Skip to main content

BAGIAN 31- ISTI'ANAH ADALAH IBADAH (bag.1)

📚 BAGIAN 31- ISTI'ANAH ADALAH IBADAH (bag.1)📚

♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:

وَدَلِيلُ الاسْتِعَانَةِ قَوْلُهُ تَعَالَى: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ}
[سورة الفاتحة الآية: 5]

وفي الحديث " إذا استعنت فاستعن بالله"

Dan dalil tentang Isti’anah adalah firman-Nya:

”Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”
[ Al-Fatihah:5 ]

Dan dalam sebuah hadits: ”Jika engkau hendak meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.”

📚PENJELASAN📚

PENGERTIAN ISTI'ANAH

🔊 Isti’anah artinya meminta pertolongan. (Syarah Tsalatsatil Ushul oleh Syaikh Ibnu 'Utsaimin rohimahullah)

🔊 Asy-Syaikh As-Sa’di rohimahullah menjelaskan: “ Isti’anah adalah menyandarkan diri kepada Allah Ta’ala dalam rangka meminta manfaat atau menolak mudharat. Dengan penuh kepercayaan, bahwa Dia mampu mewujudkan hal itu.”

🔊 Asy-Syaikh As-Sa’di rohimahullah menjelaskan:

“Penyebutan Isti’anah setelah Ibadah (padahal isti'anah termasuk dalam Ibadah) menunjukkan butuhnya seorang hamba kepada pertolongan Allah dalam setiap amal ibadah kepada-Nya.

Apabila Allah Ta’ala tidak memberikan pertolongan, maka keinginan seorang hamba untuk melaksanakan setiap perintah dan meninggalkan segala larangan tidak akan bisa terwujud.” 📚 [ Lihat ”Tafsir As-Sa’di ]

⭕ MACAM-MACAM ISTI'ANAH ⭕

Isti'anah ada lima macam, yaitu:

1. ISTI'ANAH KEPADA ALLAH.

Yakni isti'anah yang mengandung kesempurnaan sikap merendahkan diri dari seorang hamba kepada Rabb-nya. Menyerahkan segala urusan kepada-Nya. Serta meyakini bahwa Allah akan mencukupinya.

Isti'anah yang semacam ini tidak boleh diserahkan kecuali hanya untuk Allah semata.

Dalil isti'anah adalah firman Allah ta'ala:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

"Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan." (QS. Al-Fatihah: 5)

Segi pengkhususan pada ayat tersebut, di mana Allah ta'ala mendahulukan obyek kalimat pada kata إياك, sedangkan kaidah bahasa Arab yang dengannya Al-Quran diturunkan, menjelaskan bahwa mendahulukan kata yang seharusnya diakhirkan akan memberikan makna PEMBATASAN dan PENGKHUSUSAN.

Karena itu maka mengarahkan isti'anah jenis yang pertama ini kepada selain Allah ta'ala merupakan Syirik Akbar (SYIRIK BESAR) yang mengeluarkan pelakunya dari agama Islam.

⚠️ Catatan : Lafazh pada ayat

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

"Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan."

Dalam susunan bahasa Arab, konteks kalimatnya:

نٙعْبُدُكٙ وٙنٙسْتٙعِيْنُكٙ

"Kami beribadah kepada-Mu dan kami meminta pertolongan kepada-Mu."

Kami sebagai subyek.
Beribadah sebagai predikat.
Kepada-Mu sebagai obyek.

Akan tetapi Allah ta'ala dalam firman-Nya mendahulukan objek sehingga kalimat dalam firman-Nya,

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Dalam kaidah bahasa Arab, ketika obyek yang seharusnya diakhirkan kemudian ternyata didahulukan (diletakkan di awal kalimat), maka akan mengandung makna PEMBATASAN dan PENGKHUSUSAN.

❌ Sehingga maknanya bukan lagi "Kepada-Mu kami beribadah dan kepada-Mu kami memohon pertolongan"

✔ Tapi maknanya yang benar: " HANYA kepada-Mu kami beribadah dan HANYA kepada-Mu kami mohon pertolongan."

Yakni maknanya mengandung PEMBATASAN dan PENGKHUSUSAN dalam beribadah dan meminta pertolongan hanya kepada Allah.

Maknanya bisa difahami sebagai berikut:
" Hanya kepada-Mu kami beribadah dan kami tidak beribadah kepada selain-Mu."

"Hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan dan kami tidak mohon pertolongan kepada selain-Mu."

💡 Just info: Ibnul Qoyyim rohimahullah khusus mensyarah QS. Al fatihah :5 dalam buku tiga jilid yang besar bernama Madarijus Salikin. Bahkan didalam kitabnya, beliau berkata "Rahasia penciptaan, pengaturan & kitab-kitab serta syariat-syariat, pahala & hukuman, semuanya berakhir pada 2 kalimat ini. Dan diatas 2 kalimat ini beredar segala macam Tauhid."

🔊 Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata :
Ada tiga sifat-sifat isti'anah yakni :

1. Kesempurnan penghinaan diri kepada Allah
2. Percaya kepada Allah
3. Bersandar kepada Allah

#bersambung untuk macam-macam isti'anah yang lainnya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم

Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.

#bersambung_ In syaa ALLAH

💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan

✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...