Skip to main content

Kitab Tauhid - Bag.01 Tafsir Basmalah

♥️ Yuk muroja'ah materi Kitab Tauhid (Program Kuliah Mafatihul Ilm)♥️

📚 Bag.01 - Tafsir Basmalah 📚

Penulis (Syaikh Muhammad bin abdul wahab rohimahulloh) berkata :

بسم الله الرحمن الرحيم

Bismillahirrahmanirrahim

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📚 Syarah 📚

⭕ Biografi penulis kitab Tauhid ⭕

Beliau adalah Syaikh Muhammad bin abdul wahab bin Sulaiman bin Ali bin Musyrif bin Tamim bin Najd Al Hambali.

Lahir pada Tahun 1115 H dan wafat pada 1206 H.

⭕ Latar belakang ditulisnya kitab Tauhid ⭕

Kitab ini di tulis oleh pengarang pada permulaannya di basroh tatkala beliau melakukan rihlah(perjalanan) ke basroh, dan yang mendorong beliau untuk mengarangnya adalah apa yang beliau lihat dari orang-orang berupa kesyirikan kepada Allah dan hilangnya akan pemahaman tauhid yang benar pada sebagian kaum muslimin, dan apa yang beliau lihat berupa penampakan kesyririkan yang besar dan kecil, dan kesyirikan yang halus, maka beliau memulainya di basroh untuk mengumpulkan kitab tersebut, dan menulis penunjukkan dalil pada permasalahan yang ada pada kitab tersebut, kemudian pengarang kitab ketika tiba di najd,maka beliau memeriksa lagi kitab tersebut dan menyempurnakannya.

⭕ Pujian Ulama Terhadap Kitab Tauhid ⭕

🔊 Berkata asy-syaikh sulaiman bin abdillah bin muhammad bin abdul wahhab

هو كتاب فرد في معناه ، لم يسبقه إليه سابق،
ولا لحقه فيه لاحق

Kitab tauhid adalah kitab yang bersendirian dalam maknanya, yang tidak ada kitab mendahului sebelumnya dan yang menyusul setelahnya.

📚 Taisir al-aziz al-hamid hal 24.

⭕ Beberapa kitab syarah terhadap kitab tauhid ⭕

1. Taisir al-aziz al hamid fi syarh kitab-tauhid, pengarangnya adalah cucu beliau sendiri , sulaiman bin abdullah aalu asy-syaikh.

2. Fathul majid syarh kitabu tauhid, pengarangnya adalah abdurrahman bin hasan aalu asy-syaikh.

3. Qurratu ‘uyun al muwahhidin, pengarangnya adalah abdurrahman bin hasan aalu asy syaikh. Pengarang dari syarh ini, tidak menamakan syarahnya dengan nama qurratu ‘uyun, akan tetapi yang menamakannya adalah anak beliau yaitu abdul latif bin abdirrahman aalu asy-syaikh.

⭕ Tafsir Basmalah ⭕

Di awal kitabnya, Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى memulai dengan BASMALAH dikarenakan beberapa sebab:

▶️ Pertama: Mencontoh Al-Qur'an, dimana Al-Qur'an pada setiap suratnya dimulai dengan Basmalah, kecuali surat At-Taubah. Ada yang mengatakan bahwa Surat At-Taubah masih berhubungan dengan surat Al-Anfal sehingga tidak dimulai dengan Basmalah, ada juga yang menyebutkan selain alasan ini.

Dan basmalah merupakan ayat yang disepakati didalam surah an-naml.

Nabiyullah Sulaiman bin Daud yang memulai dengan Basmalah ketika menulis surat kepada Ratu Saba' (Lihat QS. An-Naml:30)

▶️ Kedua: Mencontoh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Dimana beliau selalu memulai dengan basmalah ketika menulis surat kepada para penguasa ketika itu, di antaranya adalah surat beliau kepada Heraklius Penguasa negeri Romawi dan pada perjanjian Hudaibiyah.

⛔️ Adapun hadits yang sering disebutkan dalam permasalahan ini,

كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه ببسم الله فهو أبتر

"Setiap permasalahan penting yang tidak dimulai dengan Basmalah maka akan terputus (berkahnya)." (HR. Al-Khatib dan As-Subki)

📛 Maka hadits ini sangat LEMAH sebagaimana dijelaskan Syaikh al-Albani Rahimahullah dalam Al-Irwa' (1/29)

⭕ Kata بِ (bi) pada lafazh بسم الله berkaitan dengan sesuatu yang tidak disebutkan yaitu fi'il khusus yang di akhirkan.

Ada dua faedah yang disebutkan oleh Ibnul Qoyyim rohimahulloh mengapa tidak disebutkannya variabel dalam kalimat diantaranya:

✔ Bahwasanya pada bagian tersebut tidak pantas bagi penyebutan sesuatu selain penyebutan nama الله.

✔ fi'il tidak disebutkan untuk memberikan makna yang lebih umum. Maka basmalah dapat disebutkan untuk mengawali setiap perbuatan, perkataan dan gerakan.

Adapun fi'il nya di akhirkan adalah menunjukkan pada pengkhususan.

⚠️ Ingat beda tasmiyah dengan basmalah

🌍 Tasmiyah yaitu بسم الله

🌍 Basmalah yaitu بسم الله الرحمن الرحيم

📚 Kata ب pada lafazh بسم ada dua makna yaitu :

1. Mengawali/ penyertaan.
2. Isti'anah

Ada ulama bahasa mengecualikan ب dengan makna isti'anah dan ini keliru.

Yang berpendapat demikian karena tersyubhati aqidah mu'tazilah dengan keyakinan dengan bahwa 'Perbuatan hamba adalah ciptaan dan kehendak mereka sendiri, bukan ciptaan dan kehendak الله.

⭕ kata isim pada lafazh بسم الله adalah turunan dari kata السُمُوُّ yang artinya tinggi.

Adapula yang mengatakan turunan dari kata الوَسْمُ yang artinya tanda atau alamat.

Kata isim disandarkan kepada الله sehingga bermakna umum. Seakan akan dia menyebut seluruh nama-nama asmaul husna .

⭕ Lafadz الله ⭕

✔ Allah adalah nama Sang Pencipta jalla wa 'ala.

✔ Allah adalah nama yang diikuti oleh seluruh nama-nama Allah lainnya.

✔ Nama ini hanya KHUSUS disandang oleh Allah Subhanu Wa Ta'ala, TIDAK boleh digunakan untuk menamai selain-Nya.

▶️ Lafazh ALLAH terambil dari lafazh ILAH, kemudian ditambah huruf alif dan lam, dan huruf إ dihilangkan, maka menjadi lafadz اللَّه :

إِلَهٌ + أل = أل ل ه = أللَّه

Maknanya : إله

Seperti yang ada di dalam kalimat tauhid لا اله الا الله

"Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah."

Jadi makna إله berasal dari kata 'al-Ma`luh', yang diibadahi dengan penuh kecintaan.

Maka kesimpulannya, bahwa makna Allah adalah :

Dzat yang berhak diibadahi satu-satu-Nya dengan penuh kecintaan."

⭕ Tafsir Nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim ⭕

🔊 Kata الرحمن

⚠️ Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah yang khusus bagi Allah azza wa jalla, tidak untuk selain Allah.

Ar-Rahman artinya Dzat yang bersifat memiliki rahmat yang luas.

Ar-Rahman menunjukkan sifat yang melekat pada Dzat Allah. Oleh sebab itu Ar Rahman adalah sifat Dzatiyah ALLAH.

✔ Perhatikan firman Allah ta'ala:

{الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ}
[طه : 5]

"AR-RAHMAN ber-istiwa/meninggi di atas 'arsy." (QS. Thaha:5)

ketika menerangkan tentang DZAT Allah, disebutkan dengan lafazh Ar- Rahman.

🔊 Kata️ الرحيم

Ar-Rahim adalah Nama yang bisa dipakai untuk Allah azza wa jalla dan untuk selain Allah.

Ar-Rahim artinya: yang memiliki rahmat yang sampai (kepada makhluk). YANG KHUSUS DIBERIKAN KEPADA ORANG ORANG BERIMAN / BERTAUHID.

⚠️ Ar Rahim adalah sifat Fi'liyah ALLAH.

Perhatikan ayat-ayat berikut:

{ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا} [الأحزاب : 43]

"Dan Dia Maha Mengasihi orang-orang yang beriman". (QS. Al-Ahzab: 43)

{ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ}
[التوبة : 117]

"Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada mereka." (QS. At-Taubah: 117)

Perhatikan ayat di atas, ketika berhubungan dengan yang diberi rahmat, Allah ta'ala menyebutkan dengan lafadz AR-RAHIM.

💻 Sumber :

١. Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain حفظه

✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...