📚 BAGIAN 09 - ALLAH YANG MEMBERI REZEKI KEPADA MAKHLUK 📚
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
🔊 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah mengatakan:
وَ رَزَقَنَا ، ...
Dan (Dia lah Allah) yang telah memberikan rezeki kepada kita.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📚 PENJELASAN: 📚
Pada kesempatan kali ini, Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menerangkan kepada kita bahwa Pemberi rezeki yang memberikan rezeki kepada semua makhluk termasuk kita –umat manusia-; adalah Allah ‘Azza waJalla.
✔Hal ini harus diyakini oleh setiap muslim dan muslimah.✔
📖 Didalam syarahnya yakni Syarah kitab Tsalatsatul Ushul, Asy-Syaikh ‘Utsaimin Rohimahullah menjelaskan bahwa dalil-dalil dari Al-Qur'an tentang permasalahan ini cukup banyak, di antaranya:
🔵 Allah berfirman,
إن الله هو الرزاق ذوا القوة المتين
"Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Pemberi Rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh." (QS. Adz-Dzariyat: 58)
🔵 Allah ta'ala juga berfirman,
قل من يرزقكم من السموت والأرض، قل الله
"Katakanlah siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi? katakanlah, Allah." (QS. Saba: 24)
🔵 Dan firman-Nya:
قل من يرزقكم من السماء والأرض أمن يملك السمع والأبصىر ومن يخرج الحي من الميت ويخرج الميت من الحي ومن يدبر الأمر، فسيقولون الله
"Katakanlah, siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa menciptakan pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab, Allah." (QS. Yunus: 31)
Ayat-ayat yang dalam hal ini masih banyak lagi.
🔵 Adapun dalil dari As-Sunnah:
Di antaranya adalah sabda Nabi صلى الله عليه وسلم tentang janin. Seorang malaikat diutus kepadanya, lalu diperintahkan untuk mencatat empat takdirnya, yaitu mencatat:
☑1. Rezekinya
☑2. Ajalnya
☑3. Amalnya
☑4. Hidupnya sebagai orang yang sengsara ataukah bahagia.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قالَ: حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ: إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ، فَوَاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ غُيْرُهُ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)
Dari Abu ‘Abdir-Rahman ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan kepada kami, dan beliau adalah ash-Shadiqul Mashduq (orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya), beliau bersabda,”Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya. Maka demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dengan itu ia memasukinya. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka dengan itu ia memasukinya”. [Diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim]
🔎 Silahkan merujuk di kitab Arba'in An Nawawi, hadits ke empat.
🔵 Adapun dalil 'aqli, yang menunjukkan bahwa Allah yang memberi rezeki kepada kita adalah, bahwa kita tidak bisa hidup kecuali harus makan dan minum, sementara makanan dan minuman diciptakan oleh Allah ta'ala, sebagaimana firman Allah ta'ala,
أفرأيتم ما تخرجون. ءأنتم تزرعونه أم نحن الزرعون. لو نشآء لجعلنه حطما فظلتم تفكهون . إنا لمغرمون. بل نحن محرومون. أفرأيتم المآء الذي تشربون. ءأنتم أنزلتموه من المزن أم نحن المنزلون. لو نشآؤ جعلنه أجاجا فلولا تشكرون
"Maka terangkanlah kepada-Ku apa yang kalian tanam. Apakah kalian yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkannya? Kalau Kami menghendaki, benar-benar akan kami jadikan ia kering dan hancur, maka kalian menjadi tercengang (sambil berkata), "Sesungguhnya kami benar-benar mengalami kerugian. Bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apapun." Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kalian minum. Apakah kalian yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan? Kalau saja Kami kehendaki niscaya Kami jadikan ia terasa asin, maka mengapa kalian tidak mau bersyukur?" (QS. Al-Waqi'ah: 63-70)
Di dalam ayat-ayat tersebut terdapat penjelasan bahwa rezeki kita yang berupa makanan dan minuman adalah dari sisi Allah ta'ala.
⚠️ Oleh karena itu, hendaknya karunia tersebut bisa membantu kita untuk melakukan kewajiban yang telah digariskan menjadi tujuan penciptaan kita, yaitu beribadah hanya kepada Allah Subhanahu waTa’ala.” (Lihat Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah karya: Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan Hafizhohullah).
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
🔊 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah mengatakan:
وَ رَزَقَنَا ، ...
Dan (Dia lah Allah) yang telah memberikan rezeki kepada kita.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📚 PENJELASAN: 📚
Pada kesempatan kali ini, Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menerangkan kepada kita bahwa Pemberi rezeki yang memberikan rezeki kepada semua makhluk termasuk kita –umat manusia-; adalah Allah ‘Azza waJalla.
✔Hal ini harus diyakini oleh setiap muslim dan muslimah.✔
📖 Didalam syarahnya yakni Syarah kitab Tsalatsatul Ushul, Asy-Syaikh ‘Utsaimin Rohimahullah menjelaskan bahwa dalil-dalil dari Al-Qur'an tentang permasalahan ini cukup banyak, di antaranya:
🔵 Allah berfirman,
إن الله هو الرزاق ذوا القوة المتين
"Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Pemberi Rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh." (QS. Adz-Dzariyat: 58)
🔵 Allah ta'ala juga berfirman,
قل من يرزقكم من السموت والأرض، قل الله
"Katakanlah siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi? katakanlah, Allah." (QS. Saba: 24)
🔵 Dan firman-Nya:
قل من يرزقكم من السماء والأرض أمن يملك السمع والأبصىر ومن يخرج الحي من الميت ويخرج الميت من الحي ومن يدبر الأمر، فسيقولون الله
"Katakanlah, siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa menciptakan pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab, Allah." (QS. Yunus: 31)
Ayat-ayat yang dalam hal ini masih banyak lagi.
🔵 Adapun dalil dari As-Sunnah:
Di antaranya adalah sabda Nabi صلى الله عليه وسلم tentang janin. Seorang malaikat diutus kepadanya, lalu diperintahkan untuk mencatat empat takdirnya, yaitu mencatat:
☑1. Rezekinya
☑2. Ajalnya
☑3. Amalnya
☑4. Hidupnya sebagai orang yang sengsara ataukah bahagia.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قالَ: حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ: إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ، فَوَاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ غُيْرُهُ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)
Dari Abu ‘Abdir-Rahman ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan kepada kami, dan beliau adalah ash-Shadiqul Mashduq (orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya), beliau bersabda,”Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya. Maka demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dengan itu ia memasukinya. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka dengan itu ia memasukinya”. [Diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim]
🔎 Silahkan merujuk di kitab Arba'in An Nawawi, hadits ke empat.
🔵 Adapun dalil 'aqli, yang menunjukkan bahwa Allah yang memberi rezeki kepada kita adalah, bahwa kita tidak bisa hidup kecuali harus makan dan minum, sementara makanan dan minuman diciptakan oleh Allah ta'ala, sebagaimana firman Allah ta'ala,
أفرأيتم ما تخرجون. ءأنتم تزرعونه أم نحن الزرعون. لو نشآء لجعلنه حطما فظلتم تفكهون . إنا لمغرمون. بل نحن محرومون. أفرأيتم المآء الذي تشربون. ءأنتم أنزلتموه من المزن أم نحن المنزلون. لو نشآؤ جعلنه أجاجا فلولا تشكرون
"Maka terangkanlah kepada-Ku apa yang kalian tanam. Apakah kalian yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkannya? Kalau Kami menghendaki, benar-benar akan kami jadikan ia kering dan hancur, maka kalian menjadi tercengang (sambil berkata), "Sesungguhnya kami benar-benar mengalami kerugian. Bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apapun." Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kalian minum. Apakah kalian yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan? Kalau saja Kami kehendaki niscaya Kami jadikan ia terasa asin, maka mengapa kalian tidak mau bersyukur?" (QS. Al-Waqi'ah: 63-70)
Di dalam ayat-ayat tersebut terdapat penjelasan bahwa rezeki kita yang berupa makanan dan minuman adalah dari sisi Allah ta'ala.
⚠️ Oleh karena itu, hendaknya karunia tersebut bisa membantu kita untuk melakukan kewajiban yang telah digariskan menjadi tujuan penciptaan kita, yaitu beribadah hanya kepada Allah Subhanahu waTa’ala.” (Lihat Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah karya: Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan Hafizhohullah).
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Comments
Post a Comment