📚 BAGIAN 32- ISTI'ANAH ADALAH IBADAH (bag.2)📚
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
وَدَلِيلُ الاسْتِعَانَةِ قَوْلُهُ تَعَالَى: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ}
[سورة الفاتحة الآية: 5]
وفي الحديث " إذا استعنت فاستعن بالله"
Dan dalil tentang Isti’anah adalah firman-Nya:
”Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”
[ Al-Fatihah:5 ]
Dan dalam sebuah hadits: ”Jika engkau hendak meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.”
📚PENJELASAN📚
#lanjutan_materi
2. ISTI'ANAH KEPADA MAKHLUK PADA PERKARA YANG DIA MAMPU MELAKUKANNYA
Ini tergantung hukumnya kepada OBYEK ISTI'ANAH (perkara yang dimintakan pertolongan padanya):
Apabila meminta pertolongan (isti'anah) pada perkara KEBAIKAN, maka hukumnya BOLEH bagi orang yang meminta tolong, dan DISYARIATKAN bagi yang diminta tolong untuk menolong. Berdasarkan firman Allah ta'ala:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ
"Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan." (QS. Al-Ma'idah: 2)
Apabila ISTI'ANAH untuk perbuatan DOSA, maka ini HARAM hukumnya bagi orang yang meminta maupun yang memberi pertolongan. Berdasarkan firman Allah ta'ala:
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ
"Dan janganlah kalian tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan." (QS. Al-Ma'idah: 2)
Apabila ISTI'ANAH dalam perkara MUBAH, maka hukumnya BOLEH bagi orang yang meminta maupun orang yang memberi pertolongan.
Akan tetapi bagi orang yang memberi pertolongan, kadang-kadang mendapat pahala atas perbuatannya, yakni pahala dari perbuatan IHSAN (baik) kepada orang lain, dan karena itulah diketahui bahwa memberikan pertolongan pada dasarnya disyariatkan, berdasarkan firman Allah ta'ala:
وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
"Dan berbuat baiklah kalian. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Baqarah: 195)
3. ISTI'ANAH KEPADA MAKHLUK YANG HIDUP DAN BERADA DI HADAPANNYA, TAPI TIDAK MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK MENOLONG.
Maka ini adalah perbuatan SIA-SIA yang tidak ada manfaatnya.
Misalnya:
Meminta pertolongan kepada orang yang lemah yang tidak mampu membawa sesuatu yang berat.
Keterangan tambahan:
"Meminta tolong kepada makhluk jika dia mampu, hukumnya BOLEH. Tapi jika meminta pertolongan kepada makhluk yang tidak mampu dan kamu mengetahui keadaannya yang tidak mampu, maka sesungguhnya kamu menyulitkannya serta membebani sesuatu yang dia tidak mampu melakukannya, maka hal ini tidak boleh." (Ithaful Uqul Syarh Tsalatsatul Ushul oleh Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiri حفظه الله)
4. ISTI'ANAH KEPADA ORANG MATI DALAM SEMUA PERKARA, ATAU KEPADA MAKHLUK HIDUP DALAM PERKARA GHAIB YANG MEREKA TIDAK MAMPU MENOLONG
Maka ini adalah perbuatan SYIRIK, sebab ini tidak akan dilakukan kecuali oleh orang yang punya KEYAKINAN bahwa mereka yang diminta pertolongannya mempunyai kemampuan yang tersembunyi terhadap suatu kejadian (yang ditentukan oleh takdir).
5. ISTI'ANAH DENGAN AMAL-AMAL SHALIH DAN KEADAAN-KEADAAN YANG DICINTAI OLEH ALLAH
Hal ini boleh dan disyariatkan berdasarkan perintah Allah ta'ala dalam firman-Nya:
وٙاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ
"Dan mintalah pertolongan dengan (melakukan) sabar dan shalat." (QS. Al-Baqarah: 153)
Penulis kitab رحمه الله mengambil dalil untuk ISTI'ANAH jenis yang pertama (yakni Isti'anah kepada Allah ta'ala) dengan firman Allah ta'ala,
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
"Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan." (QS. Al-Fatihah: 4)
Dan dalil dari sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم,
إذا استعنت فاستعن بالله.
"Jika kamu meminta tolong, maka mintalah pertolongan kepada Allah." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
وَدَلِيلُ الاسْتِعَانَةِ قَوْلُهُ تَعَالَى: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ}
[سورة الفاتحة الآية: 5]
وفي الحديث " إذا استعنت فاستعن بالله"
Dan dalil tentang Isti’anah adalah firman-Nya:
”Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”
[ Al-Fatihah:5 ]
Dan dalam sebuah hadits: ”Jika engkau hendak meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.”
📚PENJELASAN📚
#lanjutan_materi
2. ISTI'ANAH KEPADA MAKHLUK PADA PERKARA YANG DIA MAMPU MELAKUKANNYA
Ini tergantung hukumnya kepada OBYEK ISTI'ANAH (perkara yang dimintakan pertolongan padanya):
Apabila meminta pertolongan (isti'anah) pada perkara KEBAIKAN, maka hukumnya BOLEH bagi orang yang meminta tolong, dan DISYARIATKAN bagi yang diminta tolong untuk menolong. Berdasarkan firman Allah ta'ala:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ
"Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan." (QS. Al-Ma'idah: 2)
Apabila ISTI'ANAH untuk perbuatan DOSA, maka ini HARAM hukumnya bagi orang yang meminta maupun yang memberi pertolongan. Berdasarkan firman Allah ta'ala:
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ
"Dan janganlah kalian tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan." (QS. Al-Ma'idah: 2)
Apabila ISTI'ANAH dalam perkara MUBAH, maka hukumnya BOLEH bagi orang yang meminta maupun orang yang memberi pertolongan.
Akan tetapi bagi orang yang memberi pertolongan, kadang-kadang mendapat pahala atas perbuatannya, yakni pahala dari perbuatan IHSAN (baik) kepada orang lain, dan karena itulah diketahui bahwa memberikan pertolongan pada dasarnya disyariatkan, berdasarkan firman Allah ta'ala:
وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
"Dan berbuat baiklah kalian. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Baqarah: 195)
3. ISTI'ANAH KEPADA MAKHLUK YANG HIDUP DAN BERADA DI HADAPANNYA, TAPI TIDAK MEMILIKI KEMAMPUAN UNTUK MENOLONG.
Maka ini adalah perbuatan SIA-SIA yang tidak ada manfaatnya.
Misalnya:
Meminta pertolongan kepada orang yang lemah yang tidak mampu membawa sesuatu yang berat.
Keterangan tambahan:
"Meminta tolong kepada makhluk jika dia mampu, hukumnya BOLEH. Tapi jika meminta pertolongan kepada makhluk yang tidak mampu dan kamu mengetahui keadaannya yang tidak mampu, maka sesungguhnya kamu menyulitkannya serta membebani sesuatu yang dia tidak mampu melakukannya, maka hal ini tidak boleh." (Ithaful Uqul Syarh Tsalatsatul Ushul oleh Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiri حفظه الله)
4. ISTI'ANAH KEPADA ORANG MATI DALAM SEMUA PERKARA, ATAU KEPADA MAKHLUK HIDUP DALAM PERKARA GHAIB YANG MEREKA TIDAK MAMPU MENOLONG
Maka ini adalah perbuatan SYIRIK, sebab ini tidak akan dilakukan kecuali oleh orang yang punya KEYAKINAN bahwa mereka yang diminta pertolongannya mempunyai kemampuan yang tersembunyi terhadap suatu kejadian (yang ditentukan oleh takdir).
5. ISTI'ANAH DENGAN AMAL-AMAL SHALIH DAN KEADAAN-KEADAAN YANG DICINTAI OLEH ALLAH
Hal ini boleh dan disyariatkan berdasarkan perintah Allah ta'ala dalam firman-Nya:
وٙاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ
"Dan mintalah pertolongan dengan (melakukan) sabar dan shalat." (QS. Al-Baqarah: 153)
Penulis kitab رحمه الله mengambil dalil untuk ISTI'ANAH jenis yang pertama (yakni Isti'anah kepada Allah ta'ala) dengan firman Allah ta'ala,
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
"Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan." (QS. Al-Fatihah: 4)
Dan dalil dari sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم,
إذا استعنت فاستعن بالله.
"Jika kamu meminta tolong, maka mintalah pertolongan kepada Allah." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Comments
Post a Comment