Skip to main content

BAGIAN 35- DZABH ADALAH IBADAH

📚 BAGIAN 35- DZABH ADALAH IBADAH 📚

♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:

ودليل الذبح قوله تعالى. :
قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين. لا شريك له.

ومن السنة: لعن الله من ذبح لغير الله.

"Dalil Dzabh adalah firman Allah ta'ala: 'Katakanlah sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya'."
(QS. Al-An'am: 162 -163)

Dan dalil dari As-Sunnah: "Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) untuk selain Allah." (HR. Muslim)

📚PENJELASAN📚

Dzabh (menyembelih) yakni menghilangkan nyawa hewan ternak dengan cara mengalirkan darahnya dengan cara yang khusus.

⚠️ Dalam bahasa Arab, terdapat perbedaan antara An-Nahr & Ad-Dzabhu.

An-Nahr digunakan untuk sembelihan onta.

Ad-Dzabhu digunakan untuk sembelihan kabing, ayam dan semisalnya

Ada beberapa bentuk dalam menyembelih binatang:

⭕ 1. DZABH UNTUK IBADAH

Yakni menyembelih binatang dalam rangka ibadah. Menyembelih untuk mengagungkan sesuatu yang menjadi tujuan persembahan penyembelihan dan untuk merendahkan diri, serta mendekatkan diri kepadanya.

⚠ Penyembelihan jenis ini tidak dilakukan, kecuali hanya untuk Allah ta'ala dalam bentuk yang telah disyariatkan oleh-Nya.

❌ Sedangkan mengarahkan penyembelihan jenis ini kepada selain Allah merupakan SYIRIK besar.

Dalilnya seperti yang telah disebutkan oleh Asy-Syaikh رحمه الله تعالى (dalam matan di atas), yaitu firman Allah ta'ala:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ

"Katakanlah sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Rabb semesta alam. Yang tidak ada sekutu bagi-Nya." (QS. Al-An'am: 162-163)

⭕ 2. DZABH/ MENYEMBELIH BINATANG UNTUK MEMULIAKAN TAMU ATAU WALIMAH (PERNIKAHAN) ATAU SEMISALNYA

Menyembelih dengan tujuan seperti ini adalah diperintah, ada yang dihukumi sunnah atau wajib. Berdasarkan sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه.

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tamunya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan sabda beliau صلى الله عليه وسلم kepada Abdurrahman bin Auf رضي الله عنه,

أولم ولو بشاة.

"Adakanlah walimah meskipun dengan (menyembelih) seekor kambing." (HR. Bukhari)

⭕ 3. DZABH/MENYEMBELIH UNTUK MENIKMATINYA DENGAN MEMAKANNYA ATAU UNTUK MEMPERDAGANGKANNYA (MENJUALNYA) atau semisalnya

✔ Maka ini boleh. karena hukum asalnya boleh. Berdasarkan firman Allah ta'ala:

  أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ. وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ

Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya?Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan. (QS. Yasin: 71-72)

⚠ Dzabh jenis ini kadang-kadang dianjurkan dan kadang dilarang, tergantung wasilahnya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم

Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.

#bersambung_ In syaa ALLAH

💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan

✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...