📚 BAGIAN 38 - Landasan Kedua (Mengenal Islam dengan dalil) 📚
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
الأَصْلُ الثَّانِي: مَعْرِفَةُ دِينِ الإسْلَام بِالأَدِلَّةِ.
وهُوَ: الاِسْتِسْلَامُ لِلهِ بِالتَّوحِيدِ وَ الانْقِيَادُ لَهُ بِالطَّاعةِ و البَرَاءَةُ مِنَ الشِّرْكِ و أَهْلِهِ.
Prinsip dasar yang kedua adalah mengenal agama Islam beserta dalil-dalilnya.
Islam adalah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dengan mentauhidkannya[١], tunduk kepada-Nya dengan penuh ketaatan[٢], dan berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya[٣].
📚PENJELASAN📚
Islam memiliki dua makna, yaitu makna secara umum dan khusus.
🔵 Makna secara umum yaitu agama Islam secara keseluruhan.
🔴 Makna secara khusus yaitu rukun-rukun Islam yang lima ditambah amalan hati yang membenarkan zohirnya.
Dapat juga dikatakan bahwa makna khusus disini adalah Islam yang dibawa oleh Rosulullah ﷺ
🔵 [١] Seorang hamba dituntut untuk beribadah hanya kepada Allah, tidak beribadah kepada selain-Nya.
🔊 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah menjelaskan:
“Barangsiapa menyerahkan diri kepada Allah Ta’ala serta berserah diri kepada yang lain-Nya, berarti ia orang musyrik.”
“Barangsiapa tidak mau menyerahkan diri kepada Allah Ta’ala , berarti ia orang sombong yang tidak mau beribadah kepada Nya. Kedua jenis orang tadi dihukumi kafir.”
[ 📚 Lihat At-Tadmuriyyah hal. 169 ]
🔵 [٢] Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah menjelaskan: “Barangsiapa sombong , tidak mau tunduk kepada kebenaran, Allah akan merendahkan dan menghinakan dirinya. Kemudian Allah akan meremehkannya dimata manusia serta menjadikannya tak berharga lagi.” [ 📚 Madarijus Salikin (2/317) ]
🔵 [٣] Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan:
“Seorang muslim harus berlepas diri dari kesyirikan serta meninggalkannya, dan perkara ini akan lebih mudah terwujud jika ia berlepas diri (menjauhi) para pelakunya.”
[📚 Lihat Syarah Tsalatsatil Ushul hal. 69 ]
Pada prakteknya kita bisa melihat nabi Ibrohim alaihis salam sebagai contoh. Beliau tidak hanya berlepas diri dari kesyirikan tapi juga dari para pelakunya. Allah Ta’ala berfirman:
{قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَداً حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ} [سورة الممتحنة، الآية: 4]
”Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada (nabi) Ibrohim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja.” [QS. Al-Mumtahanah : 4 ]
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
الأَصْلُ الثَّانِي: مَعْرِفَةُ دِينِ الإسْلَام بِالأَدِلَّةِ.
وهُوَ: الاِسْتِسْلَامُ لِلهِ بِالتَّوحِيدِ وَ الانْقِيَادُ لَهُ بِالطَّاعةِ و البَرَاءَةُ مِنَ الشِّرْكِ و أَهْلِهِ.
Prinsip dasar yang kedua adalah mengenal agama Islam beserta dalil-dalilnya.
Islam adalah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dengan mentauhidkannya[١], tunduk kepada-Nya dengan penuh ketaatan[٢], dan berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya[٣].
📚PENJELASAN📚
Islam memiliki dua makna, yaitu makna secara umum dan khusus.
🔵 Makna secara umum yaitu agama Islam secara keseluruhan.
🔴 Makna secara khusus yaitu rukun-rukun Islam yang lima ditambah amalan hati yang membenarkan zohirnya.
Dapat juga dikatakan bahwa makna khusus disini adalah Islam yang dibawa oleh Rosulullah ﷺ
🔵 [١] Seorang hamba dituntut untuk beribadah hanya kepada Allah, tidak beribadah kepada selain-Nya.
🔊 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah menjelaskan:
“Barangsiapa menyerahkan diri kepada Allah Ta’ala serta berserah diri kepada yang lain-Nya, berarti ia orang musyrik.”
“Barangsiapa tidak mau menyerahkan diri kepada Allah Ta’ala , berarti ia orang sombong yang tidak mau beribadah kepada Nya. Kedua jenis orang tadi dihukumi kafir.”
[ 📚 Lihat At-Tadmuriyyah hal. 169 ]
🔵 [٢] Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah menjelaskan: “Barangsiapa sombong , tidak mau tunduk kepada kebenaran, Allah akan merendahkan dan menghinakan dirinya. Kemudian Allah akan meremehkannya dimata manusia serta menjadikannya tak berharga lagi.” [ 📚 Madarijus Salikin (2/317) ]
🔵 [٣] Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan:
“Seorang muslim harus berlepas diri dari kesyirikan serta meninggalkannya, dan perkara ini akan lebih mudah terwujud jika ia berlepas diri (menjauhi) para pelakunya.”
[📚 Lihat Syarah Tsalatsatil Ushul hal. 69 ]
Pada prakteknya kita bisa melihat nabi Ibrohim alaihis salam sebagai contoh. Beliau tidak hanya berlepas diri dari kesyirikan tapi juga dari para pelakunya. Allah Ta’ala berfirman:
{قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَداً حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ} [سورة الممتحنة، الآية: 4]
”Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada (nabi) Ibrohim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja.” [QS. Al-Mumtahanah : 4 ]
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلم
Allaahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.
#bersambung_ In syaa ALLAH
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Terjemahan Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Comments
Post a Comment