Skip to main content

BAGIAN 06 - UCAPAN IMAM SYAFI'I

📚 BAGIAN 06 - UCAPAN IMAM SYAFI'I 📚

♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
🔊 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah berkata,

قال الشافعي رحمه الله : لَوْ مَا أَنْزَلَ اللهُ حُجَّةً عَلَى خَلْقِهِ إِلا هَذِهِ السورة لكفتهم

🔊 Berkata Al-Imam Asy-Syafi’i rohimahullah,
“Kalau seandainya Allah Azza wajalla tidak menurunkan hujjah kepada makhluk-Nya kecuali surat ini saja, niscaya (surat ini) sudah mencukupi mereka.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📚 PENJELASAN 📚

Pembahasan kali ini terbagi menjadi dua bagian:

▶️ A. Bagian Pertama: berisi biografi ringkas Al-Imam Asy-Syafi’i rohimahullah.

▶️ B. Bagian Kedua: berisi kandungan makna ucapan beliau rohimahullah.

⏩ Bagian Pertama ⏪
📖 Biografi Ringkas Al-Imam Asy-Syafi’i rohimahullah:

■ Nama Beliau

Abu 'Abdillah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’ al-Muttholibi al-Qurosyi. Beliau lahir di Ghuzzah pada tahun 150 H dan wafat di Mesir pada tahun 204 H.

■ Beliau masih satu nasab dengan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam. Karena kakek buyut beliau yang bernama Al-Muttholibi merupakan saudara kandung Hasyim yang merupakan kakek buyut Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam." (Lihat Siyar A'lam An-Nubala 10/6)

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menegaskan:
إِنَّمَا بَنُو الْمُطَّلِبُ وَبَنُو هَاشِمٌ شَيْءٌ وَاحِدٌ
“Sungguh anak keturunan Al-Muttholib dan anak keturunan Hasyim (masih) satu nasab.” (HR. Al-Bukhori no.3502)

■ Asy-Syafi’i termasuk Shighor Tabi’ut Tabi’in
Al-Hafizh Ibnu Hajar rohimahullah dalam kitabnya Taqribut Tahdzib (no.5717) menyebutkan bahwa beliau berada pada thobaqoh (tingkatan) ke-9. (yaitu termasuk “Shighor Tabi’ut Tabi’in”)

Sehingga beliau termasuk orang-orang yang direkomendasikan oleh Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam dengan kebaikan, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah yang semasa denganku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya (lagi).” (Muttafaqun ‘alaih, dari Shahabat Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu)

■ Beliau Termasuk Mujaddid (Pembaharu) Islam.
Maksudnya seorang (ulama) yang menjelaskan sunnah dari bid’ah, menyebarkan ilmu, dan menolong para Ulama, serta mengalahkan ahli bid’ah dan menghinakan mereka. (Lihat ‘Aunul Ma’bud 11/260)

☆(Yaitu) Ketika mayoritas manusia menyimpang dari jalan agama yang lurus.. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah (Vol.1- (2/247)

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا

“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla akan mengutus untuk umat ini seseorang yang (akan) memperbaharui agama mereka, pada setiap penghujung 100 tahun.” (HR. Abu Dawud no.4291, Al-Hakim dalam Al-Mustadrok no.8592 dan 8593. Dari shahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu)

Asy-Syaikh Al-Albani menshohihkan hadits ini dalam Shohih Al-Jami’ (no.1874)

🔰 Al-Imam Ahmad bin Hanbal Rohimahullah menjelaskan, bahwa pada penghujung 100 tahun pertama Allah Azza wa Jalla- memunculkan ‘Umar bin Abdul ‘Aziz (meninggal tahun 101 H) , kemudian pada 100 tahun kedua Allah Azza wa Jalla memunculkan Asy-Syafi’i (meninggal tahun 204 H). (lihat ‘Aunul Ma’bud 11/260 - 261)

🔊 Ucapan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam "Pada setiap penghujung 100 tahun" ada yg mengartikan pada setiap awal 100 tahun. Namun yg dipilih oleh penulis kitab 'Aunul Ma'bud adalah setiap akhir 100 tahun. Wallahu a'lam . (lihat 'Aunul Ma'bud 11/262)]

⏩ Bagian Kedua ⏪
🔊 Maksud Ucapan Imam Asy-Syafi’i

❎⛔ Jangan sampai kita memahami:
Bahwa, “Surat ini (sudah) cukup bagi makhluk-Nya, andaikata Allah tidak menurunkan selainnya.”

✔ Namun yang seharusnya kita katakan, “Surat ini sudah cukup sebagai hujjah (penuntut atau pembela) bagi makhluk-Nya (secara garis besar) , karena Allah Ta’ala telah menjelaskan sebab-sebab kebahagiaan dan kesengsaraan (di dalamnya).

⚠️🚫🔊 Sehingga pada hari kiamat nanti, tidak ada seorang pun yang mengatakan:

❔Saya tidak tahu sebab-sebab kebahagiaan {Sebab Sya'adah}, atau mengatakan

❔ Saya tidak tahu sebab-sebab kesengsaraan {Sebab Syaqowah}

Karena di dunia dia telah membaca surat yang ringkas dan pendek ini.

(Disadur dari Syarh Al-Ushul Ats-Tsalatsah (hal.24), karya Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan Hafizhohullah)

🔊 Syaikh 'Utsaimin berkata :

" Maksud ucapan Al-Imam Asy-Syafi'i yakni: Bahwa surat (Al-Ashr) tersebut sudah cukup bagi manusia untuk mendorong mereka dalam berpegang teguh kepada agama Allah dengan cara:
1. Beriman,
2. beramal shalih,
3. berdakwah untuk agama Allah, dan
4. bersabar atas semua itu.

Dan bukanlah maksud beliau, bahwa surat ini saja telah cukup bagi manusia dalam menjelaskan seluruh syariat."

(Disadur dari Syarh Al-Ushul Ats-Tsalatsah karya Asy-Syaikh Al 'Utsaimin Rohimahullah)

🔊 Syaikh bin Baz berkata saat menjelaskan perkataan Imam Syafi'i yakni :

" Surat ini sudah cukup sebagai motivasi bagi manusia untuk berpegang teguh dengan Al Haq dan menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan ALLAH ".

(Disadur dari Syarh Al-Ushul Ats-Tsalatsah karya Asy-Syaikh Bin Baz Rohimahullah)

❗❗ Sebagian Ulama menyatakan bahwa pernyataan ini tidak benar. Karena terdapat beberapa versi riwayat dari Asy-Syafi’i rohimahullah yang secara dhohir maknanya berbeda.

Namun di atas tadi kita telah baca bersama makna yang seharusnya kita pahami dari ucapan seorang Imam, seperti Asy-Syafi’i rohimahullah, hal ini karena menimbang kepercayaan kita kepada penukilnya, yaitu Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullahu Ta’ala.

Wallahu A’lamu bish showab

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.

#bersambung_ In syaa ALLAH

💻 Sumber :

1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan

✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...