📚 BAGIAN 13 - JANGAN MELAKUKAN KESYIRIKAN📚
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul (Risalah kedua, permasalahan yang ke-2) ♥️
🔊 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah mengatakan:
والثَّانِيَةُ (1) : أَنَّ الله لا يَرْضَى أَنْ يُشْرَكَ مَعَهُ أَحَدُ فِي عِبَادَتِهِ لا مَلَكٌ مُقَرَّبٌ ، وَلا نَبِيٌّ مُرْسَلٌ. (2)
وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى : {وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا} [الجن: 18] (3)
⏩1. Permasalahan Kedua;
⏩2. Bahwasanya Allah (Ta’ala) tidak rela dipersekutukan dengan sesuatu apapun dalam (pelaksanaan) ibadah kepada-Nya; baik itu dengan malaikat yang dekat, maupun nabi yang diutus.
⏩3. Dalilnya firman Allah Ta’ala: “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah –‘Azza waJalla-.” [Al-Jin:18]
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📚PENJELASAN:📚
⏩1. Para pembaca –yang dirahmati Allah-, pembahasan ini adalah pembahasan kedua dari tiga permasalahan yang akan dibawakan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah-
⏩ 2. Dalam permasalahan yang kedua ini; Beliau –Rohimahullah- menjelaskan bahwa; Allah Ta’ala tidak rela dipersekutuan dengan sesuatu apapun; -Siapapun dia, Apapun kedudukannya-.Tidak peduli apakah sesuatu itu adalah malaikat yang dekat dengan Allah Ta’ala, ataupun nabi yang diutus (di muka bumi ini). Terlebih lagi, jika sesuatu itu adalah makhluk yang derajatnya di bawah para malaikat dan nabi. Seperti; Manusia biasa, pohon, atau batu.
❌📛 Oleh karena itu; Sebuah ibadah akan rusak jika tercampuri dengan kesyirikan –apapun bentuknya- , serta tidak akan diterima di sisi Allah Ta’ala.
📖 Allah Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” [Az-Zumar:65]
🔊 Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan –Hafizhohullah- menjelaskan; Suatu Ibadah tidak dinamakan sebagai ibadah kecuali jika diiringi dengan Tauhid, Sebagaimana sholat; tidak dinamakan dengan sholat kecuali jika diiringi dengan Thoharoh (bersuci).💯
✔️ Sebuah kesyirikan jika tercampur pada sebuah ibadah maka kesyirikan tersebut akan merusak ibadah itu; sebagaimana Thoharoh (bersuci); Jika tercampuri satu dari pembatal-pembatal wudhu, maka rusaklah thoharoh tersebut bahkan membatalkannya.
✔️ Sebagai tanda bahwa Allah -Subhanahu waTa’ala- tidak rela dengan kesyirikan adalah adanya larangan untuk melakukan perbuatan syirik.
⏩ 3. Pembahasan kali ini, membahas ayat ke-18 dari surat Al-Jin.
🔊🖋 Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin –Rohimahullah- menjelaskan,
☝ “Allah –Subhanahu waTa’ala- tidak ridho kepada kekafiran dan kesyirikan, Oleh karena itu Allah Ta’ala mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab Nya untuk memerangi kekafiran dan kesyirikan serta membinasakannya.
Allah –Ta’ala- berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 39:
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ
“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.”
✔️ Jika Allah dan Rasul-Nya tidak rela dengan kekafiran dan kesyirikan, maka seorang mukmin juga wajib untuk tidak rela dengan kedua perkara itu. Karena kerelaan seorang mukmin serta kemarahannya harus selaras dengan kerelaan Allah –Ta’ala- dan kemurkaan-Nya. Dia pun hendaknya marah (kepada sesuatu) karena Allah –Ta’ala marah , dan rela terhadap sesuatu yang Allah –‘Azza waJalla- rela kepadanya.
🕌 Makna “masjid” dalam firman Allah –Ta’ala- yang artinya
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah –‘Azza waJalla-. [Al-Jin:18] ”; memiliki dua penafsiran;
🔰✔️ Yang Pertama: Tempat Sujud,
Berdasarkan penjelasan ‘Ikrimah –Rohimahullah- (Ahli Tafsir dari kalangan Tabi’in), beliau menyatakan; “Ayat ini turun berkaitan dengan semua masjid (yang ada di muka bumi ini).”
Walaupun, ketika ayat ini turun, di muka bumi ini belum ada masjid kecuali Masjidil Harom (di Mekkah) dan Masjid Iliya (yaitu Masjidil Aqsho di Baitul Maqdis). Sebagaimana dijelaskan oleh Shahabat Ibnu Abbas –Rodhiyallahu ‘anhuma-.
👉🏻 Sehingga maknanya: Jangan gunakan tempat-tempat sujud itu untuk beribadah kepada selain Allah –Ta’ala-.
🔰✔️ Yang Kedua: Tujuh Anggota Sujud,
Berdasarkan penjelasan Sa’id bin Jubair –Rohimahullah- (Ahli Tafsir dari kalangan Tabi’in), beliau menyatakan; “Ayat ini turun berkaitan dengan (tujuh) anggota sujud.”
👑 Yang dimaksud dengan tujuh anggota sujud adalah;
1- Dahi dan hidung
2- Dua telapak tangan
3- Dua lutut
4- Dua ujung jari-jari kaki;
🔹 Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Ibnu Abbas –Rodhiyallahu ‘anhuma- [HR. Bukhori dan Muslim]
👉🏻 Sehingga Maknanya: Jangan gunakan tujuh anggota sujud itu untuk beribadah kepada selain Allah –Ta’ala- dimanapun engkau berada.
💡💡 Dan pembahasan kedua ini, Syaikh menjelaskan hakekat Tauhid Uluhiyah yakni : Seluruh ibadah yang kita lakukan hanya untuk ALLAH dan tidak boleh kita palingkan selain-nya. Dan inilah tugas utama seluruh para Nabi & Rosul. ☝☝☝♥
Wallahu A’lamu bisshowaab
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul (Risalah kedua, permasalahan yang ke-2) ♥️
🔊 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah mengatakan:
والثَّانِيَةُ (1) : أَنَّ الله لا يَرْضَى أَنْ يُشْرَكَ مَعَهُ أَحَدُ فِي عِبَادَتِهِ لا مَلَكٌ مُقَرَّبٌ ، وَلا نَبِيٌّ مُرْسَلٌ. (2)
وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى : {وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا} [الجن: 18] (3)
⏩1. Permasalahan Kedua;
⏩2. Bahwasanya Allah (Ta’ala) tidak rela dipersekutukan dengan sesuatu apapun dalam (pelaksanaan) ibadah kepada-Nya; baik itu dengan malaikat yang dekat, maupun nabi yang diutus.
⏩3. Dalilnya firman Allah Ta’ala: “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah –‘Azza waJalla-.” [Al-Jin:18]
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📚PENJELASAN:📚
⏩1. Para pembaca –yang dirahmati Allah-, pembahasan ini adalah pembahasan kedua dari tiga permasalahan yang akan dibawakan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah-
⏩ 2. Dalam permasalahan yang kedua ini; Beliau –Rohimahullah- menjelaskan bahwa; Allah Ta’ala tidak rela dipersekutuan dengan sesuatu apapun; -Siapapun dia, Apapun kedudukannya-.Tidak peduli apakah sesuatu itu adalah malaikat yang dekat dengan Allah Ta’ala, ataupun nabi yang diutus (di muka bumi ini). Terlebih lagi, jika sesuatu itu adalah makhluk yang derajatnya di bawah para malaikat dan nabi. Seperti; Manusia biasa, pohon, atau batu.
❌📛 Oleh karena itu; Sebuah ibadah akan rusak jika tercampuri dengan kesyirikan –apapun bentuknya- , serta tidak akan diterima di sisi Allah Ta’ala.
📖 Allah Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” [Az-Zumar:65]
🔊 Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan –Hafizhohullah- menjelaskan; Suatu Ibadah tidak dinamakan sebagai ibadah kecuali jika diiringi dengan Tauhid, Sebagaimana sholat; tidak dinamakan dengan sholat kecuali jika diiringi dengan Thoharoh (bersuci).💯
✔️ Sebuah kesyirikan jika tercampur pada sebuah ibadah maka kesyirikan tersebut akan merusak ibadah itu; sebagaimana Thoharoh (bersuci); Jika tercampuri satu dari pembatal-pembatal wudhu, maka rusaklah thoharoh tersebut bahkan membatalkannya.
✔️ Sebagai tanda bahwa Allah -Subhanahu waTa’ala- tidak rela dengan kesyirikan adalah adanya larangan untuk melakukan perbuatan syirik.
⏩ 3. Pembahasan kali ini, membahas ayat ke-18 dari surat Al-Jin.
🔊🖋 Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin –Rohimahullah- menjelaskan,
☝ “Allah –Subhanahu waTa’ala- tidak ridho kepada kekafiran dan kesyirikan, Oleh karena itu Allah Ta’ala mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab Nya untuk memerangi kekafiran dan kesyirikan serta membinasakannya.
Allah –Ta’ala- berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 39:
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ
“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.”
✔️ Jika Allah dan Rasul-Nya tidak rela dengan kekafiran dan kesyirikan, maka seorang mukmin juga wajib untuk tidak rela dengan kedua perkara itu. Karena kerelaan seorang mukmin serta kemarahannya harus selaras dengan kerelaan Allah –Ta’ala- dan kemurkaan-Nya. Dia pun hendaknya marah (kepada sesuatu) karena Allah –Ta’ala marah , dan rela terhadap sesuatu yang Allah –‘Azza waJalla- rela kepadanya.
🕌 Makna “masjid” dalam firman Allah –Ta’ala- yang artinya
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah –‘Azza waJalla-. [Al-Jin:18] ”; memiliki dua penafsiran;
🔰✔️ Yang Pertama: Tempat Sujud,
Berdasarkan penjelasan ‘Ikrimah –Rohimahullah- (Ahli Tafsir dari kalangan Tabi’in), beliau menyatakan; “Ayat ini turun berkaitan dengan semua masjid (yang ada di muka bumi ini).”
Walaupun, ketika ayat ini turun, di muka bumi ini belum ada masjid kecuali Masjidil Harom (di Mekkah) dan Masjid Iliya (yaitu Masjidil Aqsho di Baitul Maqdis). Sebagaimana dijelaskan oleh Shahabat Ibnu Abbas –Rodhiyallahu ‘anhuma-.
👉🏻 Sehingga maknanya: Jangan gunakan tempat-tempat sujud itu untuk beribadah kepada selain Allah –Ta’ala-.
🔰✔️ Yang Kedua: Tujuh Anggota Sujud,
Berdasarkan penjelasan Sa’id bin Jubair –Rohimahullah- (Ahli Tafsir dari kalangan Tabi’in), beliau menyatakan; “Ayat ini turun berkaitan dengan (tujuh) anggota sujud.”
👑 Yang dimaksud dengan tujuh anggota sujud adalah;
1- Dahi dan hidung
2- Dua telapak tangan
3- Dua lutut
4- Dua ujung jari-jari kaki;
🔹 Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Ibnu Abbas –Rodhiyallahu ‘anhuma- [HR. Bukhori dan Muslim]
👉🏻 Sehingga Maknanya: Jangan gunakan tujuh anggota sujud itu untuk beribadah kepada selain Allah –Ta’ala- dimanapun engkau berada.
💡💡 Dan pembahasan kedua ini, Syaikh menjelaskan hakekat Tauhid Uluhiyah yakni : Seluruh ibadah yang kita lakukan hanya untuk ALLAH dan tidak boleh kita palingkan selain-nya. Dan inilah tugas utama seluruh para Nabi & Rosul. ☝☝☝♥
Wallahu A’lamu bisshowaab
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Comments
Post a Comment