Skip to main content

Materi Aqidah Wasithiyyah sesi 11 - Surah Al Ikhlas

Surah Al Ikhlas

💬 Matan 💬

وَقَدْ دَخَلَ فِي هِذِهِ الْجُمْلَةِ مَا وَصَفَ اللهُ بِهِ نَفْسَهُ فِي سُورَةِ الإِخْلاَصِ الَّتِي تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ، حَيثُ يَقُولُ‏:‏ ‏{‏قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَد لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَد وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ‏}‏‏

QS. الإخلاص‏

📚 Penjelasan 📚

Beberapa point penting :

📚 1. Surah adalah bagian dari Al qur'an yang mengumpulkan ayat-ayat, yang dimaklumi awalnya dan dimaklumi akhirnya.

📚 2. Disebut surah Al Ikhlas karena beberapa alasan :
⭕ Murni menjelaskan sifat الله
⭕ Orang yang membacanya diselamatkan dari keyakinan.
⭕ Akan selamat dari kekekalan neraka bagi yang yang meyakini & mengerjakan isi kandungan surah.

📚 3. Ucapan الَّتِي تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ (surah Al Ikhlas menyamai sepertiga al qur'an)

🛑 Ingat 🛑

Senilai dalam Pahala BUKAN Senilai dalam Amal.

Kami ingatkan agar kita membedakan antara al-Jaza’ dengan al-ijza’.

Al-jaza’ (الجزاء) artinya senilai dalam pahala yang dijanjikan

Al-Ijza’ (الإجزاء) artinya senilai dalam amal yang digantikan.

Membaca surat al-Ikhlas mendapat nilai seperti membaca 1/3 al-Quran maknanya adalah senilai dalam pahala (al-Jaza’). Bukan senilai dalam amal (al-Ijza’).

🌍 Membaca surat al-Ikhlas mendapat nilai seperti membaca 1/3 al-Quran hal ini dikarenakan inti kandungan makna al quran ada tiga:

1. Tauhid
2. Kisah -kisah
3. Hukum-hukum.

Sementara surah al ikhlas membahas tentang Tauhid.

Keterangan bahwa surat al-Ikhlas senilai sepertiga al-Quran bersumber dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

Di suatu malam, ada seorang sahabat yang mendengar temannya membaca surat al-Ikhlas dan diulang-ulang. Pagi harinya, sahabat ini melaporkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan nada sedikit meremehkan amalnya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, surat al-Ikhlas itu senilai sepertiga al-Quran.” (HR. Bukhari 5013 dan Ahmad 11612).

Dalam hadis lain, dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat,

أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ فِى لَيْلَةٍ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

“Sanggupkah kalian membaca sepertiga al-Quran dalam semalam?”

Mereka bertanya, ‘Bagaimana caranya kita membaca 1/3 al-Quran?’

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,

(قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) يَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

“Qul huwallahu ahad senilai sepertiga al-Quran.” (HR. Muslim 1922).

📚 4. Ayat ‏قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Pada ( قُلْ ) terdapat dalil bahwa al qur'an adalah Kalamullah. Sebab, jika al quran adalah ucapan Rosul atau selain Rosul, tentu tidak mengatakan "katakanlah". Dan ini bantahan untuk mu'tazilah dan jahmiyah.

📚 5. Penjelasan tentang nama الله

✔ Beberapa keistimewaan nama الله

✏ nama Allah adalah nama yang paling agung (ismullah Al-A’dhom)

عن أبي أمامة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ( اسْمُ اللَّهِ الأَعظَمُ فِي سُوَرٍ مِنَ القُرآنِ ثَلاثٍ : فِي " البَقَرَةِ " وَ " آلِ عِمرَانَ " وَ " طَهَ " ) .

رواه ابن ماجه ( 3856) و حسنه الألباني فى صحيح ابن ماجه.

Dari Abu Umamah radhiallahu’anhu  sesungguhnya Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Nama Allah yang agung ada di tiga surat AL-Qur’an, di AL-Baqarah, Ali Imron dan Toha.’ HR. Ibnu Majah, 3856 dihasankan oleh Syekh Al-Albany di shoheh Ibnu Majah.

عن بُرَيْدَةَ بنِ الحُصَيْب أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ رَجُلا يَقُولُ " اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ " ، فَقَالَ : ( لَقَدْ سَأَلْتَ اللَّهَ بِالاسْمِ الَّذِي إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى وَإِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ ) .

رواه الترمذي (3475) و ابو داود (1493) ابن ماجه (3857) و صححه الألباني في صحيح أبي داود

Dari Abu Burdah sesungguhnya Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam mendengar seseorang berdoa, ‘Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu. Sesungguhnya saya bersaksi bahwa Engkau  adalah Allah, tiada tuhan melainkan Engkau Yang Maha Esa, Tempat meminta segala sesuatu. Tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.’ Maka beliau bersabda, ‘Sungguh anda telah meminta kepada Allah dengan nama yang kalau diminta akan diberikan, kalau berdoa akan dikabulkan.’ HR. Tirmizi, 3475. Abu Dawud, 1493. Ibnu Majah, 3857 dishohehkan Al-Albany di Shoheh Abu Dawud.

✏ Jika Asmaul husna digandengkan dengan huruf nida, maka ال dihilangkan kecuali nama الله , maka ال nya tidak dihapus.

✏ nama الله selalu digandengkan dengan kebanyakan dzikir-dzikir yang diriwayatkan dari Nabi صلى الله عليه وسلم

✏ Paling banyak disebutkan didalam al quran sebanyak lebih dari 2.200 kali.

✏ Allah memulai ayat dengan lafazh الله dalam 33 ayat

✔ Makna nama الله

Adapun makna nama ini berasal dari kata Al Ilah yang bermakna Al Ma'bud.

Dan yang paling lengkap dan bagus dalam memaknai nama الله adalah ucapan Abdullah bin Abbas رضي الله عنه، beliau berkata :

🔊 " Allah adalah Dzat yang berhak untuk di sembah dan diibadahi oleh semua makhluk-Nya".

Nama الله yaitu Dzat yang memiliki sifat ilahiyah, dan sifat ilahiyah merupakan sifat yang agung yang dengannya Dia berhak untuk menjadi sesembahan yang haq dan tidak ada yang berhak menyandang sifat yang agung ini sesuatupun dari segala sisi.

Sifat-sifat ilahiyah adalah sifat yang mencakup segala bentuk sifat kesempurnaan, kemuliaan, keagungan, dan keindahan.

💻 Sumber:
Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain حفظه الله

✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Mohon dikoreksi jika ada salah.

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...