๐BAGIAN 08-RISALAH KEDUA: ALLAH YANG MENCIPTAKAN๐
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
๐ Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah,
ุงุนَْูู ْ ุฑَุญِู ََู ุงُููู (1) ุฃَّูู َูุฌِุจُ ุนََูู ُِّูู ู ُุณِْูู ٍ َูู ُุณِْูู َุฉٍ ุชَุนَُّูู ُ ุซََูุงุซِ َูุฐِِู ุงูู َุณَุงุฆِِู َูุงูุนَู َُู ุจَِِّูู (2)،ุงูุฃَُููู : ุฃََّู ุงَููู ุฎََََูููุง (3)، ...
1. Ketahuilah semoga Allah merahmatimu,
2. Bahwasanya wajib bagi setiap muslim dan muslimah mempelajari tiga permasalahan berikut ini dan mengamalkannya;
3. Pertama : Bahwasanya Allah Ta’ala, Dia lah yang telah menciptakan kita... (bersambung).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐ PENJELASAN ๐
๐ ๐⏩ 1. Ucapan Asy-Syaikh rohimahullah:
๐ (Ketahuilah...) ุงุนَْูู ْ artinya pelajarilah baik-baik dan pahami apa yang akan disampaikan, kemudian yakinilah.
๐ท(Semoga Allah merahmatimu) ุฑَุญِู ََู ุงُููู adalah sebuah ucapan doa yang bisa dicontoh oleh para pengajar tatkala menyampaikan ilmu kepada anak didiknya, agar Allah Ta’ala menjauhkan mereka dari sifat keras, marah, dan kaku ketika menerima ilmu. Karena sifat-sifat tersebut bisa menghalangi masuknya ilmu.
๐ ๐⏩ 2. Ucapan Asy-Syaikh rohimahullah:
ุฃَّูู َูุฌِุจُ ุนََูู ُِّูู ู ُุณِْูู ٍ َูู ُุณِْูู َุฉٍ
(Bahwasanya wajib bagi setiap muslim dan muslimah...)
๐กPerlu kita ketahui bahwa yang namanya kewajiban adalah satu perkara yang harus dilakukan dan dikerjakan. Jika dikerjakan diberi tsawab (ganjaran pahala) dan jika ditinggalkan (berhak) mendapatkan hukuman (yang setimpal). Sebagaimana dijelaskan oleh para Ulama di bidang Ushul Fiqih.
๐ปSuatu Kewajiban bisa didapatkan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah. Termasuk di antaranya adalah kewajiban kaum muslimin untuk mengetahui dan meyakini tiga permasalahan yang akan dibawakan oleh Penulis rohimahullah.
‼️Sehingga perlu kita tekankan di sini, bahwa kewajiban yang dimaksud dalam ucapan Asy-Syaikh Rohimahullah bukan berasal dari beliau, namun dari sisi Allah ‘Azza waJalla, baik dalam Al-Qur'an maupun As-Sunnah.
๐Ucapan beliau Rohimahullah :
๐ฅ (Bagi setiap muslim dan muslimah) mencakup semua kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun budak (hamba sahaya).
๐ Ucapan beliau rohimahullah:
ุชَุนَُّูู ُ ุซََูุงุซِ َูุฐِِู ุงูู َุณَุงุฆِِู َูุงูุนَู َُู ุจَِِّูู
(Mempelajari Tiga Permasalahan) maksud kata “Mempelajari” adalah bertemu langsung dengan para ulama, menimba ilmu dari mereka, menghafal ilmu tersebut, memahami dengan benar dan mematangkannya. Itulah cara belajar yang benar.
✔Sehingga belajar yang benar bukan sekedar membaca atau menelaah kitab para Ulama, walaupun perkara tersebut terkadang dibutuhkan dan cukup membantu para penuntut ilmu, namun itu semua belum cukup.
❎ Pada kenyataannya mencukupkan diri hanya berguru kepada kitab-kitab para Ulama serta tidak mau duduk di majelis ilmu memiliki pengaruh yang sangat berbahaya.
๐Bagaimana tidak, Berbagai kerusakan pemahaman bisa muncul darinya.
๐Perasaan bahwa dirinya adalah seorang alim (yang serba tahu) juga bisa menghinggapinya, padahal sebetulnya dia masih jahil (atau belum tahu).
๐Orang yang seperti ini dikhawatirkan akan menghalalkan apa yang Allah haramkan atau mengharamkan apa yang Allah halalkan.
๐Orang yang seperti ini juga dikhawatirkan terjerumus ke dalam dosa 'Berbicara atas nama Allah tanpa ilmu'.
⚠️⚠️ Sehingga permasalahan ini sungguh sangat membahayakan.⚠️⚠️
๐ ๐⏩3. Ucapan Syaikh ุงูุฃَُููู : ุฃََّู ุงَููู ุฎََََูููุง
๐ Permasalahan Pertama:
(Permasalahan Pertama) yang dimaksud di atas adalah bagian pertama dari tiga permasalahan yang akan beliau rinci penjelasannya.
☝️ Yakni ุฃََّู ุงَููู ุฎََََูููุง Bahwasanya Allah Ta’ala, Dia lah yang telah menciptakan kita, yakni menjadikan kita ada setelah sebelumnya tidak ada.
✔Artinya kita semua sebelum diciptakan Allah Ta’ala belum ada wujudnya.
๐ Dalil yang menunjukkan bahwa Allah-lah yang telah menciptakan kita ada dua macam, yaitu:
1). Dalil sam'i (dalil naqli)
2). Dalil 'aqli
๐ 1. Adapun dalil sam'i, banyak sekali jumlahnya, di antaranya adalah firman Allah 'azza wa jalla,
{َُูู ุงَّูุฐِู ุฎَََُูููู ู ِّู ุทٍِูู ุซُู َّ َูุถَٰู ุฃَุฌًَูุง ۖ َูุฃَุฌٌَู ู ُّุณَู ًّู ุนِูุฏَُู ۖ ุซُู َّ ุฃَูุชُู ْ ุชَู ْุชَุฑَُูู} [ุงูุฃูุนุงู : 2]
"Dialah yang menciptakan kalian dari tanah, kemudian ditentukan ajal/kematian (kalian), dan ditentukan pula ajal (hari kiamat) yang hanya diketahui oleh-Nya, kemudian kalian masih saja ragu-ragu." (QS. Al-An'am: 2)
Dalil sam'i yang lain, firman Allah ta'ala,
{َََูููุฏْ ุฎَََْูููุงُูู ْ ุซُู َّ ุตََّูุฑَْูุงُูู ْ [ุงูุฃุนุฑุงู : 11]
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian, dan kami telah membentuk rupa kalian." (QS. Al-A'raf: 11)
Juga firman Allah ta'ala:
{َََูููุฏْ ุฎَََْูููุง ุงْูุฅِูุณَุงَู ู ِู ุตَْูุตَุงٍู ู ِّْู ุญَู َุฅٍ ู َّุณٍُْููู} [ุงูุญุฌุฑ : 26]
"Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (QS. Al-Hijr: 26)
Juga firman-Nya:
{َูู ِْู ุขَูุงุชِِู ุฃَْู ุฎَََُูููู ู ِّู ุชُุฑَุงุจٍ ุซُู َّ ุฅِุฐَุง ุฃَูุชُู ุจَุดَุฑٌ ุชَูุชَุดِุฑَُูู} [ุงูุฑูู : 20]
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia telah menciptakan kalian dari tanah, kemudian tiba-tiba kalian menjadi berkembang biak." (QS. Ar-Rum: 20)
Dan firman-Nya:
{ุฎَََูู ุงْูุฅِูุณَุงَู ู ِู ุตَْูุตَุงٍู َูุงَْููุฎَّุงุฑِ} [ุงูุฑุญู ู : 14]
"Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar." (QS. Ar-Rahman:14)
Serta firman-Nya:
{ุงَُّููู ุฎَุงُِูู ُِّูู ุดَْูุกٍ ۖ } [ุงูุฒู ุฑ : 62]
"Allah adalah pencipta segala sesuatu." (QS. Az-Zumar: 62)
Dan firman-Nya:
{َูุงَُّููู ุฎَََُูููู ْ َูู َุง ุชَุนْู ََُููู} [ุงูุตุงูุงุช : 96]
"Dan Allah-lah yang telah menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat." (QS. Ash-Shaffat: 96)
Juga firman-Nya:
{َูู َุง ุฎََْููุชُ ุงْูุฌَِّู َูุงْูุฅِูุณَ ุฅَِّูุง َِููุนْุจُุฏُِูู} [ุงูุฐุงุฑูุงุช : 56]
"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Serta berbagai ayat yang lainnya.
๐ 2. Adapun dalil 'aqli bahwa Allah-lah yang telah menciptakan kita, maka telah diisyaratkan dalam firman Allah:
{ุฃَู ْ ุฎُُِูููุง ู ِْู ุบَْูุฑِ ุดَْูุกٍ ุฃَู ْ ُูู ُ ุงْูุฎَุงَُِูููู} [ุงูุทูุฑ : 35]
"Apakah mereka telah diciptakan tanpa berasal dari sesuatu apapun, ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?" (QS. Ath-Thur: 35)
๐๐Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Rohimahullah menjelaskan,
Maka sesungguhnya manusia tidak bisa menciptakan dirinya sendiri, karena sebelum dirinya ada, dia dalam kondisi 'tidak ada' sehingga tidak bisa menciptakan apapun.
Juga bukan ayah atau ibunya yang telah menciptakannya, juga bukan salah satu dari kalangan makhluk.
Dan tidak pula dirinya ada dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakannya.
Karena setiap ciptaan harus ada yang menciptakannya.
Dan karena adanya semua makhluk ini berada di atas aturan alam yang sedemikian rupa tersusun rapi, sehingga tidak mungkin semesta alam ada dan terjadi dengan sendirinya.
Karena sesuatu yang ada dengan sendirinya pada asalnya tidak memiliki keteraturan, maka bagaimana mungkin bisa memiliki keteraturan pada fase kehidupan selanjutnya dan juga perkembangannya?
⚠️ Maka, karena itulah bisa dipastikan bahwa Sang Pencipta adalah Allah satu-satunya, maka tidak ada lagi pencipta maupun yang berkuasa memerintah kecuali Allah ⚠️
Allah ta'ala berfirman:
{ุฃََูุง َُูู ุงْูุฎَُْูู َูุงْูุฃَู ْุฑُ ۗ } [ุงูุฃุนุฑุงู : 54]
"Ketahuilah, mencipta dan memerintah hanyalah milik Allah." (QS. Al-A'raf: 54)
☝️Inilah yang dinamakan RUBUBIYAH ALLAH, yakni:
meyakini kekuasaan Allah dalam MENCIPTA DAN MENGATUR semesta alam.☝️
⛔ Dan tidak pernah diketahui ada seorang yang mengingkari RUBUBIYAH Allah ta'ala, kecuali dalam keadaan orang tersebut sombong (takabur) seperti yang terjadi pada Fir'aun.
Dan ketika sahabat Jubair bin Muth'im mendengarkan Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู membaca surat Ath-Thur sampai pada ayat:
{ุฃَู ْ ุฎُُِูููุง ู ِْู ุบَْูุฑِ ุดَْูุกٍ ุฃَู ْ ُูู ُ ุงْูุฎَุงَُِูููู* ุฃَู ْ ุฎََُูููุง ุงูุณَّู َุงَูุงุชِ َูุงْูุฃَุฑْุถَ ۚ ุจَู َّูุง َُُِูููููู* ุฃَู ْ ุนِูุฏَُูู ْ ุฎَุฒَุงุฆُِู ุฑَุจَِّู ุฃَู ْ ُูู ُ ุงْูู ُุตَْูุทِุฑَُูู} [ุงูุทูุฑ : 37-35]
"Apakah mereka diciptakan tanpa berasal dari sesuatu apapun, ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka yang menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka terdapat perbendaharaan Rabbmu atau apakah mereka yang berkuasa?" (QS. Ath-Thur:35-37)
Ketika itu Jubair bin Muth'im masih musyrik, ketika mendengar ayat tersebut, dia berkata, "Hampir saja hatiku terbang, dan itulah awal pertama kali menetapnya keimanan di dalam hatiku."
๐ (Lihat “Syarah Tsalatsatil Ushul” Syarah Syaikh 'Utsaimin )
ุงََُّูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ุฃَْู ุฃُุดْุฑَِู ุจَِู َูุฃََูุง ุฃَุนَْูู ُ، َูุฃَุณْุชَุบِْูุฑَُู ِูู َุง ูุงَ ุฃَุนَْูู ُ
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
๐ป Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
๐ Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah,
ุงุนَْูู ْ ุฑَุญِู ََู ุงُููู (1) ุฃَّูู َูุฌِุจُ ุนََูู ُِّูู ู ُุณِْูู ٍ َูู ُุณِْูู َุฉٍ ุชَุนَُّูู ُ ุซََูุงุซِ َูุฐِِู ุงูู َุณَุงุฆِِู َูุงูุนَู َُู ุจَِِّูู (2)،ุงูุฃَُููู : ุฃََّู ุงَููู ุฎََََูููุง (3)، ...
1. Ketahuilah semoga Allah merahmatimu,
2. Bahwasanya wajib bagi setiap muslim dan muslimah mempelajari tiga permasalahan berikut ini dan mengamalkannya;
3. Pertama : Bahwasanya Allah Ta’ala, Dia lah yang telah menciptakan kita... (bersambung).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐ PENJELASAN ๐
๐ ๐⏩ 1. Ucapan Asy-Syaikh rohimahullah:
๐ (Ketahuilah...) ุงุนَْูู ْ artinya pelajarilah baik-baik dan pahami apa yang akan disampaikan, kemudian yakinilah.
๐ท(Semoga Allah merahmatimu) ุฑَุญِู ََู ุงُููู adalah sebuah ucapan doa yang bisa dicontoh oleh para pengajar tatkala menyampaikan ilmu kepada anak didiknya, agar Allah Ta’ala menjauhkan mereka dari sifat keras, marah, dan kaku ketika menerima ilmu. Karena sifat-sifat tersebut bisa menghalangi masuknya ilmu.
๐ ๐⏩ 2. Ucapan Asy-Syaikh rohimahullah:
ุฃَّูู َูุฌِุจُ ุนََูู ُِّูู ู ُุณِْูู ٍ َูู ُุณِْูู َุฉٍ
(Bahwasanya wajib bagi setiap muslim dan muslimah...)
๐กPerlu kita ketahui bahwa yang namanya kewajiban adalah satu perkara yang harus dilakukan dan dikerjakan. Jika dikerjakan diberi tsawab (ganjaran pahala) dan jika ditinggalkan (berhak) mendapatkan hukuman (yang setimpal). Sebagaimana dijelaskan oleh para Ulama di bidang Ushul Fiqih.
๐ปSuatu Kewajiban bisa didapatkan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah. Termasuk di antaranya adalah kewajiban kaum muslimin untuk mengetahui dan meyakini tiga permasalahan yang akan dibawakan oleh Penulis rohimahullah.
‼️Sehingga perlu kita tekankan di sini, bahwa kewajiban yang dimaksud dalam ucapan Asy-Syaikh Rohimahullah bukan berasal dari beliau, namun dari sisi Allah ‘Azza waJalla, baik dalam Al-Qur'an maupun As-Sunnah.
๐Ucapan beliau Rohimahullah :
๐ฅ (Bagi setiap muslim dan muslimah) mencakup semua kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun budak (hamba sahaya).
๐ Ucapan beliau rohimahullah:
ุชَุนَُّูู ُ ุซََูุงุซِ َูุฐِِู ุงูู َุณَุงุฆِِู َูุงูุนَู َُู ุจَِِّูู
(Mempelajari Tiga Permasalahan) maksud kata “Mempelajari” adalah bertemu langsung dengan para ulama, menimba ilmu dari mereka, menghafal ilmu tersebut, memahami dengan benar dan mematangkannya. Itulah cara belajar yang benar.
✔Sehingga belajar yang benar bukan sekedar membaca atau menelaah kitab para Ulama, walaupun perkara tersebut terkadang dibutuhkan dan cukup membantu para penuntut ilmu, namun itu semua belum cukup.
❎ Pada kenyataannya mencukupkan diri hanya berguru kepada kitab-kitab para Ulama serta tidak mau duduk di majelis ilmu memiliki pengaruh yang sangat berbahaya.
๐Bagaimana tidak, Berbagai kerusakan pemahaman bisa muncul darinya.
๐Perasaan bahwa dirinya adalah seorang alim (yang serba tahu) juga bisa menghinggapinya, padahal sebetulnya dia masih jahil (atau belum tahu).
๐Orang yang seperti ini dikhawatirkan akan menghalalkan apa yang Allah haramkan atau mengharamkan apa yang Allah halalkan.
๐Orang yang seperti ini juga dikhawatirkan terjerumus ke dalam dosa 'Berbicara atas nama Allah tanpa ilmu'.
⚠️⚠️ Sehingga permasalahan ini sungguh sangat membahayakan.⚠️⚠️
๐ ๐⏩3. Ucapan Syaikh ุงูุฃَُููู : ุฃََّู ุงَููู ุฎََََูููุง
๐ Permasalahan Pertama:
(Permasalahan Pertama) yang dimaksud di atas adalah bagian pertama dari tiga permasalahan yang akan beliau rinci penjelasannya.
☝️ Yakni ุฃََّู ุงَููู ุฎََََูููุง Bahwasanya Allah Ta’ala, Dia lah yang telah menciptakan kita, yakni menjadikan kita ada setelah sebelumnya tidak ada.
✔Artinya kita semua sebelum diciptakan Allah Ta’ala belum ada wujudnya.
๐ Dalil yang menunjukkan bahwa Allah-lah yang telah menciptakan kita ada dua macam, yaitu:
1). Dalil sam'i (dalil naqli)
2). Dalil 'aqli
๐ 1. Adapun dalil sam'i, banyak sekali jumlahnya, di antaranya adalah firman Allah 'azza wa jalla,
{َُูู ุงَّูุฐِู ุฎَََُูููู ู ِّู ุทٍِูู ุซُู َّ َูุถَٰู ุฃَุฌًَูุง ۖ َูุฃَุฌٌَู ู ُّุณَู ًّู ุนِูุฏَُู ۖ ุซُู َّ ุฃَูุชُู ْ ุชَู ْุชَุฑَُูู} [ุงูุฃูุนุงู : 2]
"Dialah yang menciptakan kalian dari tanah, kemudian ditentukan ajal/kematian (kalian), dan ditentukan pula ajal (hari kiamat) yang hanya diketahui oleh-Nya, kemudian kalian masih saja ragu-ragu." (QS. Al-An'am: 2)
Dalil sam'i yang lain, firman Allah ta'ala,
{َََูููุฏْ ุฎَََْูููุงُูู ْ ุซُู َّ ุตََّูุฑَْูุงُูู ْ [ุงูุฃุนุฑุงู : 11]
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian, dan kami telah membentuk rupa kalian." (QS. Al-A'raf: 11)
Juga firman Allah ta'ala:
{َََูููุฏْ ุฎَََْูููุง ุงْูุฅِูุณَุงَู ู ِู ุตَْูุตَุงٍู ู ِّْู ุญَู َุฅٍ ู َّุณٍُْููู} [ุงูุญุฌุฑ : 26]
"Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (QS. Al-Hijr: 26)
Juga firman-Nya:
{َูู ِْู ุขَูุงุชِِู ุฃَْู ุฎَََُูููู ู ِّู ุชُุฑَุงุจٍ ุซُู َّ ุฅِุฐَุง ุฃَูุชُู ุจَุดَุฑٌ ุชَูุชَุดِุฑَُูู} [ุงูุฑูู : 20]
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia telah menciptakan kalian dari tanah, kemudian tiba-tiba kalian menjadi berkembang biak." (QS. Ar-Rum: 20)
Dan firman-Nya:
{ุฎَََูู ุงْูุฅِูุณَุงَู ู ِู ุตَْูุตَุงٍู َูุงَْููุฎَّุงุฑِ} [ุงูุฑุญู ู : 14]
"Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar." (QS. Ar-Rahman:14)
Serta firman-Nya:
{ุงَُّููู ุฎَุงُِูู ُِّูู ุดَْูุกٍ ۖ } [ุงูุฒู ุฑ : 62]
"Allah adalah pencipta segala sesuatu." (QS. Az-Zumar: 62)
Dan firman-Nya:
{َูุงَُّููู ุฎَََُูููู ْ َูู َุง ุชَุนْู ََُููู} [ุงูุตุงูุงุช : 96]
"Dan Allah-lah yang telah menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat." (QS. Ash-Shaffat: 96)
Juga firman-Nya:
{َูู َุง ุฎََْููุชُ ุงْูุฌَِّู َูุงْูุฅِูุณَ ุฅَِّูุง َِููุนْุจُุฏُِูู} [ุงูุฐุงุฑูุงุช : 56]
"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Serta berbagai ayat yang lainnya.
๐ 2. Adapun dalil 'aqli bahwa Allah-lah yang telah menciptakan kita, maka telah diisyaratkan dalam firman Allah:
{ุฃَู ْ ุฎُُِูููุง ู ِْู ุบَْูุฑِ ุดَْูุกٍ ุฃَู ْ ُูู ُ ุงْูุฎَุงَُِูููู} [ุงูุทูุฑ : 35]
"Apakah mereka telah diciptakan tanpa berasal dari sesuatu apapun, ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?" (QS. Ath-Thur: 35)
๐๐Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Rohimahullah menjelaskan,
Maka sesungguhnya manusia tidak bisa menciptakan dirinya sendiri, karena sebelum dirinya ada, dia dalam kondisi 'tidak ada' sehingga tidak bisa menciptakan apapun.
Juga bukan ayah atau ibunya yang telah menciptakannya, juga bukan salah satu dari kalangan makhluk.
Dan tidak pula dirinya ada dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakannya.
Karena setiap ciptaan harus ada yang menciptakannya.
Dan karena adanya semua makhluk ini berada di atas aturan alam yang sedemikian rupa tersusun rapi, sehingga tidak mungkin semesta alam ada dan terjadi dengan sendirinya.
Karena sesuatu yang ada dengan sendirinya pada asalnya tidak memiliki keteraturan, maka bagaimana mungkin bisa memiliki keteraturan pada fase kehidupan selanjutnya dan juga perkembangannya?
⚠️ Maka, karena itulah bisa dipastikan bahwa Sang Pencipta adalah Allah satu-satunya, maka tidak ada lagi pencipta maupun yang berkuasa memerintah kecuali Allah ⚠️
Allah ta'ala berfirman:
{ุฃََูุง َُูู ุงْูุฎَُْูู َูุงْูุฃَู ْุฑُ ۗ } [ุงูุฃุนุฑุงู : 54]
"Ketahuilah, mencipta dan memerintah hanyalah milik Allah." (QS. Al-A'raf: 54)
☝️Inilah yang dinamakan RUBUBIYAH ALLAH, yakni:
meyakini kekuasaan Allah dalam MENCIPTA DAN MENGATUR semesta alam.☝️
⛔ Dan tidak pernah diketahui ada seorang yang mengingkari RUBUBIYAH Allah ta'ala, kecuali dalam keadaan orang tersebut sombong (takabur) seperti yang terjadi pada Fir'aun.
Dan ketika sahabat Jubair bin Muth'im mendengarkan Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู membaca surat Ath-Thur sampai pada ayat:
{ุฃَู ْ ุฎُُِูููุง ู ِْู ุบَْูุฑِ ุดَْูุกٍ ุฃَู ْ ُูู ُ ุงْูุฎَุงَُِูููู* ุฃَู ْ ุฎََُูููุง ุงูุณَّู َุงَูุงุชِ َูุงْูุฃَุฑْุถَ ۚ ุจَู َّูุง َُُِูููููู* ุฃَู ْ ุนِูุฏَُูู ْ ุฎَุฒَุงุฆُِู ุฑَุจَِّู ุฃَู ْ ُูู ُ ุงْูู ُุตَْูุทِุฑَُูู} [ุงูุทูุฑ : 37-35]
"Apakah mereka diciptakan tanpa berasal dari sesuatu apapun, ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka yang menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka terdapat perbendaharaan Rabbmu atau apakah mereka yang berkuasa?" (QS. Ath-Thur:35-37)
Ketika itu Jubair bin Muth'im masih musyrik, ketika mendengar ayat tersebut, dia berkata, "Hampir saja hatiku terbang, dan itulah awal pertama kali menetapnya keimanan di dalam hatiku."
๐ (Lihat “Syarah Tsalatsatil Ushul” Syarah Syaikh 'Utsaimin )
ุงََُّูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ุฃَْู ุฃُุดْุฑَِู ุจَِู َูุฃََูุง ุฃَุนَْูู ُ، َูุฃَุณْุชَุบِْูุฑَُู ِูู َุง ูุงَ ุฃَุนَْูู ُ
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
๐ป Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Comments
Post a Comment