Skip to main content

Sittatu Mawadhi' min as-Siroh - Bag.01 Kisah Turunnya Wahyu yang Pertama

Yuk muroja'ah materi Sittatu Mawadhi' min as-Siroh (Program Kuliah Mafatihul Ilm)

🔴 Bag.01 - Kisah Turunnya Wahyu yang Pertama 🔴


⭕ Matan ⭕

🔊 Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata:

Perhatikanlah dengan baik! -semoga Allah merahmatimu- enam tempat dari sirah nabawiyah. Dan pahamilah dengan pemahaman yang benar. Semoga Allah memahamkanmu agama para nabi untuk kamu ikuti dan agama musyrikin untuk kamu tinggalkan. Karena banyak orang yang mengaku beragama dan tergolong muwahhidin (ahli tauhid), namun tidak memahami As-Sunnah sebagaimana mestinya.

📚 Syarah 📚

⭕ Yang dimaksud dengan sirah disini adalah sirah Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam.

⭕ Beberapa manfaat mempelajari sirah Nabi dizaman sekarang :

1. Manusia perlu di ingatkan tentang agama yang dibawa oleh Rosulullah.

2. Mengenal Rosulullah shallallahu alaihi wa karena ini adalah salah satu pertanyaan di alam kubur.

3. Tersebarnya keyakinan menyimpang dalam kitab-kitab sirah Nabi. Oleh sebab itu ahlus sunnah mengenal sirah Nabi diatas keyakinan yang lurus.

⭕ Faedah yang di inginkan syaikh dalam mempelajari sirah Nabi di enam tempat adalah :

✔ Diberikan pemahaman tentang agama para Nabi untuk diikuti.

✔ Diberikan pemahaman tentang agama kaum musyrikin agar engkau meninggalkannya.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّهُ قَالَ « الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ » .

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “SESEORANG BERSAMA ORANG YANG IA CINTAI”.  (HR. Bukhari)

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

⭕ Matan ⭕

♻️ Tempat yang pertama : KISAH TURUNNYA WAHYU KEPADA RASULULLAH Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ♻️

Padanya terdapat keterangan bahwa ayat pertama yang dengannya Allah utus nabi Muhammad (sebagai rasul) adalah:

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ * قُمْ فَأَنْذِرْ

“Wahai orang yang berselimut, bangun dan berilah peringatan.”

 Sampai pada firman-Nya:

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

“Dan karena Rabmu, bersabarlah.”
(QS. Al-Muddatsir : 1-7)

📚 Syarah 📚

Dahulu sebelum diutusnya beliau sebagai Rosul, beliau صلى الله عليه وسلم menyelisihi perbuatan kaum musyrikin. Beliau tidak pernah menyembah berhala. Beliau pergi ke gua hira dan tinggal beberapa lama untuk beribadah kepada Allah dan mengasingkan diri dari manusia . Ketika sedang berada di gua hira, beliau didatangi Malaikat. Malaikat itu berkata kepada beliau : "Bacalah". Akan tetapi beliau صلى الله عليه وسلم tidak bisa membaca. Dan pada akhirnya Malaikat membacakan surah Al 'alaq: 1-5. Nabi pun menghafalnya. Inilah wahyu pertama yang turun kepada beliau صلى الله عليه وسلم . Dengan turunnya wahyu ini, beliau MENJADI SEORANG NABI.

Kemudian Nabi صلى الله عليه وسلم menemui istrinya khodijah rodhiallahu 'anha dan menceritakan kejadian yang menimpa beliau. Singkat kisah, kemudian Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata : "Selimuti aku". Khodijah pun menyelimuti beliau. Dalam keadaan demikian, beliau didatangi Malaikat Jibril lalu berkata kepada beliau :

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ . قُمْ فَأَنْذِرْ

Maka jadilah beliau dengan turunnya ayat tersebut SEBAGAI ROSUL.

⭕ Tafsir Surah Al Muddatsir 1-7
يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ

1. Hai orang yang (berselimut),

قُمْ فَأَنْذِرْ

2. bangunlah, lalu berilah peringatan!

🔊 Yakni memberi peringatan kepada kaum Musyrikin Mekkah akan dahsyatnya adzab Allah jika mereka tidak masuk kedalam Islam.

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ
3. dan Robbmu agungkanlah!

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

4. dan pakaianmu bersihkanlah,

🔊 Beberapa penafsiran ahli Tafsir terhadap ayat keempat ini :

✔ jangan engkau gunakan pakaianmu diatas dosa & pengkhianatan

✔ menjaga penghasilan dari usaha yang suci

✔ hendaknya engkau bersihkan dirimu dan jiwamu

✔ perbaiki amalanmu dari noda kesyirikan

✔ perbaiki akhlakmu

✔ bersihkan bajumu dari najis dengan menggunakan air.

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

5. dan perbuatan dosa tinggalkanlah,

🔊 penafsiran kata الرُّجْزَ yakni :
✔ berhala
✔ dosa
✔ kesyirikan
✔ kesalahan
✔ siksaan
✔ syaitan

🔊 penafsiran kata فَاهْجُرْ adalah meninggalkan berhala tersebut serta berlepas diri darinya sekaligus penyembahnya

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ

6. dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

🔊 Beberapa penafsiran ahli Tafsir terhadap ayat keenam  ini :

✔ jangan kamu lemah dalam berbuat kebaikan karena telah banyak menganggap kebaikanmu.

✔ jangan kamu memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak.

✔ jangan engkau membanggakan kenabianmu sehingga mengambil upah dari mereka sebagai balasan dari mereka.


وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

7. Dan untuk (memenuhi perintah) Robbmu, bersabarlah.

🔊 penafsiran kata وَلِرَبِّكَ yaitu :
✔ Karena Robb-mu
✔ Mengharap pahala Robb-mu
✔ Karena perintah Robb-mu
✔ Karena janji dari Robb-mu

🔊 penafsiran kata فَاصْبِرْ yaitu :

✔ bersabarlah diatas ketaatan kepada Allah dan laksanakan kewajiban

✔ bersabarlah diatas gangguan dan pendustaan.

✔ bersabar menjauhi apa yang diharamkan Allah.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

⭕ Matan ⭕

Maka jika kamu tahu bahwa mereka melakukan banyak pelanggaran yang mereka ketahui sebagai kedzaliman dan permusuhan seperti zina. Dan kamu tahu juga bahwa (disamping itu) mereka melakukan banyak ibadah yang dengannya mereka mendekatkan diri kepada Allah, seperti haji, umrah dan bersedekah kepada orang-orang miskin, berbuat ihsan kepada mereka dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Namun (ibadah) yang paling agung menurut mereka adalah kesyirikan. Kesyirikan ini menurut mereka (ibadah) yang paling baik. Mereka lakukan ini dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah seperti yang Allah sebutkan tentang mereka, bahwa mereka mengatakan:

ما نعبدهم إلا ليقربونا إلى الله زلفى

“Kami tidak beribadah kepada mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (QS. Az-Zumar: 3)

 Dan mereka mengatakan:

هؤلاء شفعاؤنا عند الله

“Mereka adalah pemberi syafaat/ perantara-perantara kami disisi Allah.” (QS. Yunus: 18)

 Dan mereka mengatakan:

إِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ

 “Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.” (QS. Al A’raf: 30)

Maka yang pertama kali Allah perintahkan (Nabi-Nya) adalah memperingatkan dari syirik , sebelum peringatan dari zina, mencuri dan kedzaliman lainnya.

Dan kamu telah mengetahui, bahwa diantara mereka ada yang bergantung kepada berhala. Dan diantara mereka ada yang bergantung kepada malaikat dan wali dari bani Adam.

Dan mereka mengatakan; Tidak ada yang kami inginkan dari mereka selain syafaat mereka!

Walaupun demikian, Allah memulai dengan memberi peringatan dari hal tersebut pada awal ayat yang dengannya Allah mengangkat Nabi صلى الله عليه وسلم sebagai Rosul . Jika kamu memahami perkara ini, sungguh alangkah bahagianya kamu!

📚 Syarah 📚

Kaum musyrikin masih memiliki sisa-sisa agama Nabi Ibrahim. Mereka menunaikan haji , umrah dan lainnya namun tidak disertai Tauhid. Meskipun amalan itu baik, namun jika tidak disertai Tauhid, maka amalan tersebut tidak berguna bagi pelakunya.

Akan tetapi perkara yang pertama kali diperintahkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah memperingatkan dari kesyirikan dan meninggalkan Kesyirikan.

Perkara pertama yang diperintahkan kepada mereka adalah tauhid, sebelum mereka diperintahkan melakukan shalat, zakat, puasa dan haji, karena Tauhid adalah pondasi dari seluruh ibadah.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

⭕ Matan ⭕

Khususnya jika kamu mengetahui bahwa tidak ada sesudah perkara ini yang lebih mulia dari perkara shalat lima waktu. Namun, shalat belum diwajibkan kecuali pada malam Isra’ pada tahun kesepuluh hijriah, setelah pemboikotan dan (setelah) wafatnya Abu Thalib dan (setelah berlalu) dua tahun dari peristiwa hijrah ke Habasyah.

Maka jika kamu telah mengetahui bahwa peristiwa-peristiwa ini semua serta permusuhan yang dahsyat, semua itu adalah karena perkara ini sebelum diwajibkannya shalat, kamu sangat diharapkan sudah memahami perkara ini.


📚 SYARAH 📚

Maksudnya perkara yang setelah Tauhid tidak ada yang lebih agung daripada shalat lima waktu. Karena shalat lima waktu adalah rukun Islam yang kedua setelah dua syahadat.

Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam baru diperintah melaksanakan shalat menjelang hijrah, pada malam mi'raj. Mengapa perintah shalat di akhirkan? Agar Tauhid dibangun terlebih dulu. Sebab , jika mereka melaksanakan shalat, shalat tersebut tidaklah bermanfaat bagi mereka kecuali disertai Tauhid .

⚠️ Jadi kesimpulannya adalah :

✔ Surah Al 'alaq: 1-5 adalah wahyu pertama yang turun yang menandakan Bahwa Muhammad صلى الله عليه وسلم diangkat sebagai NABI.

✔ Turunnya Surah Al Muddatsir 1-7 adalah tanda bahwa Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم adalah seorang ROSUL .

✔ Banyak kerusakan yang terjadi pada kaum musyrikin. Dan kerusakan yang paling pertama kali Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم perbaiki adalah meninggalkan kesyirikan dan melaksanakan Tauhid dalam beribadah.

✔ Ibadah yang paling mulia menurut kaum musyrikin adalah syirik.

Mereka beribadah kepada sesembahan mereka dengan alasan agar sesembahan mereka mendekatkan dirinya kepada Allah dan mendapatkan syafaat mereka. Dan inilah HAKEKAT KESYIRIKAN yang mereka sangka adalah ibadah kepada Allah.


💻 Sumber :

١. Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain حفظه

٢. Syarah Sittatu Mawadhi' min as-Siroh oleh Syaikh Fauzan حفظه

✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair

Comments

Popular posts from this blog

BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 26 - Roja' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ Berikut daftar pembahasan dalam artikel ini : ⭕ Defenisi Roja' ⭕ Perbedaan Antara Tamanni dan Roja’ ⭕ Macam-macam Roja` ⭕ Tanda-tanda adanya Roja` pada diri seseorang adalah ⭕ Peranan Roja` (rasa harap) dan Khouf (rasa takut) dalam kehidupan seseorang ⭕ Dalil tentang roja QS. AL KAHFI AYAT 110 ⭕ Kaedah Penting (Manhaj Firqoh menyimpang dalam masalah Aqidah) 🗣 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan: ودليل الرجاء قوله تعالى : فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً [سورة الكهف، الآية: 110] Dan dalil untuk Roja` adalah firman Allah Ta’ala (artinya): ”Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Robbnya.” [ Al-Kahfi : 110 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Ar-Roja’...

BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah

📚 BAGIAN 28 - Roghbah, Rohbah, dan Khusyu' adalah Ibadah 📚 ♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️ ودليل الرغبة والرهبة والخشوع، قوله تعالى: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ} سورة الأنبياء، الآية: ٩٠ Dan dalil untuk Roghbah, Rohbah, dan Khusyu’ adalah firman-Nya –Subhanahu wa Ta’ala- (artinya): “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” [QS . Al-Anbiya : 90 ] ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 📚PENJELASAN📚 Sisi pendalilan dari dalil diatas adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji para Nabi-Nya disaat berdo'a dengan penuh HARAP, CEMAS & KHUSYU'. Dan telah diketahu bersama bahwa ibadah adalah sesuatu yang dicintai & dirdhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. 👤 Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah dala...

Materi Al-Qawa’idul Arba’ah (SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah)

♥️  Yuk muroja'ah materi Qawaidul arba’  ♥️ 🔴  SESI 2 - Kaedah Pertama : Orang Kafir Juga Mengakui Tauhid Rububiyah 🔴 🔊   Syaikh rahimahullah berkata : القاعدة الأولى أن تعلم أنّ الكفّار الذين قاتلهم رسول الله يُقِرُّون بأنّ الله تعالى هو الخالِق المدبِّر، وأنّ ذلك لم يُدْخِلْهم في الإسلام، والدليل: قوله تعالى: {قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ}   (يونس:31) Kaidah pertama: Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Sang Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Meski demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala: قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ...