Yuk muroja'ah materi Makna لا إله الا الله (Program Kuliah Mafatihul Ilm)
🔴Sesi 3 - Wasiat- Wasiat Berharga🔴
Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menjelaskan :
Maka takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah wahai saudaraku. Berpeganglah dengan pokok agamamu, yang pertama dan akhirnya, pangkal dan pondasinya yaitu syahadat Laa ilaaha Illallah!
Kenalilah maknanya dan cintailah dia dan cintailah sesama pemeluknya. Jadikanlah mereka teman kalian walaupun mereka jauh, dan kufurlah kepada thaghut-thaghut, musuhi dan bencilah kepada mereka dan bencilah kepada orang-orang yang mencintai mereka atau membela mereka, atau tidak mau mengkafirkan mereka, atau mengatakan; “Saya tidak ada urusan dengan mereka” atau mengatakan: “Allah tidak membenani aku tentang urusan mereka”.
Sungguh dia telah berdusta atasnama Allah dan membuat kebohongan.
Sungguh Allah telah membebani dia akan urusan mereka, dan mewajibkan atasnya kufur kepada mereka dan berlepas diri dari mereka walaupun mereka adalah saudara-saudara mereka sendiri dan anak-anak mereka sendiri.
Maka saya ingatkan kalian kepada Allah wahai saudaraku, peganglah hal ini semoga kalian berjumpa dengan Rabb kalian dan kalian tidak menyekutukan Dia dengan suatu apa pun.
Ya Allah, wafatkanlah kami sebagai muslimin dan kumpulkanlah kami bersama orang-orang shalih.
ولنختم الكلام بآية ذكرها الله في كتابه، تبيّن لك أن
كفرالمشركين من أهل زماننا أعظم كفرًا من الذين
قاتلهمرسول الله صلى الله عليه وآله وسلم، قال الله
تعالى: {وَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُونَ إِلَّا إِيَّاهُ فَلَمَّانَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ وَكَانَ الْإِنْسَانُ كَفُورًا } .
فقد سمعتم أنّ الله سبحانه ذكر عن الكفار أنهم إذا
مسّهمالضرّ تركوا السادة والمشائخ ولم يستغيثوا بهم
بلأخلصوا لله وحده لا شريك له واستغاثوا به وحده،
فإنجاء الرخاء أشركوا، وأنت ترى المشركين من أهل
زمانناولعل بعضهم يدّعي أنه من أهل العلم وفيه زهد واجتهادوعبادة، إذا مسّه الضرّ قد يستغيث بغير الله
مثل معروفأو عبد القادر الجيلاني ، وأجلّ من هؤلاء
مثل زيد بنالخطاب والزبير ، وأجل من هؤلاء مثل
رسول الله صلىالله عليه وآله وسلم، والله المستعان… وأعظم من ذلكوزرا أنّهم يستغيثون بالطواغيت والكفرة والمردة ،
مثلشمسان وإدريس ويونس وأمثالهم والله سبحانه أعلم.
و الحمد لله أولا وآخرا وصلى الله على خير خلقه
محمدوآله أجمعين آمين.
Marilah kita tutup pembicaraan ini dengan sebuah ayat yang Allah sebutkan di dalam kitab-Nya, yang menerangkan kepadamu bahwa kekufuran orang-orang musyrikin di zaman kita lebih besar dari kekufuran orang-orang yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dahulu perangi.
Allah Ta’aala berfirman; “Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih”. (Qs. Al Isra’: 67)
Allah Ta’aala telah menyebutkan tentang orang-orang kafir bahwa apabila mereka ditimpa musibah mereka meninggalkan wali-wali dan syaikh-syaikh, mereka tidak menyeru seorang pun dari mereka, tidak minta keselamatan kepada mereka, bahkan mereka mengikhlaskan ibadah kepada Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, mereka minta keselamatan kepada-Nya semata. Dan apabila datang kelapangan mereka menyekutukan Allah.
Dan kalian saksikan orang-orang musyrikin di zaman kita, dan bisa jadi sebagian mereka mengaku sebagai ulama, ada pada dirinya zuhud dan kesungguhan dan ibadah, apabila dia ditimpa kesulitan dia pun bangkit minta keselamatan kepada selain Allah seperti Ma’ruf atau Abdul Qadir Jailani, dan yang lebih mulia dari mereka seperti Zaid bin Al Khattab dan Zubair, dan yang lebih mulia dari mereka seperti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Hanya kepada Allah kita mohon pertolongan.
Dan lebih jelek dari ini semua, mereka minta keselamatan kepada thaghut-thaghut dan orang-orang kafir dan para pembangkang seperti Syimsan dan Idris, dan yang dipanggil dengan Al Asyqar dan Yusuf dan yang semisal dengan mereka.
Wallahu A’lam.
Segala puji bagi Allah pertama dan terakhir. Dan shalawat serta salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad dan kepada para keluarga dan shahabat beliau semuanya. Amin.
📚 Syarah 📚
Beberapa point penting :
1. Berpegang teguh dengan pokok agama yaitu syahadat Laa ilaaha Illallah
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
( QS. Ali 'Imran Ayat 103)
فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى
“Maka barangsiapa mengingkari thoghut (sesembahan selain Allah) dan hanya beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang teguh dengan ikatan yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illallah).” [Al-Baqarah: 256]
Allah ta'ala berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" [QS. adz-Dzaariyaat: 56].
2. Mengetahui makna dan konsekuensi لا إله الا الله
Maka ma’na “Laa ilaaha illallah” adalah:
لا معبود بحق إلا الله
"Tidak ada sesuatu yang berhak diibadahi kecuali Allah."
Dan ma'na diatas sesuai dengan firman Allah
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak disembah kecuali Allah [QS. Muhammad : 19]
3. Mencintai orang-orang yang mengucapkan dan mengamalkan konsekuensi kalimat tersebut
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al- Hujurat: 10)
4. Ucapan dan do'a para Nabi agar diwafatkan dalam keadaan bertauhid dan di dikumpulkan bersama orang-orang yang sholeh
Memohon agar dikokohkan di atas Islam hingga ajal tiba adalah sesuatu yang sangat urgen. Ketegaran di atas Islam ini terwujud dengan teguh berlandaskan pada al-Kitab dan as-Sunnah. Dan Islam tidak bisa kokoh pada diri seseorang, kecuali dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih
🔊 Nasehat Nabi Ya'qub عليه السلام kepada anaknya untuk bertauhid
أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (QS. AL BAQARAH: 133)
🔊 Doa Nabi Yusuf عليه السلام untuk diwafatkan dalam keadaan muslim.
تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. [QS. Yûsuf :101].
🔊 Do'a Nabi Ibrahim agar dimasukkan kedalam golongan orang-orang yang sholeh
رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
(Ibrahim berdoa): "Ya Robbku , berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh (QS. Asy-Syu'ara' : 83)
💻 Sumber :
١. Audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain حفظه الله
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
🔴Sesi 3 - Wasiat- Wasiat Berharga🔴
Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menjelaskan :
Maka takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah wahai saudaraku. Berpeganglah dengan pokok agamamu, yang pertama dan akhirnya, pangkal dan pondasinya yaitu syahadat Laa ilaaha Illallah!
Kenalilah maknanya dan cintailah dia dan cintailah sesama pemeluknya. Jadikanlah mereka teman kalian walaupun mereka jauh, dan kufurlah kepada thaghut-thaghut, musuhi dan bencilah kepada mereka dan bencilah kepada orang-orang yang mencintai mereka atau membela mereka, atau tidak mau mengkafirkan mereka, atau mengatakan; “Saya tidak ada urusan dengan mereka” atau mengatakan: “Allah tidak membenani aku tentang urusan mereka”.
Sungguh dia telah berdusta atasnama Allah dan membuat kebohongan.
Sungguh Allah telah membebani dia akan urusan mereka, dan mewajibkan atasnya kufur kepada mereka dan berlepas diri dari mereka walaupun mereka adalah saudara-saudara mereka sendiri dan anak-anak mereka sendiri.
Maka saya ingatkan kalian kepada Allah wahai saudaraku, peganglah hal ini semoga kalian berjumpa dengan Rabb kalian dan kalian tidak menyekutukan Dia dengan suatu apa pun.
Ya Allah, wafatkanlah kami sebagai muslimin dan kumpulkanlah kami bersama orang-orang shalih.
ولنختم الكلام بآية ذكرها الله في كتابه، تبيّن لك أن
كفرالمشركين من أهل زماننا أعظم كفرًا من الذين
قاتلهمرسول الله صلى الله عليه وآله وسلم، قال الله
تعالى: {وَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُونَ إِلَّا إِيَّاهُ فَلَمَّانَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ وَكَانَ الْإِنْسَانُ كَفُورًا } .
فقد سمعتم أنّ الله سبحانه ذكر عن الكفار أنهم إذا
مسّهمالضرّ تركوا السادة والمشائخ ولم يستغيثوا بهم
بلأخلصوا لله وحده لا شريك له واستغاثوا به وحده،
فإنجاء الرخاء أشركوا، وأنت ترى المشركين من أهل
زمانناولعل بعضهم يدّعي أنه من أهل العلم وفيه زهد واجتهادوعبادة، إذا مسّه الضرّ قد يستغيث بغير الله
مثل معروفأو عبد القادر الجيلاني ، وأجلّ من هؤلاء
مثل زيد بنالخطاب والزبير ، وأجل من هؤلاء مثل
رسول الله صلىالله عليه وآله وسلم، والله المستعان… وأعظم من ذلكوزرا أنّهم يستغيثون بالطواغيت والكفرة والمردة ،
مثلشمسان وإدريس ويونس وأمثالهم والله سبحانه أعلم.
و الحمد لله أولا وآخرا وصلى الله على خير خلقه
محمدوآله أجمعين آمين.
Marilah kita tutup pembicaraan ini dengan sebuah ayat yang Allah sebutkan di dalam kitab-Nya, yang menerangkan kepadamu bahwa kekufuran orang-orang musyrikin di zaman kita lebih besar dari kekufuran orang-orang yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dahulu perangi.
Allah Ta’aala berfirman; “Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih”. (Qs. Al Isra’: 67)
Allah Ta’aala telah menyebutkan tentang orang-orang kafir bahwa apabila mereka ditimpa musibah mereka meninggalkan wali-wali dan syaikh-syaikh, mereka tidak menyeru seorang pun dari mereka, tidak minta keselamatan kepada mereka, bahkan mereka mengikhlaskan ibadah kepada Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, mereka minta keselamatan kepada-Nya semata. Dan apabila datang kelapangan mereka menyekutukan Allah.
Dan kalian saksikan orang-orang musyrikin di zaman kita, dan bisa jadi sebagian mereka mengaku sebagai ulama, ada pada dirinya zuhud dan kesungguhan dan ibadah, apabila dia ditimpa kesulitan dia pun bangkit minta keselamatan kepada selain Allah seperti Ma’ruf atau Abdul Qadir Jailani, dan yang lebih mulia dari mereka seperti Zaid bin Al Khattab dan Zubair, dan yang lebih mulia dari mereka seperti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Hanya kepada Allah kita mohon pertolongan.
Dan lebih jelek dari ini semua, mereka minta keselamatan kepada thaghut-thaghut dan orang-orang kafir dan para pembangkang seperti Syimsan dan Idris, dan yang dipanggil dengan Al Asyqar dan Yusuf dan yang semisal dengan mereka.
Wallahu A’lam.
Segala puji bagi Allah pertama dan terakhir. Dan shalawat serta salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad dan kepada para keluarga dan shahabat beliau semuanya. Amin.
📚 Syarah 📚
Beberapa point penting :
1. Berpegang teguh dengan pokok agama yaitu syahadat Laa ilaaha Illallah
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
( QS. Ali 'Imran Ayat 103)
فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى
“Maka barangsiapa mengingkari thoghut (sesembahan selain Allah) dan hanya beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang teguh dengan ikatan yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illallah).” [Al-Baqarah: 256]
Allah ta'ala berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" [QS. adz-Dzaariyaat: 56].
2. Mengetahui makna dan konsekuensi لا إله الا الله
Maka ma’na “Laa ilaaha illallah” adalah:
لا معبود بحق إلا الله
"Tidak ada sesuatu yang berhak diibadahi kecuali Allah."
Dan ma'na diatas sesuai dengan firman Allah
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak disembah kecuali Allah [QS. Muhammad : 19]
3. Mencintai orang-orang yang mengucapkan dan mengamalkan konsekuensi kalimat tersebut
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al- Hujurat: 10)
4. Ucapan dan do'a para Nabi agar diwafatkan dalam keadaan bertauhid dan di dikumpulkan bersama orang-orang yang sholeh
Memohon agar dikokohkan di atas Islam hingga ajal tiba adalah sesuatu yang sangat urgen. Ketegaran di atas Islam ini terwujud dengan teguh berlandaskan pada al-Kitab dan as-Sunnah. Dan Islam tidak bisa kokoh pada diri seseorang, kecuali dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih
🔊 Nasehat Nabi Ya'qub عليه السلام kepada anaknya untuk bertauhid
أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (QS. AL BAQARAH: 133)
🔊 Doa Nabi Yusuf عليه السلام untuk diwafatkan dalam keadaan muslim.
تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. [QS. Yûsuf :101].
🔊 Do'a Nabi Ibrahim agar dimasukkan kedalam golongan orang-orang yang sholeh
رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
(Ibrahim berdoa): "Ya Robbku , berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh (QS. Asy-Syu'ara' : 83)
💻 Sumber :
١. Audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain حفظه الله
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Comments
Post a Comment