📚 BAGIAN 41 - Makna لا إله إلا الله 📚
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
🔊 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
فدليل الشهادة قوله تعالى :
{شهد الله أنه لا إله إلا هو والملئكة واولوا العلم قآيما بالقسط، لآ إله إلا هو العزيز الحكيم}.
"Dalil syahadat adalah firman Allah ta'ala: "Allah menyatakan bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Dia dan para malaikat serta orang-orang yang berilmu yang senantiasa menegakkan keadilan. Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Imran: 18)
📚PENJELASAN📚
Dalam ayat yang mulia ini terdapat persaksian dari Allah terhadap diri-Nya, bahwa Tidak ada sesembahan yang haq, kecuali Dia.
Terdapat juga persaksian para malaikat, dan orang-orang yang berilmu terhadap masalah ini.
Dan bahwa Allah ta'ala menegakkan keadilan. Kemudian Allah ta'ala menegaskan hal itu dengan firman-Nya:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
"Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Ali Imran: 18)
Dalam ayat tersebut menjelaskan keutamaan yang agung bagi orang-orang yang berilmu, di mana Allah mengabarkan, bahwa mereka juga bersaksi bersama Allah dan para malaikat terhadap keesaan-Nya.
Dan yang dimaksud dengan orang-orang yang berilmu adalah orang-orang yang memiliki ilmu syariat Allah. Dan yang pertama masuk dalam golongan ini adalah para Rosul yang mulia.
Dan persaksian ini yakni syahadat adalah persaksian yang paling agung, sebab keagungan yang bersaksi, dan yang dipersaksikan.
✔ Yang bersaksi adalah ALLAH, para malaikat-Nya, dan orang-orang yang berilmu.
✔ Sedangkan yang dipersaksikan adalah keesaan ALLAH dalam uluhiyyah-Nya.
✔ Dan penegasan hal itu ada dalam firman Allah:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
"Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Ali Imran: 18)
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
🔊 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
ومعناها: لا معبود بحق إلا الله ؛
{ لاإله } نافيا جميعا ما عبد من دون الله. { إلا الله } مثبتا العبادة لله وحده لا شريك له في عبادته، كما أنه لا شريك له في ملكه.
"Makna 'Laa ilaaha illallah' adalah: Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah."
"Laa Ilaaha" yaitu menafikan (meniadakan) semua yang diibadahi selain Allah. "Illallaah" yaitu menetapkan bahwa ibadah itu hanya untuk Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam beribadah kepada-Nya, sebagaimana tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya."
📚PENJELASAN📚
Perkataan penulis, "Dan maknanya, yakni makna Laa ilaaha illallah (لا إله إلا الله), yaitu:
لا معبود بحق إلا الله
Laa ma'buuda bihaqqin illallaah
Artinya: Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah.
⭕ Maka syahadat لا إله إلا الله yaitu seseorang mengakui dengan lisannya dan hatinya, bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah azza wajalla.
Karena makna إله (Ilah) yaitu 'yang disembah' Dan penyembahan adalah 'peribadatan'.
⭕ Adapun kalimat syahadat لا إله إلا الله (Laa ilaaha illallah) mengandung dua rukun :
1. Penafian (peniadaan)
2. Itsbat (penetapan)
✔ PENAFIAN/PENIADAAN:
Yakni pada kalimat "لا إله إلا"
"Tidak ada sesembahan yang benar."
✔ ITSBAT/PENETAPAN:
Pada kalimat "إلا الله" (kecuali Allah), yakni menetapkan bahwa peribadatan yang benar hanya kepada Allah.
Lafzhul Jalalah الله merupakan badal dari khabar لا yang dihilangkan, dan taqdirnya adalah لا إله حق إلا الله
"Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah."
Dengan kita tentukan khabar yang hilang tersebut dengan kata حق (haq/yang benar), maka menjadi jelaslah jawaban dari persoalan berikut ini:
Bagaimana bisa dikatakan,
لا إله حق إلا الله
(Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah) Secara mutlak? Padahal kenyataannya di dunia ini BANYAK SESEMBAHAN YANG DISEMBAH SELAIN ALLAH? Dan Allah ta'ala juga telah menyebutkan semua itu sebagai sesembahan-sesembahan. Juga penyembahnya (orang-orang musyrik) menyebut semua itu sebagai sesembahan-sesembahan mereka.
Allah tabaraka wa ta'ala berfirman,
فَمَا أَغْنَتْ عَنْهُمْ آلِهَتُهُمُ الَّتِي يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ لَمَّا جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ
"Maka tidak bermanfaat sedikitpun kepada mereka sesembahan-sesembahan yang mereka seru selain Allah di waktu adzab Rabbmu datang." (QS. Hud: 101)
Bagaimana mungkin kita menetapkan adanya sesembahan-sesembahan selain Allah, sedangkan para rasul menyatakan kepada kaum mereka,
اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ
"Sembahlah Allah. Tidak ada sesembahan bagi kalian selain Dia." (QS. Hud: 61)
Jawaban atas persoalan tersebut akan jelas dengan cara memberikan taqdir terhadap khabar yang hilang pada kalimat لا إله إلا الله. Sehingga bisa kita katakan, bahwa sesembahan-sesembahan yang banyak itu yang disembah selain Allah adalah kenyataan memang disembah oleh orang-orang musyrik, tapi sesembahan-sembahan itu semuanya bathil , bukan sesembahan haq/benar. Dan sesembahan mereka itu tidak mempunyai hak Uluhiyah sedikitpun.
Dan sesembahan mereka itu tidak mempunyai hak Uluhiyah sedikitpun.
Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah ta'ala:
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
"Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Benar dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al-Hajj: 62)
Juga ditunjukkan oleh firman Allah ta'ala:
أَفَرَأَيْتُمُ اللاتَ وَالْعُزَّى (١٩) وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الأخْرَى (٢٠) أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الأنْثَى (٢١) تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَى (٢٢) إِنْ هِيَ إِلا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الأنْفُسُ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَى (٢٣)
"Maka apakah pantas kalian (orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata dan Al-'Uzza serta Manat yang ketiga (sebagai anak-anak perempuan Allah)? Apakah pantas untuk kalian anak laki-laki dan untuk Allah anak perempuan? Yang demikian itu tentulah pembagian yang tidak adil. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kalian dan bapak-bapak kalian ada-adakan, yang Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya." (QS. An-Najm: 19-23)
Dan firman Allah ta'ala tentang Yusuf عليه السلام:
مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ
"Kalian tidaklah menyembah selain Allah, kecuali hanya menyembah nama-nama yang kalian dan nenek moyang kalian telah ada-adakan, yang Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentangnya." (QS. Yusuf: 40)
Dengan demikian, maka makna لا إله إلا الله adalah " TIDAK ADA SESEMBAHAN YANG HAK (BENAR), KECUALI ALLAH AZZA WAJALLA.
Adapun sesembahan-sesembahan selain Allah, maka Uluhiyah mereka yang disangka oleh para penyembah mereka, bukanlah Uluhiyah yang benar, yakni merupakan Uluhiyah yang bathil.
⭕ Para ulama menjelaskan ada 7 syarat Laa ilaaha Illallah. Bahkan ada yang menyebutkan hingga 8. Syarat-syarat ini dikumpulkan dalam sebuah bait agar lebih mudah dihafalkan & diamalkan .
علمٌ يقينٌ وإخلاص وصدقك مع محبة وانقياد والقبول لها
(Ilmun yaqinun wa ikhlasun wa shidquka ma'a mahabattin wa inqiyaadin wal qobuuli lahaa)
ilmu, yakin, ikhlas, jujurmu disertai dengan cinta, patuh dan menerima
Ditambah syarat ke-8 dalam sebuah bait yakni
و زيد ثامنها الكفران منك بما سوى الاله من الاشياء قد الها
( wa zida tsaamimuhaal kufroonu minka bima siwal ilahi Minal asyyaai qod ulihaa)
Jadi ringkasnya شروط لا إله الا الله sebagai berikut :
1. Ilmu × jahl
2. Yaqin × syak
3. Ikhlas × syirik
4. Shidqu × kadzabu
5. Mahabbah × karhu
6. Inqiyadu × at tark
7. Al qobul × ar rodd
8. Kafir terhadap thoghut.
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
🔊 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
فدليل الشهادة قوله تعالى :
{شهد الله أنه لا إله إلا هو والملئكة واولوا العلم قآيما بالقسط، لآ إله إلا هو العزيز الحكيم}.
"Dalil syahadat adalah firman Allah ta'ala: "Allah menyatakan bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Dia dan para malaikat serta orang-orang yang berilmu yang senantiasa menegakkan keadilan. Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Imran: 18)
📚PENJELASAN📚
Dalam ayat yang mulia ini terdapat persaksian dari Allah terhadap diri-Nya, bahwa Tidak ada sesembahan yang haq, kecuali Dia.
Terdapat juga persaksian para malaikat, dan orang-orang yang berilmu terhadap masalah ini.
Dan bahwa Allah ta'ala menegakkan keadilan. Kemudian Allah ta'ala menegaskan hal itu dengan firman-Nya:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
"Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Ali Imran: 18)
Dalam ayat tersebut menjelaskan keutamaan yang agung bagi orang-orang yang berilmu, di mana Allah mengabarkan, bahwa mereka juga bersaksi bersama Allah dan para malaikat terhadap keesaan-Nya.
Dan yang dimaksud dengan orang-orang yang berilmu adalah orang-orang yang memiliki ilmu syariat Allah. Dan yang pertama masuk dalam golongan ini adalah para Rosul yang mulia.
Dan persaksian ini yakni syahadat adalah persaksian yang paling agung, sebab keagungan yang bersaksi, dan yang dipersaksikan.
✔ Yang bersaksi adalah ALLAH, para malaikat-Nya, dan orang-orang yang berilmu.
✔ Sedangkan yang dipersaksikan adalah keesaan ALLAH dalam uluhiyyah-Nya.
✔ Dan penegasan hal itu ada dalam firman Allah:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
"Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Ali Imran: 18)
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
🔊 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
ومعناها: لا معبود بحق إلا الله ؛
{ لاإله } نافيا جميعا ما عبد من دون الله. { إلا الله } مثبتا العبادة لله وحده لا شريك له في عبادته، كما أنه لا شريك له في ملكه.
"Makna 'Laa ilaaha illallah' adalah: Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah."
"Laa Ilaaha" yaitu menafikan (meniadakan) semua yang diibadahi selain Allah. "Illallaah" yaitu menetapkan bahwa ibadah itu hanya untuk Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam beribadah kepada-Nya, sebagaimana tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya."
📚PENJELASAN📚
Perkataan penulis, "Dan maknanya, yakni makna Laa ilaaha illallah (لا إله إلا الله), yaitu:
لا معبود بحق إلا الله
Laa ma'buuda bihaqqin illallaah
Artinya: Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah.
⭕ Maka syahadat لا إله إلا الله yaitu seseorang mengakui dengan lisannya dan hatinya, bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah azza wajalla.
Karena makna إله (Ilah) yaitu 'yang disembah' Dan penyembahan adalah 'peribadatan'.
⭕ Adapun kalimat syahadat لا إله إلا الله (Laa ilaaha illallah) mengandung dua rukun :
1. Penafian (peniadaan)
2. Itsbat (penetapan)
✔ PENAFIAN/PENIADAAN:
Yakni pada kalimat "لا إله إلا"
"Tidak ada sesembahan yang benar."
✔ ITSBAT/PENETAPAN:
Pada kalimat "إلا الله" (kecuali Allah), yakni menetapkan bahwa peribadatan yang benar hanya kepada Allah.
Lafzhul Jalalah الله merupakan badal dari khabar لا yang dihilangkan, dan taqdirnya adalah لا إله حق إلا الله
"Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah."
Dengan kita tentukan khabar yang hilang tersebut dengan kata حق (haq/yang benar), maka menjadi jelaslah jawaban dari persoalan berikut ini:
Bagaimana bisa dikatakan,
لا إله حق إلا الله
(Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah) Secara mutlak? Padahal kenyataannya di dunia ini BANYAK SESEMBAHAN YANG DISEMBAH SELAIN ALLAH? Dan Allah ta'ala juga telah menyebutkan semua itu sebagai sesembahan-sesembahan. Juga penyembahnya (orang-orang musyrik) menyebut semua itu sebagai sesembahan-sesembahan mereka.
Allah tabaraka wa ta'ala berfirman,
فَمَا أَغْنَتْ عَنْهُمْ آلِهَتُهُمُ الَّتِي يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ لَمَّا جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ
"Maka tidak bermanfaat sedikitpun kepada mereka sesembahan-sesembahan yang mereka seru selain Allah di waktu adzab Rabbmu datang." (QS. Hud: 101)
Bagaimana mungkin kita menetapkan adanya sesembahan-sesembahan selain Allah, sedangkan para rasul menyatakan kepada kaum mereka,
اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ
"Sembahlah Allah. Tidak ada sesembahan bagi kalian selain Dia." (QS. Hud: 61)
Jawaban atas persoalan tersebut akan jelas dengan cara memberikan taqdir terhadap khabar yang hilang pada kalimat لا إله إلا الله. Sehingga bisa kita katakan, bahwa sesembahan-sesembahan yang banyak itu yang disembah selain Allah adalah kenyataan memang disembah oleh orang-orang musyrik, tapi sesembahan-sembahan itu semuanya bathil , bukan sesembahan haq/benar. Dan sesembahan mereka itu tidak mempunyai hak Uluhiyah sedikitpun.
Dan sesembahan mereka itu tidak mempunyai hak Uluhiyah sedikitpun.
Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah ta'ala:
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
"Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Benar dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al-Hajj: 62)
Juga ditunjukkan oleh firman Allah ta'ala:
أَفَرَأَيْتُمُ اللاتَ وَالْعُزَّى (١٩) وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الأخْرَى (٢٠) أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الأنْثَى (٢١) تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَى (٢٢) إِنْ هِيَ إِلا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الأنْفُسُ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَى (٢٣)
"Maka apakah pantas kalian (orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata dan Al-'Uzza serta Manat yang ketiga (sebagai anak-anak perempuan Allah)? Apakah pantas untuk kalian anak laki-laki dan untuk Allah anak perempuan? Yang demikian itu tentulah pembagian yang tidak adil. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kalian dan bapak-bapak kalian ada-adakan, yang Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya." (QS. An-Najm: 19-23)
Dan firman Allah ta'ala tentang Yusuf عليه السلام:
مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ
"Kalian tidaklah menyembah selain Allah, kecuali hanya menyembah nama-nama yang kalian dan nenek moyang kalian telah ada-adakan, yang Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentangnya." (QS. Yusuf: 40)
Dengan demikian, maka makna لا إله إلا الله adalah " TIDAK ADA SESEMBAHAN YANG HAK (BENAR), KECUALI ALLAH AZZA WAJALLA.
Adapun sesembahan-sesembahan selain Allah, maka Uluhiyah mereka yang disangka oleh para penyembah mereka, bukanlah Uluhiyah yang benar, yakni merupakan Uluhiyah yang bathil.
⭕ Para ulama menjelaskan ada 7 syarat Laa ilaaha Illallah. Bahkan ada yang menyebutkan hingga 8. Syarat-syarat ini dikumpulkan dalam sebuah bait agar lebih mudah dihafalkan & diamalkan .
علمٌ يقينٌ وإخلاص وصدقك مع محبة وانقياد والقبول لها
(Ilmun yaqinun wa ikhlasun wa shidquka ma'a mahabattin wa inqiyaadin wal qobuuli lahaa)
ilmu, yakin, ikhlas, jujurmu disertai dengan cinta, patuh dan menerima
Ditambah syarat ke-8 dalam sebuah bait yakni
و زيد ثامنها الكفران منك بما سوى الاله من الاشياء قد الها
( wa zida tsaamimuhaal kufroonu minka bima siwal ilahi Minal asyyaai qod ulihaa)
Jadi ringkasnya شروط لا إله الا الله sebagai berikut :
1. Ilmu × jahl
2. Yaqin × syak
3. Ikhlas × syirik
4. Shidqu × kadzabu
5. Mahabbah × karhu
6. Inqiyadu × at tark
7. Al qobul × ar rodd
8. Kafir terhadap thoghut.
💻 Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Comments
Post a Comment