Skip to main content

materi Qawaidul arba’ (Kaedah Ketiga: Keragaman Sesembahan Kaum Musyrikin)

♥️ Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️

🔴 SESI 3 - Kaedah Ketiga: Keragaman Sesembahan Kaum Musyrikin 🔴

▶️ Matan

القاعدة الثالثة

أنّ النبي ظهر على أُناسٍ متفرّقين في عباداتهم منهم مَن يعبُد الملائكة، ومنهم من يعبد الأنبياء والصالحين، ومنهم من يعبد الأحجار و الأشجار، ومنهم مَن يعبد الشمس والقمر، وقاتلهم رسول الله ولم يفرِّق بينهم، والدليل قوله تعالى: {وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ}[البقرة:193].

Kaidah ketiga

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berada ditengah-tengah manusia yang bermacam-macam bentuk peribadahan mereka.

Di antara mereka ada yang menyembah para Malaikat, ada yang menyembah para Nabi dan orang-orang shalih, ada yang menyembah pepohonan dan bebatuan serta ada pula yang menyembah matahari dan bulan.

Namun mereka semua diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau tidak membeda-bedakan di antara mereka. Dalilnya adalah firman الله

{وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ}

Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah, dan Diin ini untuk الله semata. [QS. Al-Baqarah: 193].

📚 Syarah 📚

Maksud kaedah ini adalah :

❌ Pokok kekafiran kaum musyrikin cuma satu yaitu beribadah kepada selain الله. ❌

Meskipun sesembahan mereka banyak dan berbeda, mereka diperangi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagaimana firman الله

{وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ}

Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah, dan Diin ini untuk الله semata. [QS. Al-Baqarah: 193].

Para ulama menafsirkan , fitnah dalam ayat ini adalah kesyirikan. Jadi maksudnya adalah perangilah mereka sampai tidak didapati kesyirikan.

Orang yang mengenal islam saja tanpa mengetahui hakekat kesyirikan agama lain, maka bisa jadi dia terjatuh dalam kesyirikan tersebut.

Akan tetapi jika seseorang mampu mengetahui hakekat islam dan kesyirikan agama lain, maka ini adalah ilmu yang kuat.

Seorang penyair berkata :

عَرَفْتُ الشَّرِّ لاَ لِلشَّرِّ وَلَكِنْ لِتَوْقِيْهِ
وَمَنْ لَمْ يَعْرِفِ الْخَيْرَ مِنَ الشَّرِّ يَقَعُ فِيْهِ

“Aku mengenal keburukan bukan untuk berbuat jelek akan tetapi untuk menjauhinya.

Dan barangsiapa yang tidak mengenal kebaikan dan keburukan, dia akan terjerumus kedalam keburukan itu”.

▶️ Matan

ودليل الشمس والقمر قوله تعالى: {وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ}[فصلت:37].

Dalil tentang adanya penyembahan kepada matahari dan bulan adalah firman الله

{وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ}

Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan. [QS. Fushshilat: 37].

📚 Syarah 📚

Dalil ini menunjukkan adanya penyembah matahari dan bulan.

Oleh sebab itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang untuk shalat ketika terbit dan terbenamnya matahari dalam rangka menutup pintu yang mengantarkan kesyirikan .

▶️ Matan

ودليل الملائكة قوله تعالى: {وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلَائِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا}[آل عمران:80].

Dalil tentang penyembahan kepada para Malaikat adalah firman الله

{وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلَائِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا}

Dan dia (Nabi Muhammad) tidak pernah memerintahkan kalian untuk menjadikan para Malaikat dan para Nabi sebagai sembahan-sembahan. [QS. Ali ‘Imran: 80].

📚 Syarah 📚

Ayat ini menunjukkan bahwa di antara sesembahan musyrikin adalah malaikat, mereka menyembah malaikat, berdoa kepadanya serta menjadikannya sebagai perantara antara diri mereka dengan الله dalam menyampaikan hajat mereka.

▶️ Matan

ودليل الأنبياء قوله تعالى: {وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّي إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ}[المائدة:116].

Dalil terhadap penyembahan kepada para Nabi adalah firman الله

Dan ingatlah ketika الله berfirman:
”Hai ‘Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia:”Jadikanlah aku dan ibuku dua orang sesembahan selain Allah?”. ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara-perkara yang ghaib.
[QS. Al-Maidah: 116].

📚 Syarah 📚

Ayat ini menunjukkan bahwa peribadatan kepada para Nabi, itu adalah kesyirikan sama seperti peribadatan kepada patung-patung.

▶️ Matan

ودليل الصالحين قوله تعالى: {أُوْلَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمْ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ}الآية[الإسراء:57].

Dalil tentang penyembahan kepada orang-orang shalih adalah firman الله

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (dengan Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. [QS. Al-Israa`: 57].

📚 Syarah 📚

Ada dua pendapat tentang turunnya ayat ini .

⭕ 1. Berpendapat bahwa ayat ini berkenaan dengan orang orang yang beribadah kepada Nabi isa dan ibunya serta 'uzair. Maka الله mengabarkan bahwa Nabi Isa dan ibunya yaitu Maryam serta 'uzair, semuanya adalah hamba لله.

Mereka semuanya adalah para hamba yang senantiasa faqir kepada الله . Mereka adalah orang orang yang berdoa kepada الله

⭕ Pendapat kedua, ayat ini turun berkenaan dengan orang orang musyrik yang beribadah kepada jin. Kemudian jin tersebut masuk islam. Sedangkan orang-orang yang mengibadahinya tidak tahu tentang ke islamannya.

▶️ Matan

ودليل الأحجار والأشجار قوله تعالى:
{أَفَرَأَيْتُمْ اللَّاتَ وَالْعُزَّى(19)
وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَى}[النجم:19–20].

Dalil tentang penyembahan kepada pepohonan dan bebatuan adalah firman الله

Maka apakah patut kalian (hai orang-orang musyrik) menganggap al-lata dan al-‘uzza, dan manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? [QS. An-Najm: 19-20].

📚Syarah📚

❌ Al Laata اللات adalah nama sebuah patung di kota Thaif, yaitu nama bagi sebuah BATU yang dikeramatkan yang diibadahi oleh penduduk Tsaqif dan kabilah-kabilah di sekitarnya.

Jika dibaca Al Latta اللّاتّ , maka yang dimaksud adalah laki-laki shaleh yang dahulu pekerjaannya membuat adonan tepung dan diberikan kepada jamaah haji. Ketika ia telah mati, dibangunlah rumah di atas kuburannya dan ditutup dengan kain tirai. Hingga akhirnya mereka menyembahnya disamping beribadah kepada الله.

💪 Nabi mengutus Mughirah bin syu'bah dan Abu Sufyan bin Harb untuk menghancurkan lata .

❌ 'Uzza adalah pepohonan dari jenis salam yang berada di suatu lembah Nakhlah yang terletak di antara kota Makkah dan Thaif.

💪 Nabi mengutus Khalid bin walid untuk menghancurkan 'uzza

❌ Manat adalah sebuah batu besar yang berada di dekat gunung Qudaid antara Makkah dan Madinah. Berhala tersebut adalah berhala yang di ibadahi oleh suku Khuza'ah, Aus, dan Khazraj.

💪 Nabi mengutus Ali bin Abi thalib untuk menghancurkan manat.

Ketiga berhala tersebut adalah berhala-berhala yang paling besar di negeri arab.

▶️ Matan
وحديث أبي واقدٍ الليثي قال: خرجنا مع النبي إلى حُنين ونحنُ حدثاء عهدٍ بكفر، وللمشركين سدرة يعكفون عندها وينوطون بها أسلحتهم يقال لها: ذات أنواط، فمررنا بسدرة فقلنا: يا رسول الله إجعل لنا ذات أنواط كما لهم ذات أنواط… الحديث

Dan hadits Abi Waqid Al-Laitsi, dia berkata:

“Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju (perang) Hunain, dan ketika itu kami baru saja terbebas dari kekafiran (muallaf). Sementara itu, orang-orang musyrikin mempunyai sebuah pohon bidara yang mereka berdiam diri (dalam bentuk beribadah) di sisinya dan mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di situ (untuk cari berkah). Pohon itu dikenal dengan nama Dzatu Anwath (yang mempunyai tempat menggantung). Kami kemudian melalui pohon bidara itu, lalu kami mengatakan: “Wahai Rasulullah, pilihkanlah bagi kami pohon untuk menggantungkan senjata dalam rangka mencari berkah, sebagaimana mereka (musyrikin) mempunyai pohon tersebut….” sampai akhir hadits.

📚 Syarah 📚

Beberapa pelajaran pada hadits diatas:

1. Bahayanya kejahilan terhadap tauhid

2. Bahaya menyerupai atau meniru kaum musyrikin , dan hal itu bisa menyeret kepada kesyirikan.

3. Adanya penyembah pepohonan, meskipun ia tidak sujud kepada pohon.

4. Seorang boleh bertakbir dalam rangka mengingkari kemungkaran.

5. Niat yang baik tidak cukup jika tidak sesuai syariat.

6. Mencari berkah melalui bebatuan, pepohonan , kuburan dan bangunan termasuk kesyirikan, walaupun di istilahkan dengan nama apapun.

💻 Sumber :

١. Audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain حفظه الله

٢. Syarah qawa'idul arba' oleh Syaikh fauzan حفظه الله

✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...