Skip to main content

materi Qawaidul arba’ (Kaedah Keempat : Kesyirikan di zaman sekarang lebih parah dibandingkan zaman dahulu)

♥️ Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️

🔴 SESI 3 - Kaedah Keempat : Kesyirikan di zaman sekarang lebih parah dibandingkan zaman dahulu 🔴

▶️ Matan

Syaikhul Islam Muhammad At-Tamimi rahimahullah berkata :

القاعدة الرابعة

أنّ مشركي زماننا أغلظ شركـًا من الأوّلين، لأنّ الأوّلين يُشركون في الرخاء ويُخلصون في الشدّة، ومشركوا زماننا شركهم دائم؛ في الرخاء والشدّة . والدليل قوله تعالى: {فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوْا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ}
[العنكبوت:65]

Kaidah keempat:

Sesungguhnya kaum musyrikin di zaman kita lebih parah kesyirikannya dibandingkan (kesyirikan) kaum musyrikin zaman dahulu. Karena kaum musyrikin zaman dahulu mereka berbuat syirik pada saat lapang (bergelimang kenikmatan) dan mereka mengikhlaskan (ibadah kepada Allah semata) ketika berada dalam keadaan sempit (tertimpa musibah).

Sedangkan orang-orang musyrik di zaman kita, kesyirikan mereka terjadi dalam setiap keadaan, baik ketika lapang maupun sempit. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala

{فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوْا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ}

Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdo’a kepada Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka kembali mempersekutukan الله [QS. Al- Ankabut: 65].

📚 Syarah 📚

Inti Kaidah Keempat adalah Penetapan bahwa kesyirikan yang dilakukan kaum musyrikin zaman sekarang lebih parah daripada kaum musyrikin di zaman dahulu ditinjau dari beberapa sisi yaitu :

🔴 1. Syirik di zaman terdahulu hanya pada Tauhid Uluhiyah saja. Adapun di zaman sekarang , Kesyirikan yang terjadi di zaman sekarang pada hak Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah.

Contohnya: pada kelompok sufiyyah.

🔴2. Orang musyrik di zaman sekarang, selain menyimpang dalam Uluhiyah & rububiyah, juga menyimpang dalam masalah Tauhid asma wa sifat.

Ada yang mentakwil , menafikan seluruh nama dan sifat لله , ada yang menetapkan sifat fi'liyah, menafikan sifat dzatiyah, dan yang lainnya.

Adapun orang musyrik di zaman dahulu, mereka hanya dikenal menyimpang dalam nama Ar Rahman .

🔴3. Orang musyrik di zaman dahulu meminta kepada selain ALLAH untuk mencari syafa'at dan qurbah.

Adapun musyrikin di zaman sekarang ada yang beribadah ke kekuburan karena tujuan utamanya itu , bukan sebagai perantaranya.

🔴4. Kaum musyrikin di zaman dahulu, beraneka ragam sesembahannya. Tapi yang mereka ibadahi adalah orang sholeh (bukan orang orang aneh).

Adapun musyrikin di zaman sekarang, yang mereka ibadahi adalah orang fajir dan fasiq.

🔴5. Musyrikin di zaman dahulu, saat tertimpa musibah, mereka murni beribadah hanya kepada ALLAH.

Adapun musyrikin di zaman sekarang, Kesyirikan mereka di masa susah dan lapang.

Dalilnya

{فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوْا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ}

Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdo’a kepada Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka kembali mempersekutukan الله [QS. Al- Ankabut: 65].

Firman الله :

هُوَ الَّذِى يُسَيِّرُكُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا كُنتُمْ فِى الْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِم بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا۟ بِهَا جَآءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ وَجَآءَهُمُ الْمَوْجُ مِن كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ ۙ دَعَوُا۟ اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ لَئِنْ أَنجَيْتَنَا مِنْ هٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشّٰكِرِينَ ﴿يونس:٢٢﴾

Dialah Robb yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): “Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur”. (QS. Yunus : 22)

Firman الله

وَإِذَا    مَسَّكُمُ    الضُّرُّ    فِى    الْبَحْرِ    ضَلَّ    مَن    تَدْعُونَ    إِلَّآ    إِيَّاهُ    ۖ    فَلَمَّا    نَجَّٮٰكُمْ    إِلَى    الْبَرِّ    أَعْرَضْتُمْ    ۚ    وَكَانَ    الْإِنسٰنُ    كَفُورًا    ﴿الإسراء:٦٧﴾

Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih . (QS. Al Israa: 67)

🔴 6. Orang musyrik di zaman dahulu lebih mengetahui makna dan konsekuensi لا إله الا الله

Oleh sebab itu saat mereka disuruh bersyahadat mereka menolak .

Sebagaimana firman الله

إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ. وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوا آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُونٍ

Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri.  Dan mereka berkata: “Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?” (QS Ash Shaafat: 35-36)

🔴 7 . Kaum musyrikin di zaman dahulu, mengetahui dirinya menentang rosul.

Adapun musyrikin di zaman sekarang, mereka mencari cari dalil untuk pembenaran.

🔴 8. Kaum musyrikin di zaman dahulu yang beribadah kepada pepohonan dan sejenisnya, mereka melakukannya agar hajatnya didunia terpenuhi.

Adapun musyrikin di zaman sekarang, melakukan kesyirikan dalam hal mencapai hajat di dunia & akherat.

🔴 9. Kaum musyrikin di zaman dahulu, tidak meminta kepada sesembahannya pada segala hal (Hanya hal tertentu saja)

Adapun musyrikin di zaman sekarang, mereka meminta kepada sesembahannya pada segala hal yang merupakan kekhususan الله

🔴10. Kaum musyrikin di zaman dahulu, Tidak ada yang menganggap الله ada dalam bentuk bentuk makhluk-Nya.

Adapun musyrikin di zaman sekarang, mereka mengganggap الله ada dalam bentuk bentuk makhluk-Nya (Madzhab Hululiyah)

Madzhab Hululiyah = meyakini adanya makhluk yang memiliki titisan ilahiyah.

💻 Sumber :

١. Audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain حفظه الله

٢. Syarah qawa'idul arba' oleh Syaikh fauzan حفظه الله

✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...