Yuk muroja'ah materi Makna لا إله الا الله (Program Kuliah Mafatihul Ilm)
🔴Sesi 2 - Dua Perkara yang memperkuat keyakinan tentang makna Laa Ilaaha illallaah⭕
Ketahuilah bahwa uluhiyah inilah yang disebut oleh orang awam di masa kita dengan sir & wilayah. Dan ilah artinya adalah wali yang terdapat padanya sir dan itulah yang mereka namakan al faqir dan asy-syaikh. Dan orang-orang awam menamakannya dengan sayyid dan penamaan yang semisal dengannya.
Yang demikian itu karena mereka mengira bahwa Allah telah menjadikan bagi makhluk pilihan-Nya kedudukan disisi-Nya, yang mana Allah ridha manusia bergantung kepada mereka, berharap kepada mereka, minta keselamatan dengan mereka, dan menjadikan mereka sebagai perantara antara dirinya dengan Allah.
Maka yang dianggap oleh pelaku kesyirikan di zaman kita bahwa mereka adalah perantara-perantara bagi mereka, mereka itulah yang dinamakan oleh orang-orang musyirikin pertama dengan sebutan ilah-ilah. Maka perantara itu adalah ilah. Sehingga ucapan seseorang yang mengucapkan Laa ilaaha Illallah membatalkan seluruh adanya perantara-perantara tersebut.
Dan apabila kamu ingin mengetahui perkara ini dengan pengetahuan yang benar, maka perhatikanlah dua hal berikut :
⭕ Pertama: Ketahuilah bahwa orang-orang kafir yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam perangi, dahulu mereka mengakui tauhid rububiyah bagi Allah.
🔊 Tauhid rububiyah adalah meyakini bahwa tidak ada yang menciptakan, memberi rizki, menghidupkan dan mematikan, mengurus urusan selain Allah semata.
Sebagaimana firman Allah Ta’aala; “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan” Maka mereka menjawab: ”Allah”. Maka katakanlah:”Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?” (Qs. Yunus: 31)
Ini adalah perkara besar agung dan penting, yaitu kamu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam perangi menyaksikan akan hal ini semuanya dan mengakuinya. Tapi kendati begitu keyakinan mereka ini tidak cukup menjadikan mereka masuk Islam, tidak mengharamkan darah mereka dan harta mereka. Disamping itu mereka bersedekah, haji, umrah, mengerjakan ibadah dan meninggalkan hal-hal yang haram karena takut kepada Allah Azza wa Jalla.
Akan tetapi masalahnya ada pada perkara yang kedua. Inilah perkara yang mengkafirkan mereka dan menjadikan darah-darah mereka dan harta-harta mereka halal.
☝️ TAUHID ULUHIYAH ☝️
⭕✔ Yaitu bahwa mereka tidak mempersaksikan untuk Allah dengan tauhid uluhiyyah, dan tauhid ilahiyyah adalah tidak ada yang diseru (diibadahi), diharapkan, kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan tidak dimintai keselamatan kecuali Dia, tidak diberikan sembelihan kecuali kepada-Nya, tidak diserahkan nadzar kecuali untuk-Nya, tidak untuk malaikat yang dekat, atau nabi yang diutus. Dan barangsiapa minta keselamatan kepada selain Dia maka telah kafir, dan barangsiapa menyembelih untuk selain Dia maka telah kafir, dan barangsiapa bernadzar untuk selain Dia maka telah kafir, dan seterusnya.
Dan lebih jelasnya, bahwa orang-orang musyrik yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam perangi dahulu mereka menyeru orang-orang shalih seperti malaikat, Isa dan ibunya, dan Uzair serta selainnya dari para wali sehingga mereka kafir karena hal ini. Dan hukum atas mereka ini berlaku disamping pengakuan mereka bahwa Allah adalah pencipta, pemberi rizki dan pengatur alam semesta.
Apabila kamu telah mengetahui hal ini, tahulah kamu makna Laa ilaaha Illallah. Dan tahulah kamu bahwa siapa saja yang menyeru seorang nabi, atau malaikat, atau memanggil-manggilnya, atau minta keselamatan dengannya, dia telah keluar dari Islam. Inilah kekufuran yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dahulu perangi.
Jadi pada intinya adalah : Orang-orang kafir mengakui adanya Tauhid Rububiyah, tetapi pengakuan mereka tidak memasukkan dirinya kedalam islam.
Karena inti tujuan diutusnya para Nabi & Rosul adalah mengajarkan Tauhid Uluhiyah yaitu beribadah hanya kepada الله semata saja.
Ingatlah kaedah yang agung ini
توحيدالربوبية مستلزم لتوحيد الألوهية
Mengesakan الله dalam Rububiyyah-Nya mengharuskan mengesakan الله dalam Uluhiyyah-Nya .
Penetapan Tauhid Rububiyyah tidak cukup bagi kesahan Islam seseorang, akan tetapi haruslah bersamaan dengan penetapan Tauhid Uluhiyyah. Karena kebanyakan musyrikin mereka mengakui Tauhid Rububiyyah, namun tetap status mereka musyrikin.
💻 Sumber :
١. Audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain حفظه الله
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Comments
Post a Comment