๐ BAGIAN 12 - TAATI RASUL DAN JANGAN MENDURHAKAINYA ๐
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
๐ Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
َูู َْู ุฃَุทَุงุนَُู ุฏَุฎََู ุงูุฌََّูุฉَ، َูู َْู ุนَุตَุงُู ุฏَุฎََู ุงَّููุงุฑَ (1)،
َูุงูุฏَُِّููู َُُْูููู ุชَุนَุงَูู: {ุฅَِّูุง ุฃَุฑْุณََْููุง ุฅَُِْูููู ْ ุฑَุณًُููุง ุดَุงِูุฏًุง ุนََُْูููู ْ َูู َุง ุฃَุฑْุณََْููุง ุฅَِูู ِูุฑْุนََْูู ุฑَุณًُููุง َูุนَุตَู ِูุฑْุนَُْูู ุงูุฑَّุณَُูู َูุฃَุฎَุฐَْูุงُู ุฃَุฎْุฐًุง َูุจًِููุง} [ุงูู ุฒู ู: 15، 16] (2)
(1) Barangsiapa menaatinya (yakni Rasul tersebut), dia pasti masuk Jannah.
Barangsiapa mendurhakainya, dia pasti masuk api neraka.
(2) Dan dalilnya adalah firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kalian seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadap kalian, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir'aun. Maka Fir'aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.” [Al-Muzammil: 15 – 16]
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐PENJELASAN๐
⏩(1)
َูู َْู ุฃَุทَุงุนَُู ุฏَุฎََู ุงูุฌََّูุฉَ، َูู َْู ุนَุตَุงُู ุฏَุฎََู ุงَّููุงุฑَ
Para pembaca –yang dirahmati Allah-,
๐ Al-Hafizh Ibnu Hajar Rohimahullah menjelaskan, “Ketaatan adalah melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan. Adapun kemaksiatan merupakan kebalikan dari ketaatan (Yaitu meninggalkan perintah (tidak mau melaksanakannya) atau mengerjakan perkara yang dilarang). (Fathul Bari 13/112)
๐ฐRasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam bersabda:
ู َุง ََْูููุชُُูู ْ ุนَُْูู، َูุงุฌْุชَِูุจُُูู َูู َุง ุฃَู َุฑْุชُُูู ْ ุจِِู َูุงْูุนَُููุง ู ُِْูู ู َุง ุงุณْุชَุทَุนْุชُู ْ
“Semua yang aku larang bagi kalian tinggalkanlah, dan apa yang aku perintahkan kepada kalian laksanakanlah semampu kalian.” [HR. Al-Bukhori no.7288 dan Muslim no.1337-(130), dari Shahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu]
๐ฐ Kita sebagai umat Islam diperintah untuk menaati Rasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam. Karena ketaatan kita kepada beliau Shollallahu ‘alaihi waSallam dinilai sebagai wujud ketaatan kita kepada Allah ‘Azza waJalla.
๐ฐDi dalam Al-Qur`an surat An-Nisa ayat 80, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya);
“Barangsiapa taat kepada Rasul tersebut, maka sesungguhnya ia telah menaati Allah.” [An-Nisa:80]
๐ฐRasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam juga pernah bersabda (yang artinya):
“Barangsiapa taat kepadaku, maka dia telah taat kepada Allah.” [HR. Al-Bukhori no.7137 & Muslim no.1835-(32)]
♥Di antara keutamaan taat kepada Rasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam adalah jaminan Jannah.
Rasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam pernah bersabda:
ُُّูู ุฃُู َّุชِู َูุฏْุฎَُُููู ุงูุฌََّูุฉَ ุฅَِّูุง ู َْู ุฃَุจَู
“Semua umatku pasti masuk Jannah, kecuali orang yang enggan.”
Para Shahabat bertanya, “Siapa mereka yang enggan , wahai Rasulullah?”
Beliau kemudian menyatakan;
ู َْู ุฃَุทَุงุนَِูู ุฏَุฎََู ุงูุฌََّูุฉَ، َูู َْู ุนَุตَุงِูู ََููุฏْ ุฃَุจَู
“Barangsiapa menaatiku (pasti) dia masuk Jannah, dan barangsiapa durhaka kepadaku sungguh dia telah enggan (memasuki Jannah, pen.).” [HR. Al-Bukhori no.7280, dari Shahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu]
๐๐ Suatu balasan istimewa disediakan khusus bagi umat Islam; yaitu Jannah. Adapun umat selain Islam, apabila mereka tidak mau memeluk agama Islam setelah diutusnya Nabi kita Muhammad Shollallahu ‘alaihi waSallam, maka tempatnya di dalam api neraka. Wal’iyadzu billah...
๐ฐRasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya):
“Demi Dzat Yang jiwa Muhammad ada di tangannya, Tidaklah seorang dari umat Yahudi maupun Nashroni mendengar tentangku; kemudian meninggal dalam keadaan belum beriman dengan risalah yang aku bawa, melainkan dia termasuk penduduk api neraka.” [HR. Muslim no.153-(240), dari Shahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu]
⏩(2)
َูุงูุฏَُِّููู َُُْูููู ุชَุนَุงَูู: {ุฅَِّูุง ุฃَุฑْุณََْููุง ุฅَُِْูููู ْ ุฑَุณًُููุง ุดَุงِูุฏًุง ุนََُْูููู ْ َูู َุง ุฃَุฑْุณََْููุง ุฅَِูู ِูุฑْุนََْูู ุฑَุณًُููุง َูุนَุตَู ِูุฑْุนَُْูู ุงูุฑَّุณَُูู َูุฃَุฎَุฐَْูุงُู ุฃَุฎْุฐًุง َูุจًِููุง} [ุงูู ุฒู ู: 15، 16]
Para pembaca –yang dirahmati Allah-,
๐๐-Syaikh Al-Fauzan Hafizhohullah menjelaskan;
✔️Perkataan “Dalil” di atas, maknanya; dalil (yang menunjukkan) diutusnya rasul tersebut.
✔️ Perkataan “Sesungguhnya Kami” (dalam ayat) adalah dhomir (kata ganti) yang kembalinya kepada Allah Ta’ala.
๐๐ป Dhomir ini menunjukkan pengagungan Allah Ta’ala terhadap dirinya. Dikarenakan Allah Subhanahu wa Ta’ala memang Maha Agung.
✔️ Perkataan “Kami telah mengutus” juga mengandung dhomir yang berfungsi untuk pengagungan. Maksudnya “Kami telah mengutus dan memberikan wahyu kepadanya.”
✔️ Perkataan “Kepada kalian” yaitu Semua bangsa Manusia dan Jin.
๐๐ป Sebuah pembicaraan yang ditujukan kepada segenap umat manusia, karena risalah yang dibawa rasul ini umum untuk semua umat manusia hingga hari kiamat nanti.
✔️ Perkataan “Seorang Rasul” yang dimaksud adalah nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi waSallam.
๐๐ป Oleh karena itu, hendaknya kita umat manusia taat kepada Rasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam serta tidak durhaka kepadanya, agar apa yang menimpa Fir’aun (berupa adzab) tidak menimpa kita semua.
๐ ๐ก Dan permasalahan pertama pada risalah kedua ini sangatlah penting untuk diketahui dan dipahami dengan sebaik baiknya.
⚠ Masalah pertama, adalah masalah yang agung, sebab jika masalah pertama ini telah benar-benar dipahami oleh seorang hamba, maka akan dapat membimbingnya untuk selalu beramal yang baik, yakni masalah pertama mengajarkan kepada kita bahwa Allah menciptakan kita tidak sia-sia tapi karena ada satu TUJUAN, apakah tujuan kita diciptakan?
☝Tujuannya hanya satu, yakni kita diciptakan untuk BERIBADAH HANYA KEPADA ALLAH, TIDAK IBADAH KEPADA SELAIN ALLAH.
❔Lalu bagaimana cara beribadah yang diinginkan oleh Allah?
Manusia paling pandai sekalipun tidak akan mengerti cara beribadah yang benar!
๐ฏKarena itulah Allah mengutus utusan-Nya, para Rasul diutus oleh Allah untuk membimbing, memberi peringatan, dan mengajarkan serta memberi contoh tauladan cara beribadah yang benar
✅Sehingga jalan yang benar untuk mendapati ridha Allah hanyalah ada SATU jalan, yaitu ITTIBA' / MENGIKUTI jalan Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู .
Dari sinilah terjadi pertentangan dan permusuhan kepada Rasul utusan Allah, dimana Rasul mengajarkan cara ibadah yang dicintai dan diridhai oleh Allah, sementara mereka yang menentang Rasul menginginkan ibadah kepada Allah dengan cara yang mereka sukai bukan seperti yang dikehendaki oleh Allah, karena sebab inilah terjadi permusuhan dan kebencian kaum musyrikin kepada Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู .
๐Hal ini sebagaimana perkataan sebagian ulama salaf:
َْููุณَ ุงูุดَّุฃُْู ุฃُْู ุชُุญِุจَّ َََِّูููู ุงูุดَّุฃُْู ุฃَْู ุชُุญَุจَّ"Perkaranya bukanlah bagaimana kamu mencintai, akan tetapi perkaranya (yang benar) bagaimana kamu dicintai."
๐Masalahnya bukan bagaimana kamu mencintai Allah, sebab orang-orang musyrik, ahlul bid'ah, orang-orang sesat mengaku mencintai Allah, tapi...apakah Allah cinta kepada mereka?
❌Bahkan mungkin mereka yang shalat, puasa, shadaqah, mereka mengaku cinta kepada Allah, tapi mereka melakukan kebid'ahan bahkan mungkin kesyirikan, jadi masalahnya bukan bagaimana seorang hamba mencintai Allah, tapi yang benar bagaimana seorang hamba dicintai oleh Allah.
❔❔Lalu kapan seorang hamba dicintai oleh Allah ?
Jawabannya:
๐ฏ♥Si hamba harus menempuh jalan yang dicintai dan diridhai oleh Allah.
Alhamdulillah, Allah ta'ala telah menjelaskan jalan tersebut dalam firman-Nya:
ูู ุฅู ููุชู ุชุญุจูู ุงููู ูุงุชุจุนููู ูุญุจุจูู ุงููู
"Katakanlah, jika kamu (mengaku) mencintai Allah, maka ittiba'lah (taati) aku, maka Allah akan mencintaimu." (QS. Al-Imran: 31)
๐กMaka ternyata jalan untuk mendapat cinta Allah dengan MENTAATI RASULULLAH ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
Bahkan setelah diutusnya Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู sebagai Nabi dan Rasul terakhir, maka terhapuslah semua risalah Rasul sebelum beliau, juga TERHAPUS semua kitab sebelum beliau ุนููู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู , maka yang tinggal hanya SATU jalan menuju cinta dan ridha Allah, yaitu hanya JALAN MUHAMMAD ุนููู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู , inilah satu-satunya jalan untuk diikuti agar mendapati cinta dan ridha Allah, adapun jalan selain itu adalah jalan kesesatan.
Inilah permasalah pertama yang harus kita pahami dan amalkan.
(Selesai syarah dari Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Asy-Syaikh )
ุงََُّูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ุฃَْู ุฃُุดْุฑَِู ุจَِู َูุฃََูุง ุฃَุนَْูู ُ، َูุฃَุณْุชَุบِْูุฑَُู ِูู َุง ูุงَ ุฃَุนْูู
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
๐ป Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
๐ Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
َูู َْู ุฃَุทَุงุนَُู ุฏَุฎََู ุงูุฌََّูุฉَ، َูู َْู ุนَุตَุงُู ุฏَุฎََู ุงَّููุงุฑَ (1)،
َูุงูุฏَُِّููู َُُْูููู ุชَุนَุงَูู: {ุฅَِّูุง ุฃَุฑْุณََْููุง ุฅَُِْูููู ْ ุฑَุณًُููุง ุดَุงِูุฏًุง ุนََُْูููู ْ َูู َุง ุฃَุฑْุณََْููุง ุฅَِูู ِูุฑْุนََْูู ุฑَุณًُููุง َูุนَุตَู ِูุฑْุนَُْูู ุงูุฑَّุณَُูู َูุฃَุฎَุฐَْูุงُู ุฃَุฎْุฐًุง َูุจًِููุง} [ุงูู ุฒู ู: 15، 16] (2)
(1) Barangsiapa menaatinya (yakni Rasul tersebut), dia pasti masuk Jannah.
Barangsiapa mendurhakainya, dia pasti masuk api neraka.
(2) Dan dalilnya adalah firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kalian seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadap kalian, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir'aun. Maka Fir'aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.” [Al-Muzammil: 15 – 16]
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐PENJELASAN๐
⏩(1)
َูู َْู ุฃَุทَุงุนَُู ุฏَุฎََู ุงูุฌََّูุฉَ، َูู َْู ุนَุตَุงُู ุฏَุฎََู ุงَّููุงุฑَ
Para pembaca –yang dirahmati Allah-,
๐ Al-Hafizh Ibnu Hajar Rohimahullah menjelaskan, “Ketaatan adalah melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan. Adapun kemaksiatan merupakan kebalikan dari ketaatan (Yaitu meninggalkan perintah (tidak mau melaksanakannya) atau mengerjakan perkara yang dilarang). (Fathul Bari 13/112)
๐ฐRasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam bersabda:
ู َุง ََْูููุชُُูู ْ ุนَُْูู، َูุงุฌْุชَِูุจُُูู َูู َุง ุฃَู َุฑْุชُُูู ْ ุจِِู َูุงْูุนَُููุง ู ُِْูู ู َุง ุงุณْุชَุทَุนْุชُู ْ
“Semua yang aku larang bagi kalian tinggalkanlah, dan apa yang aku perintahkan kepada kalian laksanakanlah semampu kalian.” [HR. Al-Bukhori no.7288 dan Muslim no.1337-(130), dari Shahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu]
๐ฐ Kita sebagai umat Islam diperintah untuk menaati Rasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam. Karena ketaatan kita kepada beliau Shollallahu ‘alaihi waSallam dinilai sebagai wujud ketaatan kita kepada Allah ‘Azza waJalla.
๐ฐDi dalam Al-Qur`an surat An-Nisa ayat 80, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya);
“Barangsiapa taat kepada Rasul tersebut, maka sesungguhnya ia telah menaati Allah.” [An-Nisa:80]
๐ฐRasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam juga pernah bersabda (yang artinya):
“Barangsiapa taat kepadaku, maka dia telah taat kepada Allah.” [HR. Al-Bukhori no.7137 & Muslim no.1835-(32)]
♥Di antara keutamaan taat kepada Rasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam adalah jaminan Jannah.
Rasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam pernah bersabda:
ُُّูู ุฃُู َّุชِู َูุฏْุฎَُُููู ุงูุฌََّูุฉَ ุฅَِّูุง ู َْู ุฃَุจَู
“Semua umatku pasti masuk Jannah, kecuali orang yang enggan.”
Para Shahabat bertanya, “Siapa mereka yang enggan , wahai Rasulullah?”
Beliau kemudian menyatakan;
ู َْู ุฃَุทَุงุนَِูู ุฏَุฎََู ุงูุฌََّูุฉَ، َูู َْู ุนَุตَุงِูู ََููุฏْ ุฃَุจَู
“Barangsiapa menaatiku (pasti) dia masuk Jannah, dan barangsiapa durhaka kepadaku sungguh dia telah enggan (memasuki Jannah, pen.).” [HR. Al-Bukhori no.7280, dari Shahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu]
๐๐ Suatu balasan istimewa disediakan khusus bagi umat Islam; yaitu Jannah. Adapun umat selain Islam, apabila mereka tidak mau memeluk agama Islam setelah diutusnya Nabi kita Muhammad Shollallahu ‘alaihi waSallam, maka tempatnya di dalam api neraka. Wal’iyadzu billah...
๐ฐRasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya):
“Demi Dzat Yang jiwa Muhammad ada di tangannya, Tidaklah seorang dari umat Yahudi maupun Nashroni mendengar tentangku; kemudian meninggal dalam keadaan belum beriman dengan risalah yang aku bawa, melainkan dia termasuk penduduk api neraka.” [HR. Muslim no.153-(240), dari Shahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu]
⏩(2)
َูุงูุฏَُِّููู َُُْูููู ุชَุนَุงَูู: {ุฅَِّูุง ุฃَุฑْุณََْููุง ุฅَُِْูููู ْ ุฑَุณًُููุง ุดَุงِูุฏًุง ุนََُْูููู ْ َูู َุง ุฃَุฑْุณََْููุง ุฅَِูู ِูุฑْุนََْูู ุฑَุณًُููุง َูุนَุตَู ِูุฑْุนَُْูู ุงูุฑَّุณَُูู َูุฃَุฎَุฐَْูุงُู ุฃَุฎْุฐًุง َูุจًِููุง} [ุงูู ุฒู ู: 15، 16]
Para pembaca –yang dirahmati Allah-,
๐๐-Syaikh Al-Fauzan Hafizhohullah menjelaskan;
✔️Perkataan “Dalil” di atas, maknanya; dalil (yang menunjukkan) diutusnya rasul tersebut.
✔️ Perkataan “Sesungguhnya Kami” (dalam ayat) adalah dhomir (kata ganti) yang kembalinya kepada Allah Ta’ala.
๐๐ป Dhomir ini menunjukkan pengagungan Allah Ta’ala terhadap dirinya. Dikarenakan Allah Subhanahu wa Ta’ala memang Maha Agung.
✔️ Perkataan “Kami telah mengutus” juga mengandung dhomir yang berfungsi untuk pengagungan. Maksudnya “Kami telah mengutus dan memberikan wahyu kepadanya.”
✔️ Perkataan “Kepada kalian” yaitu Semua bangsa Manusia dan Jin.
๐๐ป Sebuah pembicaraan yang ditujukan kepada segenap umat manusia, karena risalah yang dibawa rasul ini umum untuk semua umat manusia hingga hari kiamat nanti.
✔️ Perkataan “Seorang Rasul” yang dimaksud adalah nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi waSallam.
๐๐ป Oleh karena itu, hendaknya kita umat manusia taat kepada Rasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam serta tidak durhaka kepadanya, agar apa yang menimpa Fir’aun (berupa adzab) tidak menimpa kita semua.
๐ ๐ก Dan permasalahan pertama pada risalah kedua ini sangatlah penting untuk diketahui dan dipahami dengan sebaik baiknya.
⚠ Masalah pertama, adalah masalah yang agung, sebab jika masalah pertama ini telah benar-benar dipahami oleh seorang hamba, maka akan dapat membimbingnya untuk selalu beramal yang baik, yakni masalah pertama mengajarkan kepada kita bahwa Allah menciptakan kita tidak sia-sia tapi karena ada satu TUJUAN, apakah tujuan kita diciptakan?
☝Tujuannya hanya satu, yakni kita diciptakan untuk BERIBADAH HANYA KEPADA ALLAH, TIDAK IBADAH KEPADA SELAIN ALLAH.
❔Lalu bagaimana cara beribadah yang diinginkan oleh Allah?
Manusia paling pandai sekalipun tidak akan mengerti cara beribadah yang benar!
๐ฏKarena itulah Allah mengutus utusan-Nya, para Rasul diutus oleh Allah untuk membimbing, memberi peringatan, dan mengajarkan serta memberi contoh tauladan cara beribadah yang benar
✅Sehingga jalan yang benar untuk mendapati ridha Allah hanyalah ada SATU jalan, yaitu ITTIBA' / MENGIKUTI jalan Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู .
Dari sinilah terjadi pertentangan dan permusuhan kepada Rasul utusan Allah, dimana Rasul mengajarkan cara ibadah yang dicintai dan diridhai oleh Allah, sementara mereka yang menentang Rasul menginginkan ibadah kepada Allah dengan cara yang mereka sukai bukan seperti yang dikehendaki oleh Allah, karena sebab inilah terjadi permusuhan dan kebencian kaum musyrikin kepada Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู .
๐Hal ini sebagaimana perkataan sebagian ulama salaf:
َْููุณَ ุงูุดَّุฃُْู ุฃُْู ุชُุญِุจَّ َََِّูููู ุงูุดَّุฃُْู ุฃَْู ุชُุญَุจَّ"Perkaranya bukanlah bagaimana kamu mencintai, akan tetapi perkaranya (yang benar) bagaimana kamu dicintai."
๐Masalahnya bukan bagaimana kamu mencintai Allah, sebab orang-orang musyrik, ahlul bid'ah, orang-orang sesat mengaku mencintai Allah, tapi...apakah Allah cinta kepada mereka?
❌Bahkan mungkin mereka yang shalat, puasa, shadaqah, mereka mengaku cinta kepada Allah, tapi mereka melakukan kebid'ahan bahkan mungkin kesyirikan, jadi masalahnya bukan bagaimana seorang hamba mencintai Allah, tapi yang benar bagaimana seorang hamba dicintai oleh Allah.
❔❔Lalu kapan seorang hamba dicintai oleh Allah ?
Jawabannya:
๐ฏ♥Si hamba harus menempuh jalan yang dicintai dan diridhai oleh Allah.
Alhamdulillah, Allah ta'ala telah menjelaskan jalan tersebut dalam firman-Nya:
ูู ุฅู ููุชู ุชุญุจูู ุงููู ูุงุชุจุนููู ูุญุจุจูู ุงููู
"Katakanlah, jika kamu (mengaku) mencintai Allah, maka ittiba'lah (taati) aku, maka Allah akan mencintaimu." (QS. Al-Imran: 31)
๐กMaka ternyata jalan untuk mendapat cinta Allah dengan MENTAATI RASULULLAH ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
Bahkan setelah diutusnya Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู sebagai Nabi dan Rasul terakhir, maka terhapuslah semua risalah Rasul sebelum beliau, juga TERHAPUS semua kitab sebelum beliau ุนููู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู , maka yang tinggal hanya SATU jalan menuju cinta dan ridha Allah, yaitu hanya JALAN MUHAMMAD ุนููู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู , inilah satu-satunya jalan untuk diikuti agar mendapati cinta dan ridha Allah, adapun jalan selain itu adalah jalan kesesatan.
Inilah permasalah pertama yang harus kita pahami dan amalkan.
(Selesai syarah dari Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Asy-Syaikh )
ุงََُّูููู َّ ุฅِِّْูู ุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ุฃَْู ุฃُุดْุฑَِู ุจَِู َูุฃََูุง ุฃَุนَْูู ُ، َูุฃَุณْุชَุบِْูุฑَُู ِูู َุง ูุงَ ุฃَุนْูู
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
๐ป Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Comments
Post a Comment