๐ BAGIAN 42 - Tafsir Syahadat ๐
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
๐ Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
َูุชَْูุณِูุฑَُูุง ุงَّูุฐِู َُููุถِّุญَُูุง، َُُْูููู ุชَุนَุงَูู :
{َูุฅِุฐْ َูุงَู ุฅِุจْุฑَุงِููู ُ ِูุฃَุจِِูู ََْูููู ِِู ุฅَِِّููู ุจَุฑَุงุกٌ ู ِู َّุง ุชَุนْุจُุฏَُูู (26)
ุฅَِّูุง ุงَّูุฐِู َูุทَุฑَِูู ، َูุฅَُِّูู ุณََْููุฏِِูู (27)
َูุฌَุนَََููุง َِููู َุฉً ุจَุงَِููุฉً ِูู ุนَِูุจِِู َูุนََُّููู ْ َูุฑْุฌِุนَُูู (28)
Adapun penafsiran yang menjelaskan tentang syahadat yang pertama adalah firman-Nya :
”Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Sesungguhnya aku berlepas diri (tidak bertanggung jawab) terhadap apa yang kamu sembah.”
”Tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menciptakanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku."
”Dan (lbrahim ‘alaihissalam) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal (tetap ada) pada keturunannya , supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.”
( QS. Az-Zukhruf : ayat 26 – 28 )
ููููู ุชุนุงูู: {ُْูู َูุงุฃََْูู ุงِْููุชَุงุจِ ุชَุนَุงَْููุง ุฅَِูู َِููู َุฉٍ ุณََูุงุกٍ ุจَََْูููุง َูุจََُْูููู ْ ุฃََّูุง َูุนْุจُุฏَ ุฅَِّูุง ุงَููู ََููุง ُูุดْุฑَِู ุจِِู ุดَْูุฆًุง ََููุง َูุชَّุฎِุฐَ ุจَุนْุถَُูุง ุจَุนْุถًุง ุฃَุฑْุจَุงุจًุง ู ِْู ุฏُِูู ุงَِّููู َูุฅِْู ุชَََّْูููุง َُُูููููุง ุงุดَْูุฏُูุง ุจِุฃََّูุง ู ُุณِْูู َُูู} [ุขู ุนู ุฑุงู:64]
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian, bahwasanya kita tidak menyembah kecuali Allah dan kita tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu apapun. Dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah." Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."
(QS. Ali Imron: 64 )
๐PENJELASAN๐
๐ Penjelasan Syaikh 'Utsaimin ุฑุญู ู ุงููู terhadap Surah Az Zukhruf : 26 - 28
๐ Nabi Ibrohim ุนููู ุงูุณูุงู adalah :
๐ฐKhalilullah (kekasih Allah)
๐ฐImam bagi orang-orang yang Hanif (bertauhid).
๐ฐRasul yang paling utama setelah Muhammad ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู .
๐ฆAyahnya bernama Azar (penyembah patung berhala)
๐ Lafazh ุจุฑุงุก (baro'/ berlepas diri) merupakan sifat 'musyabbahah' dari kata ุงูุจุฑุงุกุฉ (al-Bara'ah), dan kata tersebut lebih tinggi dari ุจุฑูุก (bari').
Maka lafazh dalam ayat:
ุฅَِِّููู ุจَุฑَุงุกٌ ู ِู َّุง ุชَุนْุจُุฏَُูู
"Sesungguhnya aku baro' (berlepas diri) terhadap apa yang kalian sembah."
(QS. Az-Zukhruf: 26)
Sama maknanya dengan kalimat ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู
๐ Penjelasan pada
ุฅَِّูุง ุงَّูุฐِู َูุทَุฑَِูู
"Kecuali (aku hanya menyembah) Dzat yang telah menciptakanku." (QS. Az-Zukhruf: 27)
Yakni, Allah menciptakan aku awal mulanya dalam keadaan di atas fitrah (tauhid).
Maka kalimat dalam ayat ุฅَِّูุง ุงَّูุฐِู َูุทَุฑَِูู, sesuai dengan ุฅูุง ุงููู
Maka Allah ta'ala tidak memiliki sekutu di dalam peribadatan kepadanya, sebagaimana Dia tidak memiliki sekutu dalam kerajaan-Nya.
Dalilnya adalah firman Allah ta'ala:
ุฃََูุง َُูู ุงْูุฎَُْูู َูุงْูุฃَู ْุฑُ ۗ ุชَุจَุงุฑََู ุงَُّููู ุฑَุจُّ ุงْูุนَุงَูู َِูู
"Ketahuilah, mencipta dan memerintah hanyalah hak Allah, Maha Suci Rabb semesta alam." (QS. Al-A'raf: 54)
Dalam ayat tersebut terdapat pembatasan, bahwa mencipta dan memerintah hanya milik Allah Rabb semesta alam. Allah memiliki hak mencipta dan hak memerintah yang bersifat kauni (takdir alami) dan syar'i.
๐Penjelasan ayat ุณََْููุฏِِูู
"Dia akan memberi hidayah kepadaku."
(QS. Az-Zukhruf: 27)
Yakni Dia akan menunjuki aku kepada kebenaran dan akan memberiku taufik kepada kebenaran.
๐ Penjelasan ayat :
َูุฌَุนَََููุง َِููู َุฉً ุจَุงَِููุฉً ِูู ุนَِูุจِِู َูุนََُّููู ْ َูุฑْุฌِุนَُูู
"Dan (Ibrahim) menjadikannya sebagai kalimat (tauhid) yang kekal pada keturunannya.
Semoga mereka mau kembali kepadanya (kalimat tauhid)." (QS. Az-Zukhruf: 26-28)
▪َูุฌَุนَََููุง (Waja'alaha):
"Dan (Ibrahim) menjadikannya..."
Yakni Nabi Ibrahim ุนููู ุงูุณูุงู menjadikan kalimat tauhid tersebut, kalimat yang merupakan baro' berlepas diri dari semua sesembahan selain Allah.
▪ِูู ุนَِูุจِِู (Fii 'aqibihi)
"Pada keturunannya."
Yakni ada pada anak cucunya.
Anak cucu Nabi Ibrahim ุนููู ุงูุณูุงู yang tetap membawa kalimat tauhid yang diajarkan oleh beliau. Bahkan banyak di antara mereka yang menjadi Nabi dan Rasul.
๐ฅ Anak beliau, Nabi Ismail dan Nabi ishaq ุนูููู ุง ุงูุณูุงู .
๐ Cucu beliau, Nabi Ya'qub ุนููู ุงูุณูุงู .
๐ Cicit beliau, Nabi Yusuf ุนููู ุงูุณูุงู , sampai pada keturunan beliau sebagai Nabi dan Rasul yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู .
▪َูุนََُّููู ْ َูุฑْุฌِุนَُูู
La'allahum yarji'uun
"Semoga mereka mau kembali kepadanya."
(QS. Az-Zukhruf: 27)
Yakni semoga mereka (orang-orang musyrikin Quraisy) mau kembali mengikuti kalimat tauhid tersebut, dan meninggalkan kesyirikan.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
๐ Penjelasan dari syaikh Sholeh Al Fauzan ุญูุธู ุงููู terhadap Surah Az Zukhruf : 26 - 28
Asy-Syaikh Sholeh Al-Fauzan hafizhohullah menjelaskan:
“Sebaik-baik penafsiran ayat Al-Qur`an adalah dengan ayat yang lainnya.
Di dalam ayat ini, Laa ilaaha illallah ditafsirkan dengan ayat al-Qur`an yang lainnya.
Hal itu bisa kita lihat pada ucapan nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang disebutkan dalam firman Allah
ุฅَِِّููู ุจَุฑَุงุกٌ ู ِู َّุง ุชَุนْุจُุฏَُูู
"Sesungguhnya aku berlepas diri (tidak bertanggung jawab) terhadap apa yang kamu sembah.”
Ini yang dinamakan dengan penafian Laa ilaaha.
ุฅَِّูุง ุงَّูุฐِู َูุทَุฑَِูู
”Tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menciptakanku"
Ini yang dinamakan dengan penetapan Illallah.
Sehingga, ayat ini (Az-Zukhruf 26-28) menjelaskan makna kalimat ”Laa ilaaha illallah” secara lengkap.
๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ
๐ Penjelasan terhadap Surah Ali-imron: 64
Asy-Syaikh Sholeh Al-Fauzan hafizhohullah menjelaskan:
“Di dalam ayat ini terdapat penjelasan makna kalimat: ”Laa ilaaha illallah” .
Penggalan firman Allah Ta’ala
ุฃََّูุง َูุนْุจُุฏَ
”bahwasanya kita tidak menyembah...”
๐Ini yang dinamakan dengan penafian.
Adapun penggalan firman Allah
ุฅَِّูุง ุงَููู
”Kecuali Allah.”
๐Ini yang dinamakan dengan itsbat (penetapan) : ” Illallah ”
๐Makna Ayat ini secara garis besar :
๐ฏ Janganlah kita mempersekutukan ALLAH dengan sesuatu apapun dalam ibadah.
Tidak dengan al-Masih (yakni Nabi Isa ‘alaihis salam) yang kalian yakini sebagai tuhan dan sesembahan selain Allah yang kalian sembah.
Tidak pula kita mempersekutukan Allah dengan selain al-Masih, semisal nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam atau salah satu dari nabi-nabi Allah, orang-orang Sholeh, ataupun wali-wali Allah.
ุฃََّูุง َูุนْุจُุฏَ ุฅَِّูุง ุงَููู ََููุง ُูุดْุฑَِู ุจِِู ุดَْูุฆًุง
”… bahwasanya kita tidak menyembah kecuali Allah dan kita tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu apapun… ” .
๐ป Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
♥️ Yuk muroja'ah materi Tsalatsatul Ushul ♥️
๐ Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullah menjelaskan:
َูุชَْูุณِูุฑَُูุง ุงَّูุฐِู َُููุถِّุญَُูุง، َُُْูููู ุชَุนَุงَูู :
{َูุฅِุฐْ َูุงَู ุฅِุจْุฑَุงِููู ُ ِูุฃَุจِِูู ََْูููู ِِู ุฅَِِّููู ุจَุฑَุงุกٌ ู ِู َّุง ุชَุนْุจُุฏَُูู (26)
ุฅَِّูุง ุงَّูุฐِู َูุทَุฑَِูู ، َูุฅَُِّูู ุณََْููุฏِِูู (27)
َูุฌَุนَََููุง َِููู َุฉً ุจَุงَِููุฉً ِูู ุนَِูุจِِู َูุนََُّููู ْ َูุฑْุฌِุนَُูู (28)
Adapun penafsiran yang menjelaskan tentang syahadat yang pertama adalah firman-Nya :
”Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Sesungguhnya aku berlepas diri (tidak bertanggung jawab) terhadap apa yang kamu sembah.”
”Tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menciptakanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku."
”Dan (lbrahim ‘alaihissalam) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal (tetap ada) pada keturunannya , supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.”
( QS. Az-Zukhruf : ayat 26 – 28 )
ููููู ุชุนุงูู: {ُْูู َูุงุฃََْูู ุงِْููุชَุงุจِ ุชَุนَุงَْููุง ุฅَِูู َِููู َุฉٍ ุณََูุงุกٍ ุจَََْูููุง َูุจََُْูููู ْ ุฃََّูุง َูุนْุจُุฏَ ุฅَِّูุง ุงَููู ََููุง ُูุดْุฑَِู ุจِِู ุดَْูุฆًุง ََููุง َูุชَّุฎِุฐَ ุจَุนْุถَُูุง ุจَุนْุถًุง ุฃَุฑْุจَุงุจًุง ู ِْู ุฏُِูู ุงَِّููู َูุฅِْู ุชَََّْูููุง َُُูููููุง ุงุดَْูุฏُูุง ุจِุฃََّูุง ู ُุณِْูู َُูู} [ุขู ุนู ุฑุงู:64]
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian, bahwasanya kita tidak menyembah kecuali Allah dan kita tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu apapun. Dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah." Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."
(QS. Ali Imron: 64 )
๐PENJELASAN๐
๐ Penjelasan Syaikh 'Utsaimin ุฑุญู ู ุงููู terhadap Surah Az Zukhruf : 26 - 28
๐ Nabi Ibrohim ุนููู ุงูุณูุงู adalah :
๐ฐKhalilullah (kekasih Allah)
๐ฐImam bagi orang-orang yang Hanif (bertauhid).
๐ฐRasul yang paling utama setelah Muhammad ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู .
๐ฆAyahnya bernama Azar (penyembah patung berhala)
๐ Lafazh ุจุฑุงุก (baro'/ berlepas diri) merupakan sifat 'musyabbahah' dari kata ุงูุจุฑุงุกุฉ (al-Bara'ah), dan kata tersebut lebih tinggi dari ุจุฑูุก (bari').
Maka lafazh dalam ayat:
ุฅَِِّููู ุจَุฑَุงุกٌ ู ِู َّุง ุชَุนْุจُุฏَُูู
"Sesungguhnya aku baro' (berlepas diri) terhadap apa yang kalian sembah."
(QS. Az-Zukhruf: 26)
Sama maknanya dengan kalimat ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู
๐ Penjelasan pada
ุฅَِّูุง ุงَّูุฐِู َูุทَุฑَِูู
"Kecuali (aku hanya menyembah) Dzat yang telah menciptakanku." (QS. Az-Zukhruf: 27)
Yakni, Allah menciptakan aku awal mulanya dalam keadaan di atas fitrah (tauhid).
Maka kalimat dalam ayat ุฅَِّูุง ุงَّูุฐِู َูุทَุฑَِูู, sesuai dengan ุฅูุง ุงููู
Maka Allah ta'ala tidak memiliki sekutu di dalam peribadatan kepadanya, sebagaimana Dia tidak memiliki sekutu dalam kerajaan-Nya.
Dalilnya adalah firman Allah ta'ala:
ุฃََูุง َُูู ุงْูุฎَُْูู َูุงْูุฃَู ْุฑُ ۗ ุชَุจَุงุฑََู ุงَُّููู ุฑَุจُّ ุงْูุนَุงَูู َِูู
"Ketahuilah, mencipta dan memerintah hanyalah hak Allah, Maha Suci Rabb semesta alam." (QS. Al-A'raf: 54)
Dalam ayat tersebut terdapat pembatasan, bahwa mencipta dan memerintah hanya milik Allah Rabb semesta alam. Allah memiliki hak mencipta dan hak memerintah yang bersifat kauni (takdir alami) dan syar'i.
๐Penjelasan ayat ุณََْููุฏِِูู
"Dia akan memberi hidayah kepadaku."
(QS. Az-Zukhruf: 27)
Yakni Dia akan menunjuki aku kepada kebenaran dan akan memberiku taufik kepada kebenaran.
๐ Penjelasan ayat :
َูุฌَุนَََููุง َِููู َุฉً ุจَุงَِููุฉً ِูู ุนَِูุจِِู َูุนََُّููู ْ َูุฑْุฌِุนَُูู
"Dan (Ibrahim) menjadikannya sebagai kalimat (tauhid) yang kekal pada keturunannya.
Semoga mereka mau kembali kepadanya (kalimat tauhid)." (QS. Az-Zukhruf: 26-28)
▪َูุฌَุนَََููุง (Waja'alaha):
"Dan (Ibrahim) menjadikannya..."
Yakni Nabi Ibrahim ุนููู ุงูุณูุงู menjadikan kalimat tauhid tersebut, kalimat yang merupakan baro' berlepas diri dari semua sesembahan selain Allah.
▪ِูู ุนَِูุจِِู (Fii 'aqibihi)
"Pada keturunannya."
Yakni ada pada anak cucunya.
Anak cucu Nabi Ibrahim ุนููู ุงูุณูุงู yang tetap membawa kalimat tauhid yang diajarkan oleh beliau. Bahkan banyak di antara mereka yang menjadi Nabi dan Rasul.
๐ฅ Anak beliau, Nabi Ismail dan Nabi ishaq ุนูููู ุง ุงูุณูุงู .
๐ Cucu beliau, Nabi Ya'qub ุนููู ุงูุณูุงู .
๐ Cicit beliau, Nabi Yusuf ุนููู ุงูุณูุงู , sampai pada keturunan beliau sebagai Nabi dan Rasul yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู .
▪َูุนََُّููู ْ َูุฑْุฌِุนَُูู
La'allahum yarji'uun
"Semoga mereka mau kembali kepadanya."
(QS. Az-Zukhruf: 27)
Yakni semoga mereka (orang-orang musyrikin Quraisy) mau kembali mengikuti kalimat tauhid tersebut, dan meninggalkan kesyirikan.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
๐ Penjelasan dari syaikh Sholeh Al Fauzan ุญูุธู ุงููู terhadap Surah Az Zukhruf : 26 - 28
Asy-Syaikh Sholeh Al-Fauzan hafizhohullah menjelaskan:
“Sebaik-baik penafsiran ayat Al-Qur`an adalah dengan ayat yang lainnya.
Di dalam ayat ini, Laa ilaaha illallah ditafsirkan dengan ayat al-Qur`an yang lainnya.
Hal itu bisa kita lihat pada ucapan nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang disebutkan dalam firman Allah
ุฅَِِّููู ุจَุฑَุงุกٌ ู ِู َّุง ุชَุนْุจُุฏَُูู
"Sesungguhnya aku berlepas diri (tidak bertanggung jawab) terhadap apa yang kamu sembah.”
Ini yang dinamakan dengan penafian Laa ilaaha.
ุฅَِّูุง ุงَّูุฐِู َูุทَุฑَِูู
”Tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menciptakanku"
Ini yang dinamakan dengan penetapan Illallah.
Sehingga, ayat ini (Az-Zukhruf 26-28) menjelaskan makna kalimat ”Laa ilaaha illallah” secara lengkap.
๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ๐ฏ
๐ Penjelasan terhadap Surah Ali-imron: 64
Asy-Syaikh Sholeh Al-Fauzan hafizhohullah menjelaskan:
“Di dalam ayat ini terdapat penjelasan makna kalimat: ”Laa ilaaha illallah” .
Penggalan firman Allah Ta’ala
ุฃََّูุง َูุนْุจُุฏَ
”bahwasanya kita tidak menyembah...”
๐Ini yang dinamakan dengan penafian.
Adapun penggalan firman Allah
ุฅَِّูุง ุงَููู
”Kecuali Allah.”
๐Ini yang dinamakan dengan itsbat (penetapan) : ” Illallah ”
๐Makna Ayat ini secara garis besar :
๐ฏ Janganlah kita mempersekutukan ALLAH dengan sesuatu apapun dalam ibadah.
Tidak dengan al-Masih (yakni Nabi Isa ‘alaihis salam) yang kalian yakini sebagai tuhan dan sesembahan selain Allah yang kalian sembah.
Tidak pula kita mempersekutukan Allah dengan selain al-Masih, semisal nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam atau salah satu dari nabi-nabi Allah, orang-orang Sholeh, ataupun wali-wali Allah.
ุฃََّูุง َูุนْุจُุฏَ ุฅَِّูุง ุงَููู ََููุง ُูุดْุฑَِู ุจِِู ุดَْูุฆًุง
”… bahwasanya kita tidak menyembah kecuali Allah dan kita tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu apapun… ” .
๐ป Sumber :
1. audio Kuliah Mafaatihul Ilmi Oleh al Ustadz Dzulqarnain
2. Audio Pembahasan Kitab Tsalatsatul ushul Oleh al Ustadz Khidir, ustadz sofyan Ruray Lc, ustadz Askari dan Ust Abdul Hadi.
3. Syarah Tsalatsatul Ushul Asy Syaikh al Utsaimin
4. Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Sholeh Al Fauzan
✍✒ Dirangkum & diketik oleh hamba yang dhoif Andi Muhammad Zubair
Comments
Post a Comment