Skip to main content

BAGIAN 14 - AL WALA' WAL BARO'

📚 BAGIAN 14 - AL WALA' WAL BARO' 📚

♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul (Risalah kedua, permasalahan yang ke-3) ♥️

🔊 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- mengatakan:

الثَّالِثَةُ : أَنَّ مَنْ أَطَاعَ الرَّسُولَ، وَوَحَّدَ اللهَ، لا يَجُوزُ لَهُ مُوَالاةُ مَنْ حَادَّ اللهَ ورسوله ولو كان أقرب قريب

والدليل قوله تعالى: لا تَجِدُ قَوْماً يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءهُمْ أَوْ أَبْنَاءهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُوْلَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُوْلَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ [المجادلة:22]

Permasalahan Ketiga;
Barangsiapa taat kepada Rasul dan ia mentauhidkan Allah –Ta’ala-, maka tidak boleh bagi dirinya untuk berteman (atau loyal) dengan orang-orang yang memusuhi Allah –Ta’ala- dan Rasul-Nya, walaupun keluarga dekat.

Dalilnya, Allah ta'ala berfirman, "Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, meskipun mereka itu bapak-bapak mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka, atau keluarga mereka. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah telah memantapkan iman di hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya dan mereka akan dimasukkan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada-Nya. Mereka itulah hizbullah (golongan Allah). Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung." (QS. Al-Mujadalah: 22)
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📚PENJELASAN📚

Pembaca –yang dirahmati Allah-, Pembahasan kali ini adalah permasalahan ketiga dari tiga permasalahan yang dijelaskan oleh asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah-.

♥- 🚫 Pembahasan ini disebut dengan “Permasalahan Al-Wala’ wal Baro’ ” (Cinta dan Benci / Loyalitas dan Permusuhan)

WALA` WAL BARA` adalah dasar yang agung, di mana banyak dalil yang menjelaskannya.

Allah azza wa jalla berfirman,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا...} [آل عمران : 118]

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil teman kepercayaan dari orang-orang di luar kalangan kalian, karena mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu." (QS. Al-Imran: 118)

🔰 MAKNA AL-WALA' WAL BARO' 🔰

🔊 Asy-Syaikh Bin Baz –Rohimahullah- menjelaskan,

♥ Al-Wala’ (loyal) maknanya mencintai kaum mukminin dan berteman dengan mereka.

💔🚫 Adapun Al-Baro’ maknanya membenci orang-orang kafir, dan memusuhi mereka, serta berlepas diri dari mereka dan agama mereka. [Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 5/246]

🔊 Asy-Syaikh Sholeh Al Fauzan –Hafizhahullah- menjelaskan permasalahan ini didalam kitabnya yang berjudul Al Wala' wal Bara' fil Islam Hukmul Hubbi Fillah wal bughdi fillah, syaikh berkata :

♥ "Al Wala' diambil dari 'Wa liyasysyaia idzaa qoruba minhu', yakni berwala' terhadap sesuatu apabila ia dekat dengannya, maknanya adalah dekat dan saling mendekatnya hati orang-orang beriman".

👉 Perkara tersebut yang dituntut dari seorang mukmin jangan sebaliknya.

🔊 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin –Rohimahullah- menjelaskan,
"Seorang insan yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya apabila dia ber-wala` (loyal) kepada orang-orang yang memusuhi Allah –Ta’ala- , maka hal itu menunjukkan kelemahan imannya. Karena sangat tidak masuk akal, jika seseorang itu mencintai musuh kekasihnya.

🔰 BENTUK LOYAL KEPADA ORANG KAFIR 🔰

Ada dua macam bentuk loyal kepada orang kafir yakni :

1. At-Tawalli, yaitu dia mencintai kesyirikan dan orang-orang musyrik serta mencintai kekufuran dan orang-orang kafir. Sikap ini disertai membantu orang-orang kafir dalam memerangi kaum muslimin.

📛❌❌ Hukum sikap seperti ini adalah kufur akbar dan mengeluarkan pelakunya dari Islam.

Dalilnya adalah firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka“ (Al-Ma’idah: 51).

2. Al muwalah , yaitu sikap mencintai orang-orang kafir dan musyrik karena alasan dunia dan tidak disertai pembelaan terhadap mereka.

📛❗❗ Hukum sikap seperti ini adalah haram dan termasuk dosa besar, namun bukan merupakan kekufuran.

Dalilnya adalah firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاء تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang“ (Al-Mumtahanah: 1).

🔰 9 PERBUATAN KEPADA ORANG KAFIR TETAPI BUKAN SIKAP WALA' KEPADA MEREKA 🔰

Syaikh Sholeh Fauzan berkata, ada 9 perbuatan kepada orang musyrik tetapi bukan sikap wala'/ loyal kepada mereka yaitu :

1. Mendakwahi mereka
2. Berdamai dengan mereka jika kaum Muslimin membutuhkannya. Perdamaian ini hanya bersifat sementara.
3. Berbuat baik dan adil kepada mereka.
4. Berbakti kepada orangtua yang kafir.
5. Melakukan jual beli yang halal kepada orang kafir.
6. Boleh menikahi wanita ahlul kitab (ada perinciannya dalam masalah ini)
7. Memenuhi undangan mereka jika tidak terdapat maksiat didalamnya dan memakan makanan mereka yang mubah .
8. Berbuat baik terhadap tetangga kafir
9. Tidak boleh berbuat zalim kepada mereka.

Jadi, BEDAKAN ANTARA LOYALITAS KEPADA ORANG KAFIR DENGAN BERBUAT BAIK DAN ADIL KEPADA ORANG KAFIR.

❌ LOYAL KEPADA ORANG KAFIR HUKUMNYA HARAM DALAM ISLAM.

✔BERBUAT BAIK DAN ADIL KEPADA ORANG KAFIR, DIANJURKAN DALAM ISLAM.

🔰Tiga Golongan Manusia dalam Al Wala’ wal Bara’ 🔰

Ada tiga golongan orang dalam al wala’ wal bara’ yang harus kita perhatikan:

1. Mereka yang harus kita cintai secara total dan tidak disertai kebencian dan permusuhan sama sekali.

Mereka adalah mukmin yang sempurna keimanannya, yaitu para Nabi, shiddiqin, syuhada’, dan orang-orang shalih. Tentu saja yang paling terdepan di antara mereka adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliaulah yang mendapat kecintaan paling besar dibandingkan cinta seseorang kepada anaknya, orangtuanya, dan seluruh manusia. Kemudian setelah itu adalah para istri-istri Nabi dan keluarga beliau, serta para sahabat Nabi radiyallahu ‘anhum. Kemudian orang-orang yang mengkuti jalannya para sahabat, seperti imam yang empat. Allah Ta’ala berfirman :

وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (Al-Hasyr: 10).

💯 Dan inilah salah satu keutamaan orang-orang yang mengikuti manhaj Rasulullah dan para Sahabat dan para pendahulu (salaf) dalam beragama yakni SALAFI.

2. Mereka yang harus kita benci dan kita musuhi secara mutlak, serta tidak boleh mencintai dan loyal terhadap mereka.

Mereka adalah orang-orang kafir, musyrik, munafik, dan orang yang murtad, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Mujaadalah ayat 22.

3. Orang yang kita cintai dari satu sisi dan sekaligus kita benci dari sisi yang lain.

Pada diri mereka terkumpul kecintaan sekaligus kebencian, mereka adalah orang mukmin yang bermaksiat. Kita mencintai mereka karena mereka adalah orang yang beriman, dan kita membenci mereka karena maksiat mereka yang tidak termasuk kemusyrikan dan kekafiran.

Kecintaan kepada mereka menuntut seseorang untuk menasehati mereka dan mengingkarinya. Tidak boleh diam terhadap maksiat mereka, bahkan harus mengingkarinya dan memerintahkan mereka untuk berbuat baik dan mencegah kemungkaran.

❌Namun tidak boleh seseorang membenci mereka secara mutlak dan berlepas diri dari mereka seperti perbuatan khawarij (dalam masalah ini, khawarij berpendapat bahwa pelaku dosa besar adalah kafir) terhadap pelaku dosa besar yang bukan dosa kekafiran.

❌Tidak boleh pula mencintai dan loyal secara mutlak terhadap mereka seperti perbuatan murji’ah (dalam masalah ini, murji’ah berpendapat bahwa pelaku dosa besar tetap seorang mukmin yang sempurna imannya).

💯 Kita harus bersikap adil terhadap mereka, mencintai karena keimanan/ke Islaman mereka, dan membenci karena kemaksiatan/ Kebid'ahan yang mereka lakukan. Inilah madzhab ahlussunnah wal jama’ah (Lihat Al-Wala’ wal Bara’ fil Islam karya syaikh shalih Al Fauzan)

💡 Perlu kita ketahui bersama bahwa Sikap Wala' dan Sikap Baro', merupakan hasil dari TAUHID & ITTIBA' KEPADA RASUL ☝✊

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم

Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.

#bersambung_ In syaa ALLAH

💻 Sumber :

1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan

✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...