Skip to main content

BAGIAN 21 - Pengertian Robb

📚 BAGIAN 21 - Pengertian Robb 📚

♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul (Inti Masalah) ♥️

🔊Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

وَالرَّبُ هُوَ الْمَعْبُودُ (1)، وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ } [ البقرة:21- 22 ] (2)

1. Pengertian Robb adalah Al Ma'bud yaitu  dialah yang diibadahi.

2. Dalilnya adalah firman Allah –Ta’ala-;
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. “ [ Al-Baqoroh: 21 – 22 ]
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📚PENJELASAN📚

⏩ (1)

Penulis رحمه الله تعالى mengisyaratkan pada firman Allah azza wajalla,

إن ربكم الله الذي خلق السموت والأرض في ستة أيام ثم استوى على العرش يغشي اليل النهار يطلبه حثيثا والشمس والقمر والنجوم مسخرت بأمره، ألا له الخلق والأمر، تبارك الله رب العلمين. سورة الأعراف، الأية: ٢٥٤

"Sesungguhnya Rabb kalian adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia beristiwa di atas Arsy-Nya, Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan diciptakan-Nya pula matahari, bulan, dan bintang-bintang semua tunduk kepada perintah-Nya. ingatlah, mencipta dan memerintah hanyalah hak Allah, Maha Suci Allah Rabb semesta alam."
(QS. Al- A'raf : 54)

⚠️ Maka yang dimaksud Rabb adalah AL-MA'BUD yaitu Dzat yang harus diibadahi, yakni Dia-lah yang berhak untuk diibadahi.

Atau Dia diibadahi karena memiliki hak untuk diibadahi.

Dan tidak berarti bahwa setiap apa yang disembah itu adalah Rabb.

🚫 Maka semua sesembahan yang diibadahi selain Allah, yang dijadikan sebagai Rabb-Rabb selain Allah oleh para penyembahnya, pada hakikatnya BUKANLAH RABB.

✔ RABB adalah PENCIPTA, PENGUASA, dan PENGATUR semesta alam dan segala sesuatu.

⏩ (2)
قوله تعالى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ

"Allah ta'ala berfirman, 'Wahai manusia, beribadahlah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan
kalian'." (QS. Al-Baqarah: 21)

Sebuah PANGGILAN yang ditujukan kepada semua manusia dari keturunan Adam.

Allah azza wajalla memerintahkan mereka untuk beribadah
kepada-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Maka hendaklah mereka tidak membuat tandingan-tandingan (sekutu-sekutu) bagi Allah.

☝️Dan Allah ta'ala menjelaskan bahwa hanya Dia yang berhak untuk diibadahi, karena Dia adalah Pencipta satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya.

فَلاَ تَجْعَلُوا لِلّٰهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Maka janganlah kalian menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kalian mengetahui."

Maka janganlah kalian menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang kalian ibadahi seperti kalian ibadah kepada Allah, atau kalian cintai seperti kalian mencintai Allah, karena hal itu TIDAK PANTAS kalian lakukan, baik menurut akal maupun menurut syariat.

💡🔎Jika kita memerhatikan firman Allah dalam Al-Qur'an, maka kita akan selalu mendapati metode tarbiyah dari Allah ta'ala sebagai berikut:

Sebelum Allah memerintahkan untuk BERIBADAH hanya kepada Allah, maka terlebih dahulu Allah jelaskan tentang

🔵 TAUHID RUBUBIYYAH
Yakni Allah ta'ala menjelaskan tentang kekuasaan-Nya dalam mencipta, memberi rezeki, dan mengatur semesta alam, Dia sendiri tanpa ada sekutu maupun tandingan.

Setelah manusia faham, mengerti, dan mengetahui TAUHID RUBIYYAH tersebut, barulah kemudian Allah perintahkan yang berikutnya, yaitu:

🔵 TAUHID ULUHIYYAH
Yakni perintah BERIBADAH hanya kepada Allah.
Sebagaimana dalam Rububiyyah-Nya Allah sendiri tanpa ada sekutu baginya, maka Allah meminta diibadahi sendiri tanpa disekutukan dalam ibadah.

Maka perhatikan ayat ini, Surah Al-Baqarah: 21 -22 yang berisi penjelasan tentang tauhid Rububiyyah & tauhid Uluhiyyah.

Ayat ditutup dengan JANGAN MENJADIKAN SEKUTU BAGI ALLAH, PADAHAL KALIAN TELAH MENGETAHUI.
Yakni mengetahui tentang RUBUBIYYAH ALLAH, yang telah diterangkan pertama kali sebelum memerintahkan untuk ULUHIYYAH (beribadah) hanya kepada Allah."

✍ Kesimpulan dan sekaligus faedah untuk kita semua yakni :

🌻 Tidak cukup bagi seorang manusia untuk hanya mengakui perkara rububiyyah ini saja. Karena, dia juga diharuskan untuk mengakui perkara uluhiyyah / ubudiyyah,
❤☝️ Yakni beribadah hanya untuk Allah –Ta’ala- saja, tidak untuk selain-Nya. Karena selain Allah –Ta’ala- adalah makhluk yang tidak berhak mendapatkan ibadah sedikitpun.

🌻 Surah Al Baqarah ayat 21-22 merupakan ayat paling pertama yang berisi perintah. Dan perintah yang pertama adalah BERTAUHID ☝️ .
➖➖➖➖➖

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم

Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.

#bersambung_ In syaa ALLAH

💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan

✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...