Skip to main content

BAGIAN 33- ISTI'ADZAH ADALAH IBADAH

📚 BAGIAN 33- ISTI'ADZAH ADALAH IBADAH 📚

♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:

وَدَلِيلُ الاسْتِعَاذَةِ قَوْلُهُ تَعَالَى: {قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ} [سورة الفلق: 1] .

{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ} [سورة الناس: 1]

Dan dalil tentang Isti’adzah adalah firman Allah Ta’ala

Katakanlah: "Aku berlindung kepada Rabb Yang Menguasai subuh.” [ Surat Al-Falaq : 1 ]

Katakanlah: "Aku berlidung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia.”
[ Surat An-Naas : 1 ]

📚PENJELASAN📚

⭕ PENGERTIAN ISTI’ADZAH

Isti’adzah artinya memohon i'adzah yaitu Perlindungan dari hal-hal yang membahayakan.

Atau dapat kita artikan juga yaitu Isti'adzah adalah memohon perlindungan dari hal yang jelek (BELUM TERKENA MUSIBAH)

⭕ 3 sifat isti'adzah :
1. Berlindung kepada Allah
2. Berpegsng teguh kepada Allah
3. Meyakini bahwa Allah akan mencukupinya

⭕ Syarat Isti'adzah kepada Makhluk :
1. Hidup
2. Hadir
3. Mampu melakukan
4. Mendengar

⭕ MACAM-MACAM ISTI'ADZAH:

1. ISTI'ADZAH KEPADA ALLAH TA'ALA.

Isti'adzah jenis ini mengandung kesempurnaan perasaan BUTUH dan BERLINDUNG kepada Allah, dan YAKIN terhadap kemampuan-Nya dalam memberi kecukupan, serta sempurnanya pemeliharaan-Nya dari segala sesuatu, baik di masa sekarang maupun yang akan datang, yang kecil maupun yang besar, baik dari manusia maupun selainnya.

Dalilnya firman Allah ta'ala,

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ... إلى آخر السورة

Katakanlah, "Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh. Dari kejahatan apa yang diciptakan... dst sampai akhir surah". (QS. Al-Falaq 1-5)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلَٰهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ...__إلى آخر السورة__

Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Rabb manusia, Raja manusia, sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi.... (QS. An-Nas: 1-6)

2. ISTI'ADZAH DENGAN SALAH SATU SIFAT DARI SIFAT-SIFAT ALLAH.

Seperti isti'adzah dengan kalam-Nya, keagungan-Nya, kemuliaan-Nya, dan yang semisalnya.

Dalilnya adalah doa Rasulullah صلى الله عليه وسلم,

أٙعُوْذُ بِكٙلِمٙاتِ ٱللّٰهِ التّٙامّٙاتِ مِنْ شٙرِّ مٙا خٙلٙقٙ.

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya." (HR. Muslim)

Doa beliau yang lain,

أٙعُوْذُ بِعٙظٙمٙتِكٙ أٙنْ أُغْتٙالٙ مِنْ تٙحْتِي.

"Aku berlindung dengan keagungan-Mu agar aku tidak tertipu dari arah/bagian bawahku." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)

Juga doa beliau ketika sakit:

أٙعُوْذُ بِعِزّٙةِ اللّٰهِ وٙقُدْرٙتِهِ مِنْ شٙرِّ مٙا أٙجِدُ وٙأُحٙاذِرُ.

"Aku berlindung dengan kemuliaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan yang aku dapati (rasakan) dan yang aku khawatirkan." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Dan doa beliau:

أٙعُوْذُ بِرِضٙاكٙ مِنْ سٙخٙطِكٙ.

"Aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari murka-Mu." (HR. Muslim)

Dan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika turun firman Allah ta'ala,

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ

Katakanlah, 'Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian dari atas kalian'." (QS. Al-An'am: 65)

Kemudian beliau berdoa:

أٙعُوْذُ بِوٙجْهِكٙ.

"Aku berlindung dengan Wajah-Mu." (HR. Bukhari)

3. ISTI'ADZAH KEPADA ORANG MATI ATAU KEPADA ORANG YANG MASIH HIDUP DAN MAMPU, TAPI DIA TIDAK ADA DI HADAPANNYA UNTUK MEMBERI PERLINDUNGAN.

Ini adalah perbuatan SYIRIK.

Dalilnya adalah firman Allah ta'ala:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambahkan kepada mereka ketakutan. (QS. Al-Jin: 6)

4. ISTI'ADZAH KEPADA APA YANG MEMUNGKINKAN UNTUK MEMBERIKAN PERLINDUNGAN.

Baik dari kalangan makhluk, baik kepada manusia, tempat-tempat, dan lain sebagainya, maka ini BOLEH.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika menyebutkan tentang fitnah-fitnah:

من تشرف لها تستشرفه ومن وجد ملجأ أو معاذا فليعذه.

"Barang siapa melibatkan dirinya pada fitnah-fitnah itu, maka dia akan dibinasakan olehnya. Dan barang siapa mendapatkan tempat berlindung atau tempat yang membentengi dia, maka hendaklah dia berlindung dengannya." (Muttafaqun 'alaih)

Nabi صلى الله عليه وسلم telah menjelaskan tempat berlindung tersebut dengan sabda beliau,

فمن كان له إبل فليلحق بإبله.

"Barang siapa memiliki unta, maka hendaklah dia bersama dengan untanya." (HR. Muslim)

Dan dalam Shahih Muslim juga, dari Jabir رضي الله عنه bahwasanya ada seorang wanita dari Bani Makhzum telah mencuri, lalu dia dibawa menghadap kepada Nabi صلى الله عليه وسلم, maka dia berlindung kepada Ummu Salamah." (HR. Muslim)

Dalam Shahih Muslim juga, dari Ummu Salamah رضي الله عنها dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

يعوذ عائذ بالبيت فيبعث إليه بعث.

Seseorang berlindung kepada Baitullah (Ka'bah), lalu dikirim kepadanya satu pasukan (untuk melindunginya) (HR. Muslim)

Akan tetapi jika seseorang meminta perlindungan dari kejahatan orang zhalim, maka WAJIB untuk melindunginya sesuai kemampuannya.

Akan tetapi jika seseorang meminta perlindungan untuk melakukan sesuatu yang dilarang atau untuk bisa lari dari kewajiban, maka HARAM untuk memberi perlindungan kepadanya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم

Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.

#bersambung_ In syaa ALLAH

💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan

✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...