📚 BAGIAN 16 - TUJUAN MANUSIA DICIPTAKAN 📚
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul (Risalah ke-3) ♥️
🔊 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:
وَبِذَلِكَ أَمَرَ اللهُ جَمِيعَ النَّاسِ وَخَلَقَهُمْ لَهَا، كَمَا قَالَ تَعَالَى:
{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ} (1)
وَ مَعْنَى يَعْبُدُونِ : يُوَحِّدُونِ (2)
1. Dengan perkara itulah Allah –Ta’ala- memerintahkan semua manusia, dan menciptakan mereka untuk itu.
Sebagaimana Allah –Ta’ala- berfirman (artinya):
“Dan tidaklah aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” [Adz-Dzariyat:56]
2. Dan makna: “Beribadah kepada-Ku” adalah mentauhidkan Ku.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📚PENJELASAN📚
⏩ 1. Yakni dengan AL-HANIFIYYAH, yaitu beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama ini kepada-Nya. Dengan itulah Allah memerintahkan segenap manusia dan menciptakan mereka untuk melakukan ibadah hanya kepada Allah.
Sebagaimana firman Allah ta'ala,
{وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ} [الأنبياء : 25]
"Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul sebelum kamu, melainkan Kami mewahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada sesembahan yang haq kecuali Aku, maka beribadahlah kalian kepada-Ku." (QS. Al-Anbiya: 25)
Dan Allah menjelaskan di dalam kitab-Nya, bahwa makhluk diciptakan tujuannya hanyalah untuk ini (yakni untuk beribadah hanya kepada Allah).
Allah ta'ala berfirman,
{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ} [الذاريات : 56]
"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)
💡 Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhu menjelaskan bahwa hakekat Al Hanifiyyah adalah kalimat LAA ILAHA ILLALLAH.
⏩ 2.
وَ مَعْنَى يَعْبُدُونِ : يُوَحِّدُونِ
Dan makna: “Beribadah kepada-Ku” adalah mentauhidkan Ku.
☝ Yakni TAUHID termasuk makna ibadah.
Dan telah lewat pembahasan tentang makna ibadah, serta atas hal apa istilah ibadah tersebut dipakai, dan bahwa istilah ibadah tersebut lebih umum dibandingkan hanya istilah tauhid.
🌻MACAM-MACAM IBADAH 🌻
Ketahuilah bahwa ibadah ada dua macam:
1). IBADAH KAUNIYYAH:
Yaitu tunduk kepada perintah Allah yang bersifat 'kauni' (alami), ibadah kauni ini meliputi semua makhluk, tidak ada satupun makhluk yang bisa keluar darinya, berdasarkan firman Allah ta'ala:
إن كل من في السموت والأرض إلآ ءاتي الرحمن عبدا
"Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi kecuali akan datang kepada Rabb Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba." (QS. Maryam: 93)
Ibadah kauniyyah ini meliputi orang mukmin maupun orang kafir, orang baik maupun orang jahat.
2). IBADAH SYAR'IYYAH:
Yaitu tunduk kepada perintah Allah ta'ala yang bersifat syar'i.
Ibadah ini khusus bagi orang yang taat kepada Allah ta'ala dan ittiba' (mengikuti) apa yang dibawa oleh para rasul, seperti firman Allah ta'ala:
وعباد الرحمن الذين يمشون على الأرض هونا
"Dan hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih itu yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati." (QS. Al-Furqan: 63)
Maka macam ibadah yang pertama (kauniyyah) tidaklah menjadikan manusia yang melakukannya menjadi terpuji, karena itu bukanlah perbuatannya, akan tetapi terkadang menjadi terpuji terhadap apa yang terjadi padanya, berupa:
Syukur ketika dalam keadaan lapang, dan
Sabar ketika mendapat ujian
Berbeda dengan macam ibadah yang kedua (ibadah syar'iyyah), maka manusia terpuji ketika melakukannya.
🔊 Sedangkan Asy-Syaikh Al-Fauzan -hafizhohullah menjelaskan bahwa
☝ Makna “mentauhidkan Ku” adalah meng-Esakan Ku (yakni Allah Ta'ala) dalam ibadah.
⭕ Dimana pada hakekatnya, makna Tauhid dan Ibadah adalah satu. Ibadah ditafsirkan dengan tauhid, dan juga Tauhid ditafsirkan dengan ibadah. Sehingga makna kedua kata tersebut sama.
💡💡 📛📛 Pembaca yang dirahmati Allah. Pada poin ini terdapat bantahan bagi orang-orang yang menafsirkan tauhid hanya dengan "Tauhid Rububiyyah"; Yakni menetapkan Allah -Ta’ala- sebagai pencipta, pemberi rizki, yang menghidupkan, yang mematikan, yang mengatur segala-galanya.
💡❗❗❗ Karena "Tauhid Rububiyyah" bukanlah makna tauhid yang Allah –Ta’ala- jadikan sebagai tujuan penciptaan makhluk.
💯👑☝ Yang Allah –Ta’ala- inginkan dalam penciptaan makhluk adalah Tauhid Ibadah (yakni mentauhidkannya dalam ibadah, disebut pula dengan: Tauhid Uluhiyyah.)
📛🚫 Barangsiapa mentauhidkan Allah –Ta’ala- hanya dengan "Tauhid Rububiyyah" saja, maka dia belum termasuk orang yang bertauhid, bukan pula termasuk penduduk Jannah dan bahkan termasuk penduduk neraka.
❔❔❔ Kenapa demikian ???
Karena dia belum bertauhid dengan "Tauhid Uluhiyyah" atau tauhid ibadah; dimana dia diciptakan untuk melaksanakannya.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul (Risalah ke-3) ♥️
🔊 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:
وَبِذَلِكَ أَمَرَ اللهُ جَمِيعَ النَّاسِ وَخَلَقَهُمْ لَهَا، كَمَا قَالَ تَعَالَى:
{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ} (1)
وَ مَعْنَى يَعْبُدُونِ : يُوَحِّدُونِ (2)
1. Dengan perkara itulah Allah –Ta’ala- memerintahkan semua manusia, dan menciptakan mereka untuk itu.
Sebagaimana Allah –Ta’ala- berfirman (artinya):
“Dan tidaklah aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” [Adz-Dzariyat:56]
2. Dan makna: “Beribadah kepada-Ku” adalah mentauhidkan Ku.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📚PENJELASAN📚
⏩ 1. Yakni dengan AL-HANIFIYYAH, yaitu beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama ini kepada-Nya. Dengan itulah Allah memerintahkan segenap manusia dan menciptakan mereka untuk melakukan ibadah hanya kepada Allah.
Sebagaimana firman Allah ta'ala,
{وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ} [الأنبياء : 25]
"Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul sebelum kamu, melainkan Kami mewahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada sesembahan yang haq kecuali Aku, maka beribadahlah kalian kepada-Ku." (QS. Al-Anbiya: 25)
Dan Allah menjelaskan di dalam kitab-Nya, bahwa makhluk diciptakan tujuannya hanyalah untuk ini (yakni untuk beribadah hanya kepada Allah).
Allah ta'ala berfirman,
{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ} [الذاريات : 56]
"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)
💡 Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhu menjelaskan bahwa hakekat Al Hanifiyyah adalah kalimat LAA ILAHA ILLALLAH.
⏩ 2.
وَ مَعْنَى يَعْبُدُونِ : يُوَحِّدُونِ
Dan makna: “Beribadah kepada-Ku” adalah mentauhidkan Ku.
☝ Yakni TAUHID termasuk makna ibadah.
Dan telah lewat pembahasan tentang makna ibadah, serta atas hal apa istilah ibadah tersebut dipakai, dan bahwa istilah ibadah tersebut lebih umum dibandingkan hanya istilah tauhid.
🌻MACAM-MACAM IBADAH 🌻
Ketahuilah bahwa ibadah ada dua macam:
1). IBADAH KAUNIYYAH:
Yaitu tunduk kepada perintah Allah yang bersifat 'kauni' (alami), ibadah kauni ini meliputi semua makhluk, tidak ada satupun makhluk yang bisa keluar darinya, berdasarkan firman Allah ta'ala:
إن كل من في السموت والأرض إلآ ءاتي الرحمن عبدا
"Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi kecuali akan datang kepada Rabb Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba." (QS. Maryam: 93)
Ibadah kauniyyah ini meliputi orang mukmin maupun orang kafir, orang baik maupun orang jahat.
2). IBADAH SYAR'IYYAH:
Yaitu tunduk kepada perintah Allah ta'ala yang bersifat syar'i.
Ibadah ini khusus bagi orang yang taat kepada Allah ta'ala dan ittiba' (mengikuti) apa yang dibawa oleh para rasul, seperti firman Allah ta'ala:
وعباد الرحمن الذين يمشون على الأرض هونا
"Dan hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih itu yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati." (QS. Al-Furqan: 63)
Maka macam ibadah yang pertama (kauniyyah) tidaklah menjadikan manusia yang melakukannya menjadi terpuji, karena itu bukanlah perbuatannya, akan tetapi terkadang menjadi terpuji terhadap apa yang terjadi padanya, berupa:
Syukur ketika dalam keadaan lapang, dan
Sabar ketika mendapat ujian
Berbeda dengan macam ibadah yang kedua (ibadah syar'iyyah), maka manusia terpuji ketika melakukannya.
🔊 Sedangkan Asy-Syaikh Al-Fauzan -hafizhohullah menjelaskan bahwa
☝ Makna “mentauhidkan Ku” adalah meng-Esakan Ku (yakni Allah Ta'ala) dalam ibadah.
⭕ Dimana pada hakekatnya, makna Tauhid dan Ibadah adalah satu. Ibadah ditafsirkan dengan tauhid, dan juga Tauhid ditafsirkan dengan ibadah. Sehingga makna kedua kata tersebut sama.
💡💡 📛📛 Pembaca yang dirahmati Allah. Pada poin ini terdapat bantahan bagi orang-orang yang menafsirkan tauhid hanya dengan "Tauhid Rububiyyah"; Yakni menetapkan Allah -Ta’ala- sebagai pencipta, pemberi rizki, yang menghidupkan, yang mematikan, yang mengatur segala-galanya.
💡❗❗❗ Karena "Tauhid Rububiyyah" bukanlah makna tauhid yang Allah –Ta’ala- jadikan sebagai tujuan penciptaan makhluk.
💯👑☝ Yang Allah –Ta’ala- inginkan dalam penciptaan makhluk adalah Tauhid Ibadah (yakni mentauhidkannya dalam ibadah, disebut pula dengan: Tauhid Uluhiyyah.)
📛🚫 Barangsiapa mentauhidkan Allah –Ta’ala- hanya dengan "Tauhid Rububiyyah" saja, maka dia belum termasuk orang yang bertauhid, bukan pula termasuk penduduk Jannah dan bahkan termasuk penduduk neraka.
❔❔❔ Kenapa demikian ???
Karena dia belum bertauhid dengan "Tauhid Uluhiyyah" atau tauhid ibadah; dimana dia diciptakan untuk melaksanakannya.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Comments
Post a Comment