📚 BAGIAN 30- INABAH ADALAH IBADAH 📚
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
وَدَلِيلُ الإِنَابَةِ قَوْلُهُ تَعَالَى: {وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ} [سورة الزمر، الآية: 54]
“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya.” [ Az-Zumar : 54 ]
📚PENJELASAN📚
PENGERTIAN INABAH
🔊 Syaikh 'Utsaimin rohimahullah berkata :
"Inabah adalah kembali kepada Allah ta'ala dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya serta meninggalkan kemaksiatan kepada-Nya.
Inabah dekat dengan makna taubat. Hanya saja inabah lebih halus dan dalam dari taubat, sebab inabah mengandung sikap menyandarkan diri, dan
berlindung kepada Allah". [ Lihat Syarah Tsalatsatil Ushul hal. 61 ]
Inabah juga dapat diartikan yakni: kembali kepada Allah Ta’ala dengan bertaubat. [ Lihat Lisanul Arob (1/775), An-Nihayah (5/123) ]
🔊 Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata, ada empat unsur inabah yaitu :
- Cinta kepada Allah
- Tunduk kepada Allah
- Berpaling dari selain Allah
- Selalu mendekat kepada Allah
⚠️ Karena INABAH ini adalah IBADAH, maka tidak boleh kecuali hanya ditujukan kepada Allah semata.
Dalilnya adalah firman Allah ta'ala:
وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ
"Dan kembalilah kalian kepada Rabb kalian dan berserah dirilah kalian kepada-Nya." (QS. Az-Zumar: 54)
Yang dimaksud dengan Islam pada firman Allah ta'ala:
وَأَسْلِمُوا لَهُ
"Dan berserah dirilah kalian kepada-Nya." (QS. Az-Zumar: 54)
Adalah Islam yang Syar'i yakni : berserah diri kepada hukum-hukum syariat Allah.
Hal itu karena Islam (berserah diri kepada Allah ta'ala) ada dua macam, yaitu:
⭕ ISLAM KAUNI ⭕
Yakni berserah diri kepada hukum Allah yang bersifat kauni (berupa takdir Allah).
Ini UMUM untuk seluruh makhluk yang di langit dan di bumi, baik yang mukmin maupun yang kafir, baik makhluk yang berbakti maupun yang fajir/jelek. Tidak satupun dari makhluk untuk mengelak dari-Nya.
Dalilnya adalah firman Allah ta'ala:
وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
"Dan kepada-Nya berserah diri semua yang di langit dan di bumi, baik dengan rela maupun terpaksa dan hanya kepada Allah mereka dikembalikan." (QS. Al-Imran: 83)
⭕ ISLAM SYAR'I ⭕
Yakni berserah diri terhadap hukum-hukum syariat Allah.
Ini KHUSUS ada pada orang yang taat kepada Allah dari kalangan para Rasul dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan cara yang baik. Dalilnya dalam Al-Quran banyak sekali, di antaranya adalah ayat yang telah disebutkan oleh penulis رحمه الله
⭕ Macam-macam Inabah ada dua yakni :
1. Inabah kepada Rububiyyah Allah
Yang seperti ini adalah bentuk ibadah seluruh makhluk Allah. Tatkala mereka ditimpa kerugian semisal musibah dan semisalnya.
2. Inabah kepada Uluhiyyah Allah
Yang seperti adalah inabah yang dilakukan oleh wali-wali Nya. Padanya terkandung empat hal sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnul Qoyyim rohimahullah yaitu :
- Kecintaan kepada Allah,
- Tunduk kepada-Nya,
- Senantiasa siap menghadap Allah,
- Berpaling dari selain-Nya.
Seorang hamba tidak dikatakan sebagai Munib kecuali jika keempat hal itu ada padanya.
Munib adalah orang yang telah berhasil melakukan inabah.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
وَدَلِيلُ الإِنَابَةِ قَوْلُهُ تَعَالَى: {وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ} [سورة الزمر، الآية: 54]
“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya.” [ Az-Zumar : 54 ]
📚PENJELASAN📚
PENGERTIAN INABAH
🔊 Syaikh 'Utsaimin rohimahullah berkata :
"Inabah adalah kembali kepada Allah ta'ala dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya serta meninggalkan kemaksiatan kepada-Nya.
Inabah dekat dengan makna taubat. Hanya saja inabah lebih halus dan dalam dari taubat, sebab inabah mengandung sikap menyandarkan diri, dan
berlindung kepada Allah". [ Lihat Syarah Tsalatsatil Ushul hal. 61 ]
Inabah juga dapat diartikan yakni: kembali kepada Allah Ta’ala dengan bertaubat. [ Lihat Lisanul Arob (1/775), An-Nihayah (5/123) ]
🔊 Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata, ada empat unsur inabah yaitu :
- Cinta kepada Allah
- Tunduk kepada Allah
- Berpaling dari selain Allah
- Selalu mendekat kepada Allah
⚠️ Karena INABAH ini adalah IBADAH, maka tidak boleh kecuali hanya ditujukan kepada Allah semata.
Dalilnya adalah firman Allah ta'ala:
وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ
"Dan kembalilah kalian kepada Rabb kalian dan berserah dirilah kalian kepada-Nya." (QS. Az-Zumar: 54)
Yang dimaksud dengan Islam pada firman Allah ta'ala:
وَأَسْلِمُوا لَهُ
"Dan berserah dirilah kalian kepada-Nya." (QS. Az-Zumar: 54)
Adalah Islam yang Syar'i yakni : berserah diri kepada hukum-hukum syariat Allah.
Hal itu karena Islam (berserah diri kepada Allah ta'ala) ada dua macam, yaitu:
⭕ ISLAM KAUNI ⭕
Yakni berserah diri kepada hukum Allah yang bersifat kauni (berupa takdir Allah).
Ini UMUM untuk seluruh makhluk yang di langit dan di bumi, baik yang mukmin maupun yang kafir, baik makhluk yang berbakti maupun yang fajir/jelek. Tidak satupun dari makhluk untuk mengelak dari-Nya.
Dalilnya adalah firman Allah ta'ala:
وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
"Dan kepada-Nya berserah diri semua yang di langit dan di bumi, baik dengan rela maupun terpaksa dan hanya kepada Allah mereka dikembalikan." (QS. Al-Imran: 83)
⭕ ISLAM SYAR'I ⭕
Yakni berserah diri terhadap hukum-hukum syariat Allah.
Ini KHUSUS ada pada orang yang taat kepada Allah dari kalangan para Rasul dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan cara yang baik. Dalilnya dalam Al-Quran banyak sekali, di antaranya adalah ayat yang telah disebutkan oleh penulis رحمه الله
⭕ Macam-macam Inabah ada dua yakni :
1. Inabah kepada Rububiyyah Allah
Yang seperti ini adalah bentuk ibadah seluruh makhluk Allah. Tatkala mereka ditimpa kerugian semisal musibah dan semisalnya.
2. Inabah kepada Uluhiyyah Allah
Yang seperti adalah inabah yang dilakukan oleh wali-wali Nya. Padanya terkandung empat hal sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnul Qoyyim rohimahullah yaitu :
- Kecintaan kepada Allah,
- Tunduk kepada-Nya,
- Senantiasa siap menghadap Allah,
- Berpaling dari selain-Nya.
Seorang hamba tidak dikatakan sebagai Munib kecuali jika keempat hal itu ada padanya.
Munib adalah orang yang telah berhasil melakukan inabah.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Comments
Post a Comment