📚 BAGIAN 22 - Ucapan Ibnu Katsir رَحِمَهُ اللهُ📚
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul (Inti Masalah) ♥️
🔊 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:
قَالَ ابْنُ كَثِيرٍ -رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى- : (1)
"الخَالِقُ لِهذِهِ الأَشْيَاءِ هُوَ المُسْتَحِقُّ لِلْعِبَادَةِ." (2)
(1) Berkata Al-Imam Ibnu Katsir –rohimahullahu ta’ala-:
(2) “Pencipta segala sesuatu dialah yang berhak diibadahi.”
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
⏩ (1) Nama aslinya adalah Isma’il bin ‘Umar bin Katsir, Al-Qurosyi Ad-Dimasyqi. Beliau termasuk bagian dari qobilah Quraisy yang tinggal di daerah Damaskus. Nama kunyah beliau adalah Abul Fida` dan julukan beliau adalah ‘Imaduddin.
Beliau dilahirkan pada tahun 701 H, di daerah Damaskus. Dan meninggal pada bulan Sya’ban tahun 774 H.
Beliau termasuk salah seorang ulama di bidang tafsir, hadits, sejarah Islam, dan yang lainnya. Contoh karangan kitab beliau yang terkenal adalah : Al Bidayah Wan Nihayah serta Tafsir Ibnu Katsir.
Beliau merupakan Murid dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah-.
⏩ (2) Al-Imam Ibnu Katsir –rohimahullah- mengatakan,
الخَالِقُ لِهذِهِ الأَشْيَاءِ هُوَ المُسْتَحِقُّ لِلْعِبَادَةِ
“Pencipta segala sesuatu dialah yang berhak diibadahi.”
🔊✍Asy Syaikh Ibnu Bazz رَحِمَهُ اللهُ menjelaskan didalam syarah Tsalatsatul ushul yakni berkata Al Hafidz Ibnu Katsir dalam kitab “Tafsir Al-Qur`an Al-‘Azhiem” yang biasa kita sebut dengan “Tafsir Ibn Katsir” :
" Pencipta segala sesuatu yang ada, baik langit, bumi , buah buahan, tumbuhan, hujan maupun selainnya, itulah Dzat yang berhak untuk diibadahi dan di taati. Sebab Dia-lah Rabb semesta alam dan Pencipta segala sesuatu."
Allah berfirman yang artinya : "Dan Ilahmu adalah Ilah Yang Maha Esa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."
(QS. AL BAQARAH: 163)
🔎💡 Intinya, Yang berhak diibadahi bukanlah makhluk (yang diciptakan) walaupun wujudnya besar seperti: langit dan bumi.
☝️Namun, yang berhak diibadahi hanya lah Allah -Ta'ala- Sang Pencipta, yang menciptakan segala sesuatu.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul (Inti Masalah) ♥️
🔊 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:
قَالَ ابْنُ كَثِيرٍ -رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى- : (1)
"الخَالِقُ لِهذِهِ الأَشْيَاءِ هُوَ المُسْتَحِقُّ لِلْعِبَادَةِ." (2)
(1) Berkata Al-Imam Ibnu Katsir –rohimahullahu ta’ala-:
(2) “Pencipta segala sesuatu dialah yang berhak diibadahi.”
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
⏩ (1) Nama aslinya adalah Isma’il bin ‘Umar bin Katsir, Al-Qurosyi Ad-Dimasyqi. Beliau termasuk bagian dari qobilah Quraisy yang tinggal di daerah Damaskus. Nama kunyah beliau adalah Abul Fida` dan julukan beliau adalah ‘Imaduddin.
Beliau dilahirkan pada tahun 701 H, di daerah Damaskus. Dan meninggal pada bulan Sya’ban tahun 774 H.
Beliau termasuk salah seorang ulama di bidang tafsir, hadits, sejarah Islam, dan yang lainnya. Contoh karangan kitab beliau yang terkenal adalah : Al Bidayah Wan Nihayah serta Tafsir Ibnu Katsir.
Beliau merupakan Murid dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah-.
⏩ (2) Al-Imam Ibnu Katsir –rohimahullah- mengatakan,
الخَالِقُ لِهذِهِ الأَشْيَاءِ هُوَ المُسْتَحِقُّ لِلْعِبَادَةِ
“Pencipta segala sesuatu dialah yang berhak diibadahi.”
🔊✍Asy Syaikh Ibnu Bazz رَحِمَهُ اللهُ menjelaskan didalam syarah Tsalatsatul ushul yakni berkata Al Hafidz Ibnu Katsir dalam kitab “Tafsir Al-Qur`an Al-‘Azhiem” yang biasa kita sebut dengan “Tafsir Ibn Katsir” :
" Pencipta segala sesuatu yang ada, baik langit, bumi , buah buahan, tumbuhan, hujan maupun selainnya, itulah Dzat yang berhak untuk diibadahi dan di taati. Sebab Dia-lah Rabb semesta alam dan Pencipta segala sesuatu."
Allah berfirman yang artinya : "Dan Ilahmu adalah Ilah Yang Maha Esa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."
(QS. AL BAQARAH: 163)
🔎💡 Intinya, Yang berhak diibadahi bukanlah makhluk (yang diciptakan) walaupun wujudnya besar seperti: langit dan bumi.
☝️Namun, yang berhak diibadahi hanya lah Allah -Ta'ala- Sang Pencipta, yang menciptakan segala sesuatu.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Comments
Post a Comment