariat-syariat terdahulu semuanya adalah ISLAM (ketundukan)  kepada Allah.

Allah ta'ala berfirman tentang Nabi Ibrahim:

ربنا واجعلنا مسلمين لك ومن ذريتنآ أمة مسلمة ل

"Wahai Rabb kami, jadikanlah kami berdua orang yang Islam (tunduk)  kepada Engkau dan jadikanlah di antara keturunan kami umat yang Islam/tunduk kepada-Mu." (QS.Al-Baqarah: 128)

● Sedangkan Islam dengan pengertian khusus setelah diutusnya Nabi صلى الله عليه وسلم adalah khusus untuk syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Sebab apa yang telah dibawa oleh Nabi صلى الله عليه وسلم menghapus seluruh syariat agama-agama sebelumnya.

✔ Sehingga orang yang mengikuti beliau disebut sebagai MUSLIM, dan orang yang menyelisihi beliau BUKAN seorang muslim.

✔Maka para pengikut rasul-rasul tersebut adalah orang-orang Islam di zaman rasul mereka.

✔Maka Yahudi adalah kaum muslimin di zaman Nabi Musa عليه السلام, dan orang-orang Nashrani adalah kaum muslimin di zaman Nabi Isa عليه السلام

⚠️⚠️⚠️🚫 Adapun setelah diutusnya Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, mereka mengingkari beliau, maka mereka bukan lagi sebagai orang-orang Islam.

Inilah Agama Islam, yaitu agama yang diterima di sisi Allah yang akan memberikan manfaat kepada pemeluknya.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

إن الدين عند الله الإسلام

"Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam." (QS.Al-Imran: 19)

🌐 📒 Adapun tentang

بِالْأَدِلَّةِ

"Berdasarkan dalil-dalil"

● Adillah adalah bentuk jamak dari dalil.

● Dalil adalah sesuatu yang menunjukkan yang dituju.

Dalil-dalil untuk mengetahui semua itu bisa berupa dalil SAM'IYYAH, dan 'AQLIYYAH.

💡 DALIL SAM'IYYAH  Adalah dalil yang ditetapkan dengan WAHYU yakni Kitabullah dan Sunnah.

💡 DALIL 'AQLIYYAH Adalah dalil yang ditetapkan dengan cara melihat dan memperhatikan.

Allah ta'ala banyak menyebutkan dalil jenis ini dalam Al-Qur'an. Betapa banyak ayat dimana Allah menyebutkan padanya 'Dan dari ayat-ayat-Nya'. Demikianlah konteks dalil-dalil 'aqliyyah' yang menunjukkan adanya Allah ta'ala.

➡️ CONTOH:

Mengenal Nabi صلى الله عليه وسلم dengan dalil sam'iyyah, yaitu ada pada firman Allah ta'ala:

محمد رسول الله، والذين معه ..

"Muhammad itu adalah Rasul Allah, dan orang-orang yang bersamanya adalah..." (QS.Al-Fath: 29)

Juga firman Allah ta'ala:

وما محمد إلا رسول قد خلت من قبله الرسل

"Dan tidaklah Muhammad itu kecuali hanya seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul." (QS.Al-Imran: 144)

➡️ Adapun mengenal Nabi صلى الله عليه وسلم dengan dalil 'AQLIYYAH yakni dengan melihat dan memperhatikan apa yang beliau bawa berupa mukjizat-mukjizat yang jelas. Yang terbesar adalah mukjizat AL-QUR'AN yang berisi berita-berita yang benar dan bermanfaat serta hukum-hukum yang mengandung kemaslahatan dan keadilan, juga dengan memperhatikan hal-hal yang terjadi pada diri beliau berupa peristiwa-peristiwa luar biasa, juga apa yang beliau khabarkan berupa perkara-perkara ghaib yang tidak ada sumbernya kecuali dari wahyu, dan juga dibenarka oleh fakta apa yang terjadi sesuai yang telah beliau khabarkan.

#bersambung In syaa ALLAH

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.

💻 Sumber :

1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan

✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...