Skip to main content

Sesi 1- Konsekuensi Kalimat لا إله الا الله dan Bukan Sekadar Ucapan Lisan

Yuk muroja'ah materi Makna لا إله الا الله (Program Kuliah Mafatihul Ilm)

🔴Sesi 1- Konsekuensi Kalimat لا إله الا الله dan Bukan Sekadar Ucapan Lisan 🔴

▶️ Matan

Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menjelaskan :

وليس المراد قولها باللسان مع الجهل بمعناها، فإنّ المنافقينيقولونها وهم تحت الكفار في الدّرك الأسفل من النار، مع كونهميُصلون ويتصدقون،

Dan bukan maksud darinya, mengucapkan dengan lisan disamping kejahilan akan artinya karena orang-orang munafik mengucapkannya sedangkan mereka lebih rendah dari orang-orang kafir yang berada di dasar paling dalam dari neraka . Padahal mereka mengerjakan shalat dan bersedekah.

ولكن المراد قولها مع معرفتها بالقلب ومحبتها ومحبة أهلها وبغضما خالفها ومعاداته، كما قال النبي صلى الله عليه وآله وسلم: « منقال لا إله إلاّ الله مخلصا » ، وفي رواية « خالصا من قلبه » ،وفي رواية « صادقا من قلبه » » وفي حديث آخر: « من قال لا إله إلاّ الله وكفر بما يُعبدمن دون الله » ،
 إلى غير ذلك من الأحاديث الدالة علىجهالة أكثر الناس بهذه الشهادة،

Tapi yang dimaukan darinya adalah mengucapkan dengan lisan disertai dengan pengenalan artinya dengan hati, mencintainya dan mencintai sesama pemeluknya, membenci orang-orang yang melanggarnya dan memusuhinya seperti yang Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sabdakan; “Barangsiapa mengucapkan Laa ilaaha Illallah dengan ikhlas.” Dan dalam riwayat lainnya, “Ikhlas dari dalam hatinya.” Dan dalam riwayat lainnya, “Jujur dari dalam hatinya.”

Dan dalam hadits yang lain, “Barangsiapa mengucapkan Laa ilaaha Illallah dan dia kufur kepada apa saja yang diibadahi selain Allah” serta hadits-hadits yang lain yang menunjukkan akan jahilnya kebanyakan orang akan syahadat ini.

📚 Syarah 📚

⭕ A. MA'NA LAA ILAAHA ILLALLAAH

Laa ilaaha illallah adalah kalimat yang karenanya makhluk-makhluk diciptakan, yang dengannya tegaklah langit dan bumi, dan karenanya diutuslah para Rosul serta diturunkanlah Kitab-kitab. Allah ta'ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" [adz-Dzaariyaat: 56].

Dan Dia berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
"Dan tidaklah Kami utus seorang Rasul pun sebelum kamu (Muhammad), kecuali Kami wahyukan kepadanya bawa tiada ilaah kecuali Aku, maka beribadahlah kepada-Ku" [al-Anbiyaa': 25]

Akan tetapi “Laa ilaaha illallah” itu memiliki lafadz dan juga ma’na.

Kedudukan “Laa ilaaha illallah” terhadap ma’nanya, seperti kedudukan ruuh terhadap jasadnya. Maka tidak bermanfaat jasad itu tanpa adanya ruuh. Begitu juga tidak bermanfaat kalimat ini tanpa disertai ma’nanya.

Maka ketahuilah semoga Allah merahmatimu bahwa bukanlah yang diinginkan itu pengucapan kalimat ini dengan disertai kebodohan terhadap ma’nanya. Karena orang-orang munafiq mengucapkannya tetapi mereka berada di bawah orang-orang kafir di dalam dasar neraka! Allah berfirman mengenai orang-orang munafik :

QS. An-Nisa' Ayat 145

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

Akan tetapi yang diinginkan adalah pengucapan kalimat ini disertai pemahaman dengan hati terhadap ma’nanya, mencintainya, mencintai para pemeluknya, serta membenci dan memusuhi orang-orang yang menyelisihinya.

⚠️ Karena menurut kesepakatan ulama, mengucapkan kalimat ini tanpa memahami ma'nanya & mengamalkan konsekuensinya tidaklah bermanfaat.

Allah berfirman di QS. Az-Zukhruf Ayat 86

وَلَا يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa'at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa'at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya).

💡Lalu apa ma’na kalimat yang agung ini?

Jika dikatakan: ma’na “Laa ilaaha illallah” itu adalah:

❌ Tidak ada pencipta selain Allah, maka ini telah diketahui. Karena tidak ada yang menciptakan makhluk kecuali Allah. Tidak ada seorangpun yang bersekutu dengan-Nya dalam hal ini.

❌ Jika dikatakan: bahwa ma’nanya adalah tidak ada pemberi rizqi kecuali Allah, maka inipun bisa diterima.

Maka pikirkanlah semoga Allah memberimu taufiq tentang hal ini. Bertanyalah tentang ma’na Al Ilaah. Sebagaimana engkau bertanya tentang ma’na al-Kholiq dan ar-Roziq.

✔ Maka ma’na “Laa ilaaha illallah” adalah:

لا معبود بحق إلا الله
"Tidak ada sesuatu yang berhak diibadahi kecuali Allah."

Dan ma'na diatas sesuai dengan firman Allah

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak disembah kecuali Allah [QS. Muhammad : 19]

⭕ B. KONSEKUENSI LAA ILAAHA ILLALLAAH

Yaitu dengan meninggalkan ibadah kepada selain Allah dari apa – apa yang disembah. Hal ini terdapat pada perkataan kita ( Laa ilaha ) dan beribadah hanya kepada Allah semata, hal ini terkandung pada kalimat ( Illallah ). Adapun dalil hal ini banyak sekali diantara nya adalah firman Allah Ta’ala

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ
” Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah kecuali Dia ” ( Qs. Al Israa : 23 )

وَاعْبُدُوا اللهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

” Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatu apapun “
( Qs. An – Nisa’ : 36 )

[Al Qaulul Mufid Fi Adilatit Tauhid Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Al Whusoby : 34 ]

⭕ C. شروط لا إله الا الله

Dari matan diatas Syaikh telah mengisyaratkan bahwa kalimat Laa ilaaha Illallah memiliki syarat. Oleh karena itu setiap Muslim wajib mengetahui bahwa ucapan Laa ilaaha Illallah tidak diterima dari orang yang sekedar mengucapkannya dengan lisan. Namun haruslah menunaikan hak dan kewajibannya serta memenuhi syarat-syaratnya yang terdapat didalam Al Qur'an & As Sunnah.

🔊 Wahab bin Munabbih ditanya, “bukankah kunci surga itu adalah Laa ilaaha illallah?”, ia menjawab:

“iya benar, namun setiap kunci itu pasti ada giginya. Jika engkau datang membawa kunci yang memiliki gigi, maka akan terbuka. Namun jika tidak ada giginya, maka tidak akan terbuka“.

Beliau mengisyaratkan gigi dari kunci untuk memaksudkan syarat-syarat Laa ilaaha illallah. [Disebutkan Ibnu Rajab dalam Kalimatul Ikhlash hal.14]

🔊 Al-Hasan Al Basri rahimahullah berkata kepada al-Farazdaq, “Sesungguhnya kalimat lâ ilâha illallâh memiliki syarat-syarat. Maka jauhilah olehmu menuduh zina wanita-wanita yang menjaga kehormatannya.”

Para ulama menjelaskan ada 7 syarat Laa ilaaha Illallah. Bahkan ada yang menyebutkan hingga 8. Syarat-syarat ini dikumpulkan dalam sebuah bait agar lebih mudah dihafalkan & diamalkan .

علمٌ يقينٌ وإخلاص وصدقك مع محبة وانقياد والقبول لها

(Ilmun yaqinun wa ikhlasun wa shidquka ma'a mahabattin wa inqiyaadin wal qobuuli lahaa)

ilmu, yakin, ikhlas, jujurmu disertai dengan cinta, patuh dan menerima

Ditambah syarat ke-8 dalam sebuah bait yakni

و زيد ثامنها الكفران منك بما سوى الاله من الاشياء قد الها
( wa zida tsaamimuhaal kufroonu minka bima siwal ilahi Minal asyyaai qod ulihaa)

Jadi ringkasnya شروط لا إله الا الله sebagai berikut :

1. Ilmu × jahl
2. Yaqin × syak
3. Ikhlas × syirik
4. Shidqu × kadzabu
5. Mahabbah × karhu
6. Inqiyadu × at tark
7. Al qobul × ar rodd

💻 Sumber :

١. Audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain حفظه الله

٢. Al Qaulul Mufid Fi Adilatit Tauhid Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Al Whusoby رحمه الله

✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...