Skip to main content

BAGIAN 25 - Khauf adalah Ibadah

📚 BAGIAN 25 - Khauf adalah Ibadah📚

♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️

🗣Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:

ودليل الخوف قوله تعالى: {إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ} [آل عمران:175]

Dan dalil untuk Khouf adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Karena itu janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kalian benar-benar orang yang beriman.” [ Ali Imron : 175 ]
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📚PENJELASAN📚

🗣 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan, khauf adalah rasa takut, yakni perasaan yang timbul ketika terjadi sesuatu yang di dalamnya mengandung hal yang membinasakan, atau menimbulkan mudharat/ bahaya, atau gangguan atau sesuatu yang menyakitkan.

💡 Dengan kata lain KHAUF adalah KESEDIHAN HATI/ RASA TAKUT YANG AKAN MENIMPANYA DIMASA DATANG. 💡

🛑 Apakah semua rasa takut termasuk jenis ibadah?

Jawabannnya ada pada rincian berikut ini, Asy-Syaikh Ibnu ‘Usaimin rohimahullah menjelaskan, bahwa rasa takut itu ada tiga macam;

⭕ 1. Khouf Tobi’i (Tabiat yang wajar), seperti takutnya seorang manusia kepada binatang buas, api, dan takut tenggelam. Yang seperti ini tidak tercela.

Sebagaimana Allah Ta’ala pernah ceritakan tentang kisah nabi Musa ‘alaihis salam
فَأَصْبَحَ فِي الْمَدِينَةِ خَائِفًا يَتَرَقَّبُ

"Maka Musa merasa takut di dalam kota, menunggu-nunggu dengan khawatir." (QS. Al-Qashash: 18)

⚠️⚠️ Namun, Apabila Khouf Thobi’i itu menjadi penyebab terhalanginya suatu kewajiban atau dikerjakannya suatu larangan, maka hukumnya menjadi haram. Karena sesuatu yang menjadi penyebab meninggalkan kewajiban dan melakukan yang haram, maka HARAM hukumnya.

Dalilnya firman Allah ta'ala,

فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

"Maka janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kalian benar-benar orang yang beriman." (QS. Ali Imran: 175)

⭕ 2. Khouf Ibadah, adalah rasa takut kepada seseorang sebagai bentuk ibadah kepadanya.

Jenis ini hanya boleh diberikan kepada Allah. Jika jenis kedua ini diberikan kepada selain Allah Ta’ala maka pelakunya terjerumus ke dalam Syirik Akbar (syirik besar).

⭕ 3. Khouf Sirr, adalah rasa takut kepada sesuatu yang samar.

Contohnya; Takut kepada mayit yang telah dikubur, atau takut kepada seorang wali yang jauh darinya dan tidak memiliki pengaruh sedikitpun padanya, akan tetapi ia takut kepadanya dengan khauf sirri. Para ulama menyebutkan bahwa jenis ketiga ini termasuk jenis kesyirikan.

🗣 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan, Rasa takut kepada Allah Ta’ala ada dua macam yaitu :
A. Rasa takut yang terpuji
B. Rasa takut yang tercela.

⭕ Adapun Yang Pertama: Rasa takut yang terpuji, adalah rasa takut yang tujuannya menjauhkan dirimu dari kemaksiatan kepada Allah Ta’ala , bisa membawa dirimu untuk melaksanakan berbagai macam kewajiban serta meninggalkan perkara haram.

💙 Apabila tujuan ini terwujud, niscaya hati akan terhindar dari rasa galau, cenderung tenang, serta diliputi dengan kegembiraan karena mendapatkan kenikmatan dari Allah Ta’ala, serta berharap pahala dari-Nya.

⭕ Adapun Yang Kedua: Rasa takut yang tercela, adalah rasa takut yang mengantarkan kepada sifat putus asa dari rahmat Allah Ta’ala dan putus harapan.

🚫 Jika demikian keadaannya, maka seorang hamba akan merasakan kesedihan dan kesempitan hati, bahkan ia bisa terus menerus terjerumus ke dalam perbuatan maksiat, dikarenakan rasa putus asa yang begitu kuat.

🗣 Imam Ibnul Taimiyyah rohimahullah berkata bahwa hati perlu terhadap 3 hal yakni : sifat Khauf, raja' dan mahabbah.

Ketiga sifat itu adalah rukun ibadah dan sifat para Nabi sebagaimana terdapat dalam QS. Al Anbiya : 90.

🗣 Para Ulama' berkata :

👉 Jika seorang beribadah hanya mengharap Khauf (rasa takut), maka dia Haruri (Khawarij). Karena khawarij mengkafirkan pelaku dosa besar dari kalangan kaum Muslimin.

👉 Jika seorang beribadah hanya mengharap raja' (rasa berharap), maka dia murji'ah karena murji'ah meyakini dosa tidak mempengaruhi iman.

👉 Jika seorang beribadah hanya mengharap Mahabbah (kecintaan), maka dia zindiq seperti orang sufi/tasawuf.

🚫 Mereka tidak beribadah kepada Allah ta’ala karena rasa takut dan berharap pahala. Mereka berkata, “Aku tidaklah beribadah kepada Allah ta’ala karena mengharapkan surga, bukan pula karena takut neraka. Akan tetapi, aku beribadah karena semata-mata mencintai Allah.”

❌❌Ini adalah keyakinan yang tidak benar❌❌

Bagaimana mungkin sikap semacam ini kita benarkan, sedangkan manusia yang paling bertakwa kepada Allah ta’ala, yaitu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berdoa,

اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Allah Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkan kami dari siksa neraka.” (HR. Bukhari no. 4522)
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم

Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.

#bersambung_ In syaa ALLAH

💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan

✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...