Skip to main content

Sesi 2 - Dua Rukun Laa Ilaaha Illallah

Yuk muroja'ah materi Makna لا إله الا الله (Program Kuliah Mafatihul Ilm)

🔴Sesi 2 - Dua Rukun Laa Ilaaha Illallah 🔴

▶️ Matan

Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menjelaskan :

فاعلم أن هذه الكلمة نفي وإثبات نفي الإلهية عمّا سوى
الله تعالى من المخلوقات، حتى محمد صلى الله عليه وآلهوسلم، وجبرائيل فضلا عن غيرهم من الأولياء
والصالحين.

Maka ketahuilah bahwa kalimat ini nafi dan itsbat. Yaitu menafikan ilahiyah dari selain Allah Ta’aala dari para rasul sekalipun Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan para malaikat sekalipun Jibril, apalagi selain keduanya dari para nabi dan orang-orang shalih, dan menetapkannya (ilahiyah) untuk Allah semata.

إذا فهمت ذلك فتأمل هذه الألوهية التي أثبتها الله
لنفسه،ونفاها عن محمد وجبرائيل وغيرهما، أن يكون
 لهم مثقالحبة من خردل

Apabila kamu memahami hal ini, perhatikanlah uluhiyah yang Allah tetapkan untuk dirinya dan Dia nafikan/tiadakan dari Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Jibril dan selainnya untuk memilikinya (ilahiyah/uluhiyah ini) meski sebesar biji sawi.

📚 Syarah 📚

⭕ RUKUN LAA ILAAHA ILLALLAAH

Kalimat لا إله الا الله memiliki dua rukun , yaitu :

1. An Nafyu (Penafian) pada kata لا إله.

Maksud dari An Nafyu adalah meniadakan seluruh sesembahan selain Allah.

2. Al Itsbat (Penetepan) pada kata الا الله .

Maksud dari al itsbat adalah menetapkan bahwa yang berhak di sembah hanya Allah semata. Sedangkan seluruh sesembahan orang musyrik selain Allah adalah bathil.

Kalimat لا إله الا الله mengandung pembatasan sesembahan yang berhak di sembah hanya الله dan tidak mengakui sesembahan yang lainnya.

Kedua rukun tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, karena apabila salah satunya terpisah, maka dia belum dikatakan sebagai muslim.

🔎 Dalil-dalil tentang rukun Kalimat لا إله الا الله

🔊 QS. AL-ISRA' : 23

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ

Dan Robbmu telah memerintahkan supaya kamu tidak beribadah kecuali kepada-Nya.

⭕ Pada ayat أَلَّا تَعْبُدُوا ini adalah rukun An Nafyu.

⭕ Pada ayat إِلَّا إِيَّاهُ ini adalah rukun Itsbat

🔊 QS. AN NISA : 36

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئً

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun

⭕ Pada ayat وَاعْبُدُوا اللَّهَ ini adalah rukun Itsbat.

⭕ Pada ayat وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئً ini adalah rukun Nafyu .

🔊 QS. AL BAYYINAH: 5

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.

🔊 QS. AL BAQARAH : 256

فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى

“Maka barangsiapa mengingkari thoghut (sesembahan selain Allah) dan hanya beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang teguh dengan ikatan yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illallah).”

Firman Allah ta’ala, “ Maka barangsiapa mengingkari thoghut (sesembahan selain Allah) ” adalah penafian seluruh sesembahan selain Allah ta’ala.

Adapun firman-Nya, “ Dan hanya beriman kepada Allah ” adalah penetapan bahwa hanya Allah ta’ala satu-satunya sesembahan yang benar.

🔥 Dari dua rukun ini pula maka tampaklah penyimpangan kelompok shufiyah yang berdzikir hanya menyebut lafazh الله saja atau هو هو .

💻 Sumber :

١. Audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain حفظه الله

✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...