Skip to main content

BAGIAN 34- ISTIGHATSAH ADALAH IBADAH

📚 BAGIAN 34- ISTIGHATSAH ADALAH IBADAH 📚

♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:

وَدَلِيلُ الاسْتِغَاثَةِ قَوْلُهُ تَعَالَى: {إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ} [سورة الأنفال، الآية: 9]

Dan dalil tentang Istighotsah adalah firman Allah Ta’ala:

”(Ingatlah), ketika kalian memohon pertolongan kepada Robb kalian (yakni kepada Allah), lalu diperkenankan-Nya bagi kalian". [ Surat Al-Anfal : 9 ]

📚PENJELASAN📚

Istighatsah adalah mencari ghauts (PERTOLONGAN). Yakni keselamatan dari kondisi yang sulit dan dari sesuatu yang dapat membinasakan.

Secara spesifik bentuk pertolongan pada istighotsah adalah agar diselamatkan dari bencana, malapetaka, maupun kebinasaan (sudah terkena musibah)

💡 Sifat-sifat istighatsah :
■ menampakkan kefakirannya kepada ALLAH.
■ meyakini hanya ALLAH yang mencukupinya dan yang mampu membantu masalahnya.

⭕ MACAM-MACAM ISTIGHATSAH  ⭕

1. ISTIGHATSAH KEPADA ALLAH AZZA WAJALLA

☝️Ini adalah amal yang paling utama dan paling sempurna. Ini adalah kebiasaan para nabi dan pengikut mereka ☝️

Dalil tentang istighatsah ini seperti yang telah disebutkan oleh Asy-Syaikh رحمه الله,

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

"Ingatlah ketika kalian memohon pertolongan kepada Rabb kalian, lalu dikabulkan oleh-Nya untuk kalian. Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut." (QS. Al-Anfal: 9)

Hal itu terjadi pada peperangan badr, ketika Nabi صلى الله عليه وسلم melihat orang-orang musyrik
berjumlah seribu orang, sedangkan sahabat-sahabat beliau hanya berjumlah tiga ratus sepuluh orang lebih. Kemudian beliau masuk ke dalam tenda dan memanjatkan doa kepada Allah azza wajalla dengan mengangkat kedua tangan beliau dan menghadap ke kiblat, lalu membaca,

اللهم انجز لى ما وعدتني، اللهم إن تهلك هذه العصابة من أهل الإسلام لا تعبد في الأرض.

"Ya Allah, penuhilah untukku apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jka Engkau binasakan kelompok muslimin ini, maka selamanya Engkau tidak akan diibadahi di muka bumi." (HR. Muslim)

Beliau terus beristighatsah kepada Rabb-nya sambil mengangkat kedua tangan beliau, sehingga jatuh kain selendang beliau dari kedua pundaknya, lalu Abu Bakr رضي الله عنه mengambil selendang beliau dan memakaikannya kembali pada kedua pundak beliau, kemudian dia tetap menjaga beliau dari arah belakang beliau dan berkata,

يا نبي الله كفاك مناشدتك ربك فإنه سينجز لك ما وعدك.

"Wahai Nabi Allah, sudah cukup bagimu doamu kepada Rabb-mu. Karena sesungguhnya Dia akan memenuhi untukmu apa yang telah dijanjikan kepadamu."

Maka Allah menurunkan ayat ini (Al-Anfal: 9).

2. ISTIGHATSAH KEPADA
▪orang-orang yang telah mati, atau kepada
▪orang-orang yang masih hidup dan mampu memberi pertolongan tapi tidak ada di hadapannya.

❌Ini adalah perbuatan SYIRIK.❌

Sebab hal itu tidak dilakukan, kecuali oleh orang yang YAKIN, bahwa mereka memiliki kemampuan yang tersembunyi terhadap segala kejadian, sehingga dia menjadikannya sebagai sesuatu yang memiliki kekuatan Rububiyyah.

Allah ta'ala berfirman,

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

"Atau siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan, serta yang menjadikan kalian (manusia) sebagai khalifah di muka bumi? Apakah di samping Allah ada sesembahan yang lain? Amat sedikitlah kalian mengingat(Nya)." (QS. An-Naml: 62)

3. ISTIGHATSAH KEPADA
• orang-orang yang masih hidup yang bisa bertindak
• dan mampu memberi pertolongan.

✔ Ini hukumnya BOLEH. Seperti BOLEHNYA isti'anah kepada mereka. ✔

Allah ta'ala berfirman tentang kisah Nabi Musa عليه السلام,

فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِنْ شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَيْهِ ۖ

"Maka orang yang satu golongan dengan Musa meminta pertolongan kepadanya dari musuhnya, lalu Musa menghantamnya, maka matilah musuhnya itu." (QS. Al-Qashash: 15)

4. ISTIGHATSAH KEPADA orang yang masih hidup dan tidak mampu menolong, tanpa ada keyakinan bahwa dia mempunyai kekuatan yang tersembunyi.

Seperti seseorang yang akan tenggelam, kemudian dia meminta tolong kepada orang yang buntung (tidak punya tangan dan kaki).

⚠️Maka ini adalah perbuatan yang SIA-SIA, dan merupakan ejekan kepada orang yang dimintai pertolongan ⚠️

Maka TIDAK BOLEH meminta pertolongan kepadanya karena alasan ini, juga karena ada alasan lain, yaitu kemungkinan orang lain bisa tertipu oleh perbuatan orang yang akan tenggelam ini, sehingga orang yang buntung itu dianggap memiliki kekuatan gaib yang bisa menyelamatkan dari kesulitan.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم

Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.

#bersambung_ In syaa ALLAH

💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan

✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...