๐ BAGIAN 10 - ALLAH TIDAK MEMBIARKAN KITA BEGITU SAJA ๐
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
๐ Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
ََููู ْ َูุชْุฑَُْููุง َูู َูุง ،...
Dan Dia (yaitu Allah Ta’ala) tidak membiarkan kita begitu saja.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐PENJELASAN๐
ALLAH menciptakan makhluk-Nya terutama manusia, bukanlah tanpa tujuan dan begitu saja.
Ada 2 macam dalil yang menjelaskan hal ini yakni :
1. Dalil sam'iyyah
2. Dan dalil 'aqliyyah
๐ก 1. Adapun dalil SAM'IYYAH, di antaranya firman Allah ta'ala,
{ุฃََูุญَุณِุจْุชُู ْ ุฃََّูู َุง ุฎَََْูููุงُูู ْ ุนَุจَุซًุง َูุฃََُّููู ْ ุฅََِْูููุง َูุง ุชُุฑْุฌَุนَُูู * َูุชَุนَุงَูู ุงَُّููู ุงْูู َُِูู ุงْูุญَُّู ۖ َูุง ุฅََِٰูู ุฅَِّูุง َُูู ุฑَุจُّ ุงْูุนَุฑْุดِ ุงَْููุฑِูู ِ} [ุงูู ุคู ููู : 115-116]
"Maka apakah kalian mengira, bahwasanya Kami menciptakan kalian secara main-main, dan bahwa kalian tidak dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya, yang tidak ada sesembahan yang benar selain Dia. Rabb (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia." (QS. Al-Mu`minun:115-116)
Juga firman Allah Ta’ala di dalam surat Al-Qiyamah ayat 36, yang berbunyi;
ุฃََูุญْุณَุจُ ุงْูุฅِْูุณَุงُู ุฃَْู ُูุชْุฑََู ุณُุฏًู
“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja.”
⚠️ Karena makna kata “Sudan” di dalam ayat tersebut sama dengan makna kata “Hamalan”, sebagaimana dijelaskan oleh Shahabat Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhuma. 》[Lihat Tafsir Ath-Thobari 24/83]
๐ต Zhohir makna ayat 36 surah Al Qiyamah tersebut mencakup dua keadaan manusia;
⏩ Keadaan Pertama: Di dunia; tidak dibiarkan tanpa perintah dan tanpa larangan, (Sebagaimana penafsiran dari Imam Mujahid dan Asy-Syafi’i).
⏩ Keadaan Kedua; Di kuburannya; tidak dibiarkan (begitu saja menjadi tanah) tanpa dibangkitkan, (Sebagaimana penafsiran dari Imam As-Suddiy). 》[Lihat Tafsir Ibnu Katsir 8/283]
๐ Asy-Syaikh Al-Fauzan Hafizhohullah menjelaskan, bahwasanya ada hikmah yang agung tatkala Allah Ta’ala menciptakan kita -umat manusia-, termasuk (tatkala menciptakan) rezeki dan kemampuan untuk mengaisnya.
☝️Hikmah tersebut adalah agar kita beribadah (hanya) kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:
َูู َุง ุฎََْููุชُ ุงْูุฌَِّู َูุงْูุฅِْูุณَ ุฅَِّูุง َِููุนْุจُุฏُِูู (56)
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah (hanya) kepada-Ku (56).” [Adz-Dzariyat:56] 》[Lihat Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah ]
๐ทArtinya Allah ‘Azza waJalla menciptakan kita dan memberikan rezeki-Nya kepada kita bukan untuk main-main atau suatu perkara yang sia-sia. Namun untuk perkara yang agung yaitu; beribadah kepada-Nya, taat dalam menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
❤ Karena Ibadah adalah taat kepada Allah, dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Katsir Rohimahullah. 》[Lihat Fathul Majid hal.14]
๐ก 2. DALIL 'AQLI:
๐๐ซ Apabila adanya manusia hanya untuk hidup dan bersenang-senang saja sebagaimana bersenang-senangnya binatang lalu kemudian mati tanpa kebangkitan dan tanpa hisab (perhitungan amal), maka ini merupakan perkara yang tidak sesuai dengan HIKMAH Allah azza wa jalla, bahkan kalau begitu maka hal ini merupakan perkara yang murni hanya main-main.
Tidak mungkin Allah menciptakan khalifah ini (manusia) lalu mengutus para Rasul kepadanya, kemudian membolehkan kita untuk menumpahkan darah para penentang dan pembangkang terhadap para rasul ุนูููู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู , kemudian sia-sia tanpa ada balasan pahala.
Ini MUSTAHIL melihat HIKMAH Allah azza wa jalla [Syarah Syaikh 'Utsaimin]
ุงََُّูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ุฃَْู ุฃُุดْุฑَِู ุจَِู َูุฃََูุง ุฃَุนَْูู ُ، َูุฃَุณْุชَุบِْูุฑَُู ِูู َุง ูุงَ ุฃَุนَْูู ُ
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
๐ป Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
๐ Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
ََููู ْ َูุชْุฑَُْููุง َูู َูุง ،...
Dan Dia (yaitu Allah Ta’ala) tidak membiarkan kita begitu saja.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐PENJELASAN๐
ALLAH menciptakan makhluk-Nya terutama manusia, bukanlah tanpa tujuan dan begitu saja.
Ada 2 macam dalil yang menjelaskan hal ini yakni :
1. Dalil sam'iyyah
2. Dan dalil 'aqliyyah
๐ก 1. Adapun dalil SAM'IYYAH, di antaranya firman Allah ta'ala,
{ุฃََูุญَุณِุจْุชُู ْ ุฃََّูู َุง ุฎَََْูููุงُูู ْ ุนَุจَุซًุง َูุฃََُّููู ْ ุฅََِْูููุง َูุง ุชُุฑْุฌَุนَُูู * َูุชَุนَุงَูู ุงَُّููู ุงْูู َُِูู ุงْูุญَُّู ۖ َูุง ุฅََِٰูู ุฅَِّูุง َُูู ุฑَุจُّ ุงْูุนَุฑْุดِ ุงَْููุฑِูู ِ} [ุงูู ุคู ููู : 115-116]
"Maka apakah kalian mengira, bahwasanya Kami menciptakan kalian secara main-main, dan bahwa kalian tidak dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya, yang tidak ada sesembahan yang benar selain Dia. Rabb (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia." (QS. Al-Mu`minun:115-116)
Juga firman Allah Ta’ala di dalam surat Al-Qiyamah ayat 36, yang berbunyi;
ุฃََูุญْุณَุจُ ุงْูุฅِْูุณَุงُู ุฃَْู ُูุชْุฑََู ุณُุฏًู
“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja.”
⚠️ Karena makna kata “Sudan” di dalam ayat tersebut sama dengan makna kata “Hamalan”, sebagaimana dijelaskan oleh Shahabat Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhuma. 》[Lihat Tafsir Ath-Thobari 24/83]
๐ต Zhohir makna ayat 36 surah Al Qiyamah tersebut mencakup dua keadaan manusia;
⏩ Keadaan Pertama: Di dunia; tidak dibiarkan tanpa perintah dan tanpa larangan, (Sebagaimana penafsiran dari Imam Mujahid dan Asy-Syafi’i).
⏩ Keadaan Kedua; Di kuburannya; tidak dibiarkan (begitu saja menjadi tanah) tanpa dibangkitkan, (Sebagaimana penafsiran dari Imam As-Suddiy). 》[Lihat Tafsir Ibnu Katsir 8/283]
๐ Asy-Syaikh Al-Fauzan Hafizhohullah menjelaskan, bahwasanya ada hikmah yang agung tatkala Allah Ta’ala menciptakan kita -umat manusia-, termasuk (tatkala menciptakan) rezeki dan kemampuan untuk mengaisnya.
☝️Hikmah tersebut adalah agar kita beribadah (hanya) kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:
َูู َุง ุฎََْููุชُ ุงْูุฌَِّู َูุงْูุฅِْูุณَ ุฅَِّูุง َِููุนْุจُุฏُِูู (56)
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah (hanya) kepada-Ku (56).” [Adz-Dzariyat:56] 》[Lihat Syarah Al-Ushul Ats-Tsalatsah ]
๐ทArtinya Allah ‘Azza waJalla menciptakan kita dan memberikan rezeki-Nya kepada kita bukan untuk main-main atau suatu perkara yang sia-sia. Namun untuk perkara yang agung yaitu; beribadah kepada-Nya, taat dalam menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
❤ Karena Ibadah adalah taat kepada Allah, dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Katsir Rohimahullah. 》[Lihat Fathul Majid hal.14]
๐ก 2. DALIL 'AQLI:
๐๐ซ Apabila adanya manusia hanya untuk hidup dan bersenang-senang saja sebagaimana bersenang-senangnya binatang lalu kemudian mati tanpa kebangkitan dan tanpa hisab (perhitungan amal), maka ini merupakan perkara yang tidak sesuai dengan HIKMAH Allah azza wa jalla, bahkan kalau begitu maka hal ini merupakan perkara yang murni hanya main-main.
Tidak mungkin Allah menciptakan khalifah ini (manusia) lalu mengutus para Rasul kepadanya, kemudian membolehkan kita untuk menumpahkan darah para penentang dan pembangkang terhadap para rasul ุนูููู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู , kemudian sia-sia tanpa ada balasan pahala.
Ini MUSTAHIL melihat HIKMAH Allah azza wa jalla [Syarah Syaikh 'Utsaimin]
ุงََُّูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ุฃَْู ุฃُุดْุฑَِู ุจَِู َูุฃََูุง ุฃَุนَْูู ُ، َูุฃَุณْุชَุบِْูุฑَُู ِูู َุง ูุงَ ุฃَุนَْูู ُ
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
๐ป Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Comments
Post a Comment